Template
Template Template
Template Saturday, 01 November 2014 Template

Galeri

1.jpg

Memperkenalkan Karya H. Sunaryo A.Y.

 

Sidang pembaca, tahukah antum bahwa penulis website: http://hajisunaryo.com (sudah lebih kurang 200 (dua ratus) judul tulisan bernafaskan Islam (religius) ditulis beliau) sebelum tulisan-tulisannya terfokus kepada artikel-artikel religius yaitu bacaan bernafaskan Islam untuk tujuan Syiar dakwah adalah seorang penulis Cerpen dan Novelis yang religius, artinya: disetiap tulisannya baik itu Cerpen maupun Novel selalu diselipkan dakwah mengingatkan pembaca agar tidak terbuai oleh gemerlapnya dunia yang fana sehingga melupakan akhirat.
Padahal akhirat tujuan terakhir kita dan Syurga atau Neraka adalah tempat tinggal kita yang abadi (kekal) untuk selama-lamanya. Dan penulis H. Sunaryo A.Y disetiap Cerpen atau Novel yang ditulisnya juga senantiasa menyelipkan dakwah mengajak pembaca ikut menyebarluaskan nilai-nilai Islam sehingga tidak ada lagi individu-individu (orang Islam) yang menyembah selain kepada Allah SWT.
Ingat (kata penulis): Dosa yang tidak terampuni adalah menyekutukan Allah. Memang sekarang beliau tidak lagi menulis Cerpen dan Novel karena karya-karyanya sudah terfokus pada tulisan-tulisan (artikel) reigius bacaan untuk syiar dakwah Islam. Namun sengaja saya perlihatkan sebagai contoh beberapa buku (Novel) karya H. Sunaryo A.Y. kali ini berjudul: SUMIRAH berikut ini.
September 2014
Dany Wicaksono, S. Kom
 
Template
BAGAIMANA PENGERTIAN HUTANG PIUTANG ITU SESUAI AJARAN ISLAM? PDF Print E-mail
Written by H. Sunaryo A.Y.   
Thursday, 01 March 2012 09:01
 
        Assalamualaikum,sidang pembaca.Apa kabar?Jumpa lagi kita (lewat tulisan) alhamdulillah kali ini sesuai judul tersebut diatas,semoga bermanfaat dan menyejukkan. Dan yang paling utama sebagai sarana syiar dakwah artikel (religius) ini dapat menjadi tersebar luaskan.
 
        Saudaraku,sebuah pertanyaan:Apakah pengertian hutang piutang itu? Jawab:Hutang piutang ialah memberikan sesuatu kepada oran g lain dengan perjanjian dan dia akan membayar dengan yang sama.
Sesuai sabda Nabi SAW:
 
 
“Diceritakan oleh Anas,seorang laki-laki diantara kamu telah menghutangkan sesuatu barang kepada temannya,kemudian ia diberi hadiah oleh temannya itu,lalu ia ditanya soal itu maka ia berkata:Sabda Rasulullah SAW:”Apabila salah seorang diantara kamu menghutangkan sesuatu kemudian diberi hadiah atau dinaikkan diatas kendaraannya maka hendaklah jangan diterimanya hadiah itu dan janganlah ia naik kendaraan itu,kecuali jika memang antara keduanya berlaku demikian sebelum terjadi hutang piutang.” (HR.Ibnu Majah)
 
       Pengertian Hadist tersebut diatas adalah menjelaskan bahwa hutang piutang,ketika oran g yang berhutang memberikan lebih dari yang diterima tanpa ada perjanjian maka tambahan itu halal.
 
Perhatikan Hadist Nabi Muhammad SAW:
 
“Dari Abu Hurairah ra berkata:”Rasulullah SAW telah berhutang hewan,kemudian beliau membayar dengan hewan yang lebih besar umumnya dari hewan beliau hutang itu dan Rasulullah SAW bersabda:” Oran g yang paling baik diantara kamu,ialah oran g yang dapat membayar hutangnya lebih baik.” (HR.Ahmad dan Turmidzi lalu mensahihkannya.)
 
 
       Tambahan dari yang dihutangkan atas kemauan sendiri adalah halal seperti yang telah dilakukan oleh Nabi SAW.Adapun tambahan yang disyaratkan ketika mengembalikan hutangnya harus ditambah.Tambahan itu adalah tidak boleh. Inilah hutang piutang secara pribadi.
 
Perhatikan Hadist Nabi SAW:
 
 
Nabi Muhammad  SAW bersabda:”Tiap tiap piutang yang mengambil manfaat ,maka ia semacam dari beberapa riba.”(HR.Bahaiqi).
 
        Bagaimana hukum memberi hutang itu?memberi hutang hukumnya adalah sunnah,
tetapi hukum ini bisa menjadi wajib apabila oran g yang berhutang itu sangat perlu sekali
(sangat membutuhkan) dan bukan untuk maksiat.Bila berhutang untuk keperluan maksiat maka hukum itu berubah menjadi haram,misalnya seperti menolong oran g berbuat kejahatan,berhutang untuk biaya membunuh,atau untuk mencelakakan oran g lain,membe
li minuman keras,candu,heroin dan yang sejenisnya,yang lain lain lagi,dan yang lain-lain lagi.
 
#Kemudian bagaimana rukun berhutang piutang itu?
 
