Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada-Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku,sidang pembaca yang terhormat. Iman kepada Allah termasuk rukun iman yang pertama.Iman artinya yakin atau percaya. Ya, kita memang harus yakin dan percaya bahwa Allah itu memiliki sifat – sifat wajib, seperti Sama’ dan Bashar. Selain itu , Allah SWT memiliki Asmaul Husna.
Allah SWT memiliki sifat-sifat wajib diantaranya adalah : Allah bersifat Sama’ ( Maha Mendengar ) dan Allah bersifat Bashar ( Maha Melihat ) . Tetapi kali ini, kita hanya akan membicarakan setentang Allah bersifat Sama’ ( Maha Mendengar ).
Allah SWT bersifat Sama’, artinya Maha Mendengar. Maksudnya, wajib bagi Allah bersifat Maha Mendengar. Dengan sifat ini , Allah mendengar segala ucapan kita meskipun diucapkan dengan suara yang sangat perlahan. Bahkan Allah mendengar juga bisikan hati kita yang baik maupun yang buruk.
Perhatikan Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( QS : Al Baqarah : 127 ) .
Akal sehat kita tidak akan dapat menerima apabila ada orang mengatakan bahwab Allah itu bersifat Ash-shaman, artinya tuli. Apakah sebabnya? Karena tuli merupakan suatu cacat. Hal ini mustahil bagi Allah. Allah adalah Tuhan Yang Maha Sempurna. Tidak ada cacat dan tidak ada sifat – sifat kekurangan pada-Nya.
Bahkan Allah SWT, bukan hanya bersifat Maha Mendengar, melainkan Dia pula yang menciptakan pendengaran semua makhluk-Nya yang ada dimuka bumi ini. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 31 : ( Artinya ) : ” Katakanlah : Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Siapakah yang kuasa ( menciptakan ) pendengaran dan penglihatan? Dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup? Dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab : ” Allah “… ( QS : Yunus : 31 ) .
Dengan demikian, semua suara yang ada di alam ini tidak luput dari pendengaran Allah. Semuanya didengar dan dipahami oleh Allah. Umpamanya kita berdoa kepada Allah dengan suara yang lemah. Meskipun doa itu diucapkan dengan suara lemah, tetapi pasti dapat didengar oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kita tidak perlu ragu – ragu bahwa doa kita tidak akan didengar oleh Allah. Semuanya pasti didengar dan dikabulkan oleh Allah apabila diucapkan dengan ikhlas dan khusyu’.
Disebutkan dalam Firman – Nya : ( Artinya ) : ” Ya Tuhan kami , terimalah ( amalan ) dari kami, sesungguhnya Engkau lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( QS : Al Baqarah : 127 ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Oleh : Drs. H. Hasan Baihaqi, Af *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung