AHLI DZIKIR LAA ILAHA ILLALLAH TIDAK DISIKSA DIKUBUR DAN DIJAMIN OLEH RASUL MASUK SYURGA

    Assalamualaikum,sidang pembaca.Alhamdulillah jumpa lagi kita (lewat tulisan) kali ini kita akan membahas sesuai judul tersebut diatas semoga bermanfaat,menyejukkan dan yang utama tulisan ini sebagai sarana syiar dakwah menjadi kian dapat tersebar luaskan.Sidang pembaca,ketahuilah bahwa arti terdalam dari kalimat tahlil “Laa ilaha illallah”adalah mengesakan Allah.Kalimat ini sarat sekali dengan kandungan makna ketauhidan.Arti lengkap dari kalimat tersebut adalah:Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah.

 
         Bahwa semua yang terjadi didunia ini hanya atas kehendak Allah SWT bukan atas kehendak yang lain.Dan kalimat Laa ilaha illallah menghapus system mempertuhankan sesuatu selain Allah.Saudaraku,didalam buku:Rahasia dibalik 99 butiran tasbih oleh:Asriffin An Nakhrawie S.Ag penerbit:Ikhtiar Surabaya halaman 60 diterangkan bahwa ada hal lain yang terdapat dalam kalimat tahlil ini.
 
         Kalimat laa ilaha illallah bukan saja mengandung makna ketauhidan yang mendalam,namun lebih dari itu kalimat tersebut menyimpan sejuta hikmah dan fadhillah yang bisa diperoleh bagi siapapun yang membacanya.Apa saja fadhillah itu?Ya nanti insya Allah penulis akan menyampaikan apa-apa saja fadhillah kalimat tahlil itu.
 
         Yang penting sekarang, yang harus diketahui kalimat tahlil itu bukan hanya sekedar rentetan kata-kata lalu dibaca begitu saja oleh lisan.Namun lebih dari itu adalah sebuah
bacaan yang dieja oleh lisan juga oleh hati dengan penuh penghayatan,penuh keyakinan
sekaligus penuh kesadaran bahwa tak ada didunia ini yang berhak disembah kecuali Allah.Bacaan tahlil yang didasari dengan keyakinan,penghayatan,bahwa keyakinan dan kesadaran inilah yang nanti bisa menjadi sebuah energi yang bisa menjauhkan diri pembacanya dari perbuatan jelek yang dilarang oleh agama  Kesemuanya mencakup yang dimaksud dengan ikhlas dalam membaca kalimat tahlil dan inilah kalimat yang benar-benar bisa menjadi jaminan masuk syurga.Sesuai penjelasan Nabi SAW bahwa siapa saja yang mengucapkan:Laa ilaha illallah dengan penuh keikhlasan maka baginya pasti masuk syurga.
 
         Ya! Sungguh,siapapun yang mengucapkan:laa ilaha illallah pasti ia akan dijamin masuk syurga dan pasti ia akan dimasukkan oleh Allah kedalam syurga lantaran bacaan itu.Demikian yang disabdakan oleh Rasullulah SAW dalam beberapa Hadist.
Misalnya dalam sebuah Hadist Nabi SAW pernah bersabda:
 
 
 
“Tidaklah seorang hamba yang meninggal dunia mengucapkan Asyhadu an laa ilaha illallah wa anni Rasulullah dengan sepenuh hati,kecuali wajib baginya masuk syurga”
 
Dan Hadist berikut ini telah bersabda Rasulullah SAW
 
 
 
 
“Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah dengan ikhlas,maka pasti akan masuk syurga.Seorang bertanya:
“Apakah ikhlasnya?” Beliau menjawab:
”Kalimah itu menjauhkannya dari segala yang diharamkan oleh Allah.”
 
(Kedua Hadist tersebut diatas dikutip dari buku:Rahasia dibalik 99 butiran tasbih oleh Asrifin An Nakhrawie,S Ag.)
 
         Sidang pembaca,kalimat laa ilaha illallah dikatakan sebagai jaminan masuk syurga sebab kalimat tahlil sesungguhnya punya daya dan kekuatan yang bisa menuntun manusia menuju kejalan yang benar.Dalam hal ini bacaan tahlil sama dengan kedudukan shalat.Kalau Al-Qur`an sendiri menyatakan dengan tegas bahwa shalat bisa mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar.Maka demikian halnya dengan bacaan tahlil, ia juga bisa mencegah pembacanya dari perbuatan dosa yang diharamkan oleh agama.
 
          Ada nya Hadist Nabi yang menjelaskan tentang hal itu setidak-tidaknya bisa dipahami bahwa sesungguhnya kalimat tahlil mempunyai sebuah kekuatan yang bisa dijadikan sebagai sebuah benteng bagi manusia hingga mereka bisa terhindar dari dari perbuatan terlarang.
 

        Dan kalau sudah demikian kenya taannya maka benar apa yang telah disabdakan oleh Nabi sendiri bahwa kalimat tahlil bisa dijadikan sebagai jaminan seseorang masuk syurga.Hal ini lebih disebabkan oleh bersihnya catatan amal manusia dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh agama.Bagaimanapun seseorang yang banyak-banyak  mengucapkan kalimat tahlil dengan penghayatan yang dalam,maka dapat dipastikan catatan amal buruknya nyaris tidak ada.Mengapa demikian? Sebab ia sudah punya benteng bernama:Laa ilaha illallah dalam dirinya yang dengan benteng tersebut ia bisa terhindar dari perbuatan dosa.
        Saudaraku,sesungguhnya sejak dialam kuburpun Allah SWT telah memberikan perlakuan istimewa terhadap para ahli:Laa ilaha illallah.Tidak bisa dibayangkan betapa karunia Allah teramat besar jika dalam alam kubur kita mendapatkan perlakuan beda tersebut.Alam kubur adalah alam dimana jasad kita terkubur.Kita pun bisa menggambar
Kan betapa ngeri dan menakutkan alam yang penuh dengan kegelapan itu.Sementara kita terbujur kaku seorang diri tanpa ada seorangpun teman yang menemani.
        Namun,sekali lagi anda tak usah risau (wahai sidang pembaca sebagai insan-insan beriman) dengan gambaran-gambaran yang menakutkan seperti itu,selagi semasa hidup mulut antum senantiasa basah dengan bacaan kalimat:Laa ilaha illallah.
•Dalam sebuah Hadist Nabi SAW pernah memberi jaminan bahwa ahli:Laa ilaha illallah tidak perlu risau dalam alam kubur,sebab mereka akan mendapatkan penerangan langsung dari Allah.
Sesuai Sabdanya:
 
 
 
 
 
 
“Bukanlah atas ahli:Laa ilaha illallah kegelapan dikubur mereka dan juga dipadang mahsyar.Seakan-akan aku melihat ahli Laa ilaha illallah bangkit dari kuburnya sambil mengibaskan debu dari kepalanya lalu berkata:”Segala puji bagi Allah yang telah menjauhkan kami dari kesedihan.” (Al-Hadist)
Riwayat lain menyebutkan bahwa:Ahli Laa ilaha illallah tidak akan mengalami kegelapan ketika mati atau ketika dialam kubur” (Dikutip dari buku:Rahasia dibalik 99 butiran tasbih.Oleh:Asrifin An Nakhrawie S.Ag.)
 
•Diriwayatkan dalam sebuah Hadist bahwa:Suatu saat Nabi Musa pernah memohon kepada Allah SWT
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
“Wahai Tuhanku,ajarkanlah aku sesuatu (supaya) aku dapat mengingatMu dengannya dan dapat berdoa kepadaMu dengannya.
Allah berfirman:”Ucapkanlah Laa ilaha illallah.”
Musa berkata:”Ya Allah semua hambaMu sudah mengucapkannya.”
Allah berfirman:”Ucapkanlah Laa ilaha illallah.”
Musa berkata:”Aku ingin sesuatu yang Engkau khususkan untukku dengannya.”
Allah berfirman.”Wahai Musa,jika tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi diletakkan disebuah timbangan dan Laa ilaha illallah diletakkan pada timbangan yang lain,maka timbangan yang berisi Laa ilaha illallah akan lebih berat.” (Al-Hadist)
(Hadist ini dikutip dari buku:Rahasia dibalik 99 butiran tasbih Oleh:Asrifin An Nakhrawie,S.Ag)
 
       Ya,semula Musa seperti tak percaya bahwa kalimat tahlil punya keagungan nilai yang tak terhitung jumlahnya.Makanya pada saat ia memohon agar Allah memberi sebuah amalan yang paling berharga,sementara Allah memerintahkan membaca kalimat Laa ilaha illallah serta merta musa seperti tak percaya bahwa kalimat itulah yang paling agung nilainya.
       Musa memohon lagi agar Allah memberi amalan khusus baginya yang nilainya melebihi amalan-amalan lain.Dan lagi Allah tetap memerintahkan Musa agar sering membaca kalimat tahlil,sebab nilai keagungan pahala yang terdapat didalamnya tak bisa dibandingkan dengan segala sesuatu yang ada didunia ini,bahkan oleh tujuh lapis langit dan bumi.
 
