Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Taufik dan Hidayah-Nya lah saya dapat menyusun tulisan ( artikel ) religius, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Matinya ( meninggalnya ) seseorang bisa dibedakan menjadi dua, husnul khatimah dan suul khatimah. Husnul Khatimah, artinya mati dalam keadaan iman, Islam, dan taqwa kepada Allah SWT. Sedangkan Suul Khatimah ialah mati dalam keadaan kafir, musyrik , murtad , fasik, dan sejenisnya. Meskipun, bukan tidak mungkin dulunya termasuk orang beriman dan rajin beribadah. Na Namun, menjelang kematiannya ia berbalik menjadi kufur, tak lain karena keimanannya tak mampu membendung godaan syetan.
Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : ” Hai orang-orang yang beriman , bertaqwalah kepada Allah sebenar – benar taqwa kepada – Nya, dan janganlah sekali – kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. ” (QS : 3 : 102 ) .
Tidak semua atau sembarang orang mengalami mati dalam keadaan husnul khatimah.
Jika selama hidupnya tak pernah melafalkan takbir , dua kalimah syahadat , dan kalimah Allah lainnya, mana mungkin bisa mati husnul khatimah? Bila hidupnya mudah dirongrong syetan, lemah iman, lembek taqwa , mana bisa mati dalam keadaan baik atau khusnul khatimah ? Sebaliknya, justru mereka bakal mati dalam keadaan baik atau husnul khatimah? Sebaliknya justru mereka bakal mati dalam keadaan suul khatimah.
Untuk itulah, marilah kita tingkatkan taqwa dan keimanan kepada Allah SWT. Selama Allah masih memberikan kesempatan hidup, perbanyaklah ibadah dan beramal shaleh. Bila hal – hal itu telah terpenuhi, insya Allah kita akan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat serta mati dalam keadaan husnul khatimah.
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Bilamana Allah menghendaki kebaikan seseorang, diberinya ia kedudukan yang baik, yaitu ditunjukkannya kearah perbuatan yang baik sebelum meninggal, dan setelah itu baru dicabut nyawanya. ” ( HR : Ahmad , Turmidzi , Ibnu Hibban , dan Hakim dari Anas ).
Dalam salah satu Hadist ditegaskan, barangsiapa pada akhir hayatnya sanggup mengucapkan Laa ilaaha illalllah dijamin masuk syurga. Namun, sekali lagi , tidak sembarangan orang mampu mengucapkannya. Semuanya tergantung pada kebiasaan selama hidupnya, disamping orang yang benar – benar dikehendaki oleh Allah lantaran kokohnya iman dan banyaknya tabungan amal shaleh.
Dari Mu’adz ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Barangsiapa akhir lisannya mengucapkan Laa ilaaha illalllah , pasti masuk syurga. ” ( HR : Abu Daud dan Al-Hakim ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : ALAM KUBUR DAN ALAM BARZAKH. Oleh : Drs Mohammad Anwar *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung