Akhlakul Karimah Yang Diajarkan Oleh Islam Adalah Qona`ah Dan Tasamuh.

Assalamualaikum,sidang pembaca. Apa kabar? Alhamdulillah jumpa lagi kita (lewat tulisan) kali ini sesuai judul (artikel ini) tersebut diatas,semoga bermanfaat serta menyejukkan.Menjadi sebagai tambahan ilmu dan yang utama sebagai sarana syiar dakwah nilai-nilai Islam kian dapat tersebar luaskan.

         Saudaraku, Qona`ah dan tasamuh adalah dua sifat yang disamping akan membawa manfaat pada diri sendiri,juga akan berpengaruh terhadap terciptanya kondisi sosial yang aman,tentram dan damai terhadap orang lain. Agar sifat mulia ini bisa menjadi ciri atau karakter pada diri kita,maka langkah awal yang harus kita miliki adalah bersyukur atas nikmat Allah SWT,maka kita akan mendapat balasan kelak diakherat. Pada akhirnya sifat-sifat mulia ini akan menjadi identitas pada diri seorang muslim sejati.
 
         Apa pengertian Qona`ah itu? Qona`ah menurut bahasa adalah merasa cukup menerima dengan rela. Sedangkan menurut istilah adalah menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang dari apa yang diberikan Allah SWT kepadanya. Qona`ah bukan berarti hidup bermalas-malasan,tidak mau berusaha dengan segala sesuatu yang diserahkan Allah,namun Qona`ah adalah merasa cukup atas apa yang dimilikinya. Qona`ah merupakan tirai kehidupan,apabila kita mendapatkan rezeki yang banyak hendaknya kita tidak takabur tetapi justru kita ingat kepada saudara-saudara kita sesama muslim yang hidupnya kebetulan serba kekurangan dan kita membantunya dan kita suka bersedekah kepada orang miskin.
 
         Sifat Qona`ah yang dimiliki oleh seorang muslim akan menimbulkan rasa tenang dan tentram dalam hatinya. Dia tidak akan pernah merasa iri apalagi dengki melihat orang lain memiliki harta yang berlebih dan hidup serba berkecukupan karena seorang yang telah memiliki sifat Qona`ah tidak akan berpengaruh pada kehidupannya,melihat kekayaan orang lain,betapapun melimpah ruahnya harta orang itu.
 
         Karena didadanya sudah melekat sifat Qona`ah itu sangat yakin,haqul yakin,bahwa rezeki yang menentukan adalah Allah SWT. Bukankah kemuliaan seseorang itu tidak diukur dari harta yang dimiliki? Akan tetapi dari ketakwaannya apalagi kalau seseorang itu selalu bersyukur maka Allah akan menambah rezekinya. Berbicara soal rezeki,adalah sangat manis kalau kita simak surat Hud  ayat enam dan Hadist Nabi SAW  riwayat Imam Muslim berikut ini.
.Firman Allah SWT:
 
 
“ Dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya“ (QS:Hud:6)
 
 
.Nabi Muhammad SAW bersabda:
 
 
“ Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan rezekinya cukup dan merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya.“ (HR.Muslim)
 
 
        Untuk dapat mengetahui cara berQona`ah yang baik dan benar adalah dengan memaksimalkan kemampuan diri sendiri,serta usaha yang keras,sementara apapun hasilnya apakah sesuai dengan harapan ataupun tidak kita terima sebagai hal yang terbaik menurut Allah SWT untuk diri kita.
        Sebab sesungguhnyalah kita sering tidak mengetahui apa dibalik suatu peristiwa. Jadi kalau toh sesuatu yang kita harapkan itu  gagal kita harus sabar tetapi jika berhasil kita wajib bersyukur.
 
  • Firman Allah SWT yang artinya:
“ Apabila kamu bersyukur kepadaKu akan Aku tambah nikmatKu kepadamu“
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa sifat Qona`ah dapat menimbulkan pola hidup yang sederhana serta menumbuhkan rasa bersaing yang sehat,terutama dalam hal mengejar harta dunia yang tanpa batas tanpa ukuran yang pasti…
 
         Saudaraku,Tasamuh atau toleransi secara bahasa artinya tenggang rasa dan menghargai orang lain dalam berbagai hal. Bersikap tasamuh bukan berarti kita toleran terhadap sesuatu secara membabi buta tanpa memiliki pendirian,tetapi harus disertai dengan suatu prinsip yang ada dan membela kebenaran.
 
        Artinya kita harus tegas dan adil jika dihadapkan pada suatu masalah baik menyangkut diri sendiri ,keluarga maupun orang lain. Walaupun keputusan tersebut akan berakibat pahit kepada diri sendiri.
 
  • Perhatikan Firman Allah SWT:

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang-orang yang benar-benar berdiri menegakkan (kebenaran) karena Allah SWT menjadi saksi untuk adil. Dan janganlah kamu didorong oleh permusuhan terhadap suatu kaum,sampai kamu tidak berlaku adil. Berbuat adillah ,karena keadilan itu lebih dekat kepada taqwa dan bertaqwalah kepada Allah SWT,sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.“ (QS:Al-Maidah:8)
 
 
      Dalam ajaran Islam keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu,baik rakyat jelatapun Raja harus tunduk kepada hukum dan ajaran Allah SWT,jika melanggar ia harus menerima segala konsekwensinya.
  • Sesuai sabda Nabi SAW:
 
 
“ Sesungguhnya Islam itu menghimpun diantara kamu satu sama lain dan memandang sama antara Raja dan rakyat jelata dari segi hukum (sama-sama mempunyai hak dan kewajiban yang akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT.)“(HR.Umar Ibnu Khattab.)
 
       
         Sikap tasamuh atau toleransi terhadap sesama terutama terhadap seorang muslim pada akhirnya akan membias kembali kepada kita. Yaitu banyak memperoleh kemudahan dan peluang hidup karena adanya relasi atau hubungan,disamping itu Allah SWT akan membalas semua kebaikan kita diakherat kelak.
 
  • Perhatikan Hadist Nabi SAW berikut ini:

 
“Siapa yang membantu menghilangkan kesulitan orang mukmin satu kesulitan didunia,niscaya Allah SWT akan menghilangkan dia dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang menghadapi kesulitan,Allah SWT akan memberikan kemudahan kepadanya didunia dan akherat.“ (HR.Muslim)
 
          Adapun toleransi terhadap Non muslim mempunyai batasan-batasan tertentu selama mereka menghargai kita,tidak menyerang,dan tidak mengusir kita dari kampung halaman. Merekapun harus kita hargai,karena pada dasarnya mereka adalah sama-sama mahluk Allah SWT.
 
        Saudaraku,begitu indahnya ajaran Islam sehingga digambarkan dalam sebuah Hadist, yang artinya: “Jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara.“  (HR.Muslim)
 
        Toleransi atau tasamuh merupakan salah satu tiang penyangga kokohnya umat. Sesuai dengan misi Islam yang datang kebumi  untuk mendatangkan Rahmat atau Kedamaian. Rahmat lilalamin bagi agama Islam sudah terbukti sejak kedatangannya.
 
         Dahulu bangsa Arab ini bangsa yang senang bertikai baik antar suku,atau antar kelompok maupun antar kabilah. Namun sejak kedatangan Islam sedikit demi sedikit mereka bisa berdamai. Tasamuh dimulai dari antar pribadi manusia itu sendiri,tanpa harus membedakan suku,agama,ras,dan golongan. Jika antar individu sudah tercipta toleransi  dengan sendirinya akan terbentuk  tasamuh (toleransi) yang lebih luas.
 
  • Firman Allah SWT:

 

“Hai manusia,sesungguhnya Aku menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang lebih dicintai oleh Allah SWT adalah yang lebih bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah SWT maha mengetahui  lagi maha mengenal.“ (QS.Hujurat:13)
 
  • Dalam Hadistnya Nabi SAW bersabda:

“Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu,sehingga mencintai saudaranya sebagaimana mencintai  dirinya sendiri.“ (HR.Bukhari dan Muslim)
 
 
       Sidang pembaca,akhir dari tulisan ini,sekali lagi saya menyampaikan bahwa akhlakul karimah (akhlak mulia) yang diajarkan Islam diantaranya adalah tasamuh dan Qona`ah dan seorang insan muslim yang didadanya telah bersemayam akhlak mulia pasti memiliki sifat sifat terpuji,serta senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT dan menjadikan sifat-sifat mulia ini identitas dirinya sebagai seorang muslim sejati.
 
       Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf atas segala kesalahan. Jumpa lagi kita,insya Allah dengan tulisan saya yang lain dikesempatan lain. Wa afwa minkum Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
 
 
*Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku:Quantum Pendidikan Agama Islam
sesuai kurikulum tingkat satuan pendidikan.(semester Ganjil) Penerbit: Penta Karya Mandiri.*
 
*Artikel religius ini dapat anda temukan pada website: www.Hajisunaryo.com.*
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.