        Untuk menggambarkan keagungannya sampai-sampai Allah memberi umpama:Jika diukur dengan sebuah timbangan antara tujuh lapis bumi dan tujuh lapis langit dengan kalimat Laa ilaha illallah maka kalimat tahlil inilah yang lebih berat.Allahu
Akbar! Sesungguhnya Allah Maha Besar!
 
        Cukup kiranya dikatakan bahwa tak ada yang bisa menandingi keutamaan kalimat tahlil diseluruh dunia ini.Dan kita,umat Nabi Muhammad SAW khususnya harus bersyukur sekaligus harus berbangga sebab keutamaan kalimat Laa ilaha illallah ini diberikan kepada kita secara khusus sebagai sebuah kalimat yang secara lisan mudah diucapkan namun mempunyai nilai pahala yang teramat besar.Dan hal ini ternyata tidak dipunyai oleh ummat-ummat sebelumnya.
Seperti dijelaskan dalam sebuah Hadist:
 
 

Nabi Isa bin Maryam berkata:”Ummat Muhammad adalah yang terberat timbangannya dimizan,karena mereka membiasakan lidah mereka dengan sebuah kalimat yang terasa berat bagi ummat sebelumnya,kalimat itu adalah :Laa ilaha illallah.”
 
Masih setentang fadhillah bacaan tahlil,dalam sebuah Hadist Nabi SAW bersabda:
 

 

“Sesungguhnya aku mengetahui sebuah kalimat yang jika seseorang hamba membacanya dengan dibenarkan oleh hatinya,lalu ia meninggal dunia dalam keadaan tersebut maka ia akan diharamkan dari neraka.Kalimat itu adalah Laa ilaha illallah.” (Al-Hadist)
 
 
Dan Hadist:Bersabda Rasullullah SAW:
 
 
 
“Tidak akan datang seseorang hamba yang mengucapkan:Laa ilaha illallah semata-mata karena Allah pada hari kiamat nanti,kecuali akan diharamkan baginya neraka.” (Al-Hadist)
 
 
Kemudian Hadist:Telah bersabda Nabi SAW:
 
 
 
“(Pada hari kiamat)Allah SWT berfirman:”Keluarkanlah dari neraka orang-orang yang pernah mengucapkan Laa ilaha illallah dan didalam hatinya ada iman walaupun hanya sebesar biji sawi.Keluarkanlah dari neraka orang-orang yang pernah mengucapkan:Laa ilaha illallah atau orang-orang yang pernah mengingatKu atau yang takut kepadaKu.” (Al-Hadist)
 
       Ketiga Hadist tersebut diatas dikutip dari buku:Rahasia Dibalik 99 Butiran Tasbih Oleh:Asrifin An Nakhrawie S.Ag
 
       Saudaraku, perumpamaan kalimat tahlil bagaikan dua sisi mata uang.Ya disatu sisi ia jaminan masuk syurga dan pada sisi lain ia juga jaminan tidak akan masuk neraka.
 
 

          Dan sungguh,begitu agung Rahmat Allah kepada semua hambaNya yang beriman
sebesar apapun dosa yang dipikul oleh seorang hamba,bahkan sepantas apapun hamba tersebut masuk neraka,jika ia masih punya iman dan pernah mengikrarkan keimanannya itu dalam kalimat Syahadat atau kalimat Tahlil maka Allah akan menyelamatkannya dari siksa api neraka.Ya,meskipun orang tersebut sudah terlanjur masuk neraka karena sebab keburukkan amalnya,ia tetap akan ditarik dari siksaan tersebut. 
 
Ini menunjukkan bahwa iman yang diikrarkan dalam kalimat tahlil adalah sebuah jaminan akan dimasukkan dalam syurga,meski sudah terlanjur masuk neraka. Ini adalah suatu bukti, kalimat Laa ilaha illallah akan menjadi jaminan bahwa seorang hamba tak akan kekal selama-lamanya merasakan kepedihan adzab neraka.Kenyataan ini tentu berbeda sekali dengan orang-orang kafir yang tak punya iman sekaligus tak pernah mengucapkan kalimat Tahlil dan Syahadat.
 