Rukun hutang piutang ialah:
 
  1. Ijab Kabul
  2. Ada oran gnya
  3. Ada barangnya

 
      Ijab kabul artinya ada perjanjian terlebih dahulu.Ijab Kabul ini betul-betul diucapkan antara yang menghutangi dengan yang dihutangi seperti:Saya menghutangkan kepadamu uang Rp.10.000.000,- (sepuluh juta) rupiah.Dan uang itu diterima oleh yang berhutang,seraya yang berhutang berkata:Saya terima uang tersebut dan akan saya kembalikan bulan depan.
 
       Sidang pembaca,ijab dan kabul dalam masa sekarang ini dapat dilakukan dengan secara tertulis (Kwitansi dibubuhi meterai) sebagai tanda saling menerima dan percaya bahwa ada perjanjian hutang piutang.Dan perjanjian pembayaran hutang itu harus tepat waktu dan oran g yang menepati janji itu adalah oran g baik apalagi dalam masalah bayar hutang ,sesuai dengan Sabda Nabi Muhammad SAW:
 
Sabdanya:
 
“Maka sesungguhnya sebaik-baik kamu,ialah sebaik-baiknya pada waktu membayar hutang.” (HR.Bukhari dan Muslim.)
 
        Sidang pembaca,sekarang kita simak ayat 282 dari surat Al-Baqarah sebagai berikut:
 
“Hai orang-orang yang beriman,apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan,hendaklah kamu menuliskannya.Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar.Dan janganlah penulis enggan menulis hanya
Sebagaimana Allah telah mengajarkannya,maka hendaklah ia menulis dan hendaknya oran g yang berhutang itu mengimlakkannya (apa yang akan ditulis itu) dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya,dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya…(QS:Al-Baqarah:282).
 
         Saudaraku,ayat diatas menjelaskan bahwa Allah SWT menyuruh kepada oran g-orang Islam untuk menulis dengan benar apabila terjadi muamalah (hutang-piutang)dan janganlah mengurangi sedikitpun tentang hutang piutang.
 
      Sidang pembaca,sekarang kita membahas setentang manfaat hutang piutang.Apa manfaat hutang piutang itu? Hutang piutang adalah sama dengan tolong-menolong dalam kebutuhan berupa barang atau uang yang sangat mendesak sekali.
 
Perhatikan Firman Allah SWT

“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran….”  (QS.Al-Maidah:2)
 
 
        Surat Al-Maidah ayat 2 tersebut diatas menjelaskan bahwa tolong menolong sangat dianjurkan oleh Islam dan yang dimaksudkan tolong menolong itu adalah perbuatan baik. Seperti menolong memberikan hutang (pinjaman) uang kepada siapa yang sangat membutuhkan bantuan seperti membeli obat,membayar uang sekolah,membeli buku-buku pelajaran sekolah dan lain-lainnya lagi yang sifatnya sangat dibutuhkan.Sementara Riba (renten) diharamkan oleh Islam,karena riba itu menimbulkan dampak negatip bagi masyarakat terutama kepada oran g yang terlibat hutang piutang.
 
Kembali kita perhatikan Firman Allah SWT:
 
“Dan sesuatu riba (tambahan)yang kamu berikan dia menambah pada harta manusia, Maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.”  (QS.Rum:39)
 
Kemudian FirmanNya:
 
“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu oran g-orang yang beriman.”  (QS.Al-Baqarah:278)

      Ada lah sangat jelas ayat tersebut diatas menerangkan bahwa riba adalah haram.Oleh karena itu tolong-menolonglah kamu kepada oran g yang sangat perlu untuk ditolong, karena menolong oran g seperti itu mempunyai nilai ibadah.
 
Sesuai sabda Nabi SAW :
 
“Dari Ibnu Mas`ud,sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda:”Seorang muslim yang telah menghutangi dua kali,seolah-olah ia telah bersedekah kepadanya satu kali.”  (HR.Ibnu Majah)
 
•Dan Hadist Nabi SAW berikut ini:
 
“Allah SWT akan menolong hambaNya,selama hambaNya itu menolong saudaranya.” (HR.Muslim)
 
       Sidang pembaca,kembali sangat jelas Hadist tersebut diatas menjelaskan bahwa oran g yang selalu menolong teman,saudara dan kerabatnya maka orang itu selalu akanmemperoleh pertolongan dari Allah SWT.Hadist tersebut juga merupakan satu isyarat dan jaminan dari Nabi SAW bahwa oran g Islam yang gemar menolong oran g lain karena Allah,pasti akan dibalas oleh Allah SWT dengan memperoleh kemudahan-kemudahan dalam urusannya.
 
        Sampai disini saya sudahi dulu tulisan (artikel) religius ini,insya Allah jumpa lagi kita dilain kesempatan tentu saja (lewat tulisan) dengan judul tulisan saya yang lain.
Terima kasih atas segala perhatian,serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan.Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
•••
 
(Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku:Buku Wajib Pendidikan Agama Islam Untuk SMTP.Disusun Oleh:Direktorat Pembinaan Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Umum Negeri.Penerbit: PT.Ahsana Ind ah Kitaba, Jakarta .)
 
•••
 
 
Last Updated on Friday, 02 March 2012 06:25
 
Template
Template Template Template
 

Pesan


Shoutbox
Template Template