         Kala mereka merasakan pedihnya api neraka,maka siksaan itu akan terus berlangsung tanpa adanya batas waktu.Al-Qur`an mengistilahkan keberadaan mereka
Dalam neraka:Khaaliidiina fiha abada,yakni kekal untuk selama lamanya tanpa ada batas waktu kesudahannya.
 
•Kembali setentang fadhillah kalimat tahlil.Sebuah Hadist dijelaskan bahwa suatu saat Abu Dzar meminta kepada Nabi SAW agar memberi nasehat kepadanya:
Nabi SAW bersabda:
 
 
 
 
“Jika kamu telah berbuat buruk,segeralah mengikutinya dengan melakukan amal baik,sebab hal itu akan menghapuskan keburukan.Saya bertanya:”Ya Rasulullah apa bacaan:Laa ilaha illallah itu termasuk kebaikan?”Sabda beliau”Itu adalah kebaikan yang paling utama.” (Al-Hadist)
 
 
•Dalam Hadist yang lain Nabi SAW menyatakan sendiri, Sabda beliau:
 

 
Barangsiapa yang membaca:Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalahu ahadan shamadan lam yalid walam yuulad walam yakun lahu kufuan ahadun.Maka Allah SWT akan menulis baginya dua juta kebaikan.” (Al-Hadist)

 
       Ketahuilah bahwa akan banyak kisah derita dan kesengsaraan yang bakal menyelimuti perjalanan manusia kelak pada hari Kiamat. Mulai dari dibangkitkannya dari alam kubur,sampai pada masa menunggu proses pertimbangan amal dipadang mahsyar. Pada masa-masa itu sungguh manusia dalam keadaan sengsara dengan diliputi penderitaan yang teramat berat.Semua manusia merasakan kepanasan dan kepayahan yang menyedihkan. 
 
       Tapi ironisnya tidak ada pertolongan saat itu dan tidak ada satupun manusia yang sanggup memberi pertolongan kecuali mereka secara sendiri-sendiri berupaya mencari pertolongan.Disaat seluruh manusia sibuk bercampur bingung dan kalut mencari pertolongan kesana kemari,pada saat itulah Nabi Muhammad SAW hadir sebagai seorang Nabi yang memberikan sebuah pertolongan berupa syafaat.Kehadiran pertolongan Nabi berupa syafaat pada saat seperti itu tentu tak ternilai harganya.Sayang pertolongan tersebut tidak semua orang menerimanya,lantas siapakah orang-orang tertentu yang berhak mendapatkan syafaat tersebut?
 
Jawabnya adalah tersebut dalam sebuah Hadist:
 

 

Dari Abu Hurairah ra,dia berkata:”Aku bertanya kepada Rasulullah SAW,Ya Rasulullah
Siapakah oran g yang paling bahagia dengan memperoleh syafaatmu pada hari Kiamat kelak?”
Beliau Rasulullah SAW menjawab:
“Aku telah mendugamu wahai Abu Hurairah,bahwa tidak ada seorangpun yang akan menanyakan masalah ini sebelummu,karena kulihat keinginanmu terhadap Hadist sangat besar.Orang yang paling bahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau dirinya.” (Al-Hadist)
 
 
       Berbahagialah antum yang mungkin saat ini sudah banyak-banyak menyibukkan diri membaca kalimat :Laa ilaha illallah dengan sepenuh hati.Yakinlah bahwa bacaan yang antum amalkan tersebut kelak akan menyebabkan antum menjadi salah satu dari segelintir oran g yang akan merasakan kebahagiaan sebab memperoleh syafaat Nabi. Percayalah tak ada yang sia-sia dengan pengamalan yang antum lakukan selama ini.
 
 
       Allah SWT akan membalas bacaan:Laa ilaha illallah (tahlil) tersebut dengan sesuatu yang nilainya lebih banyak ketimbang seluruh yang ada didunia ini.Allahu Akbar!
       Sampai disini saya akhiri dulu tulisan saya.Terima kasih atas segala perhatian,mohon maaf apabila terdapat kesalahan.Jumpa lagi kita Insya Allah dikesempatan lain dengan tulisan saya yang lain.Wa afwa minkum wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
•••
 
(Bahan-bahan (materi)diambil dan dikutip dari buku:Rahasia dibalik 99 butiran tasbih Oleh:Asrifin An Nakhrawie S.Ag.Penerbit Ikhtiar Surabaya .)
•••
 
Artikel religius ini dapat anda temukan pada website: hajisunaryo.com
 
•••
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.