APA PERBEDAAN ANTARA NABI DAN RASUL ?

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Rasul berasal dari kata ‘arsala’ yang berarti utusan. Rasul adalah utusan Allah. Rasul adalah manusia pilihan Allah yang menerima wahyu untuk disampaikan kepada umatnya. Misalnya, Nabi Hud as menyampaikan wahyu kepada kaum ‘Ad. Nabi shaleh as menyampaikan wahyu kepada kaum Tsamud. Nabi Musa as dan Nabi Isa as menyampaikan wahyu kepada kaum Bani Israil. Adapun Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan wahyu kepada umat manusia sedunia.
Disamping Rasul, ada juga yang disebut Nabi. Nabi berasal dari kata ‘naba’a’ artinya berita. Jadi, Nabi artinya penyampai berita. Nabi menyampaikan wahyu kepada siapa saja karena Nabi tidak memiliki umat. Apa perbedaan antara Nabi dan Rasul ? Nabi adalah seorang yang diberi wahyu oleh Allah SWT dengan syariat.
Namun, Nabi tidak diperintah untuk menyampaikan syariat tersebut, akan tetapi mengamalkannya sendiri. Adapun Rasul adalah seorang yang diberi wahyu oleh Allah SWT dengan suatu syariat. Rasul diperintah untuk mengamalkannya dan menyampaikan. Setiap Rasul pasti Nabi. Namun, tidak setiap Nabi itu Rasul. Jadi, para Nabi jauh lebih banyak daripada Rasul.
Nabi Khidir as adalah seorang Nabi, tetapi bukan Rasul. Nabi Khidir mengajarkan Islam kepada banyak orang, bahkan mengajar Nabi Musa as. Akan tetapi, Nabi Khidir as tidak memiliki umat karena ia bukan Rasul.
Adapun sifat – sifat wajib Nabi dan Rasul ada empat, yaitu :
1. Sidik ( jujur ).
Nabi pasti bersikap jujur, menyampaikan apa adanya, tidak pernah berbohong walaupun hanya sedikit.
2. Amanah ( terpercaya )
Nabi bersikap disiplin, kerja keras, dan tidak mudah menyerah.
3. Tablig ( menyampaikan )
Nabi selalu menyampaikan semua ajaran Allah tanpa ada yang disembunyikan. Tablig bermakna pula sanggup berbicara dan berkomunikasi dengan baik.
4. Fatanah ( pandai )
Nabi memiliki pandangan jauh kedepan Nabi memiliki ilmu untuk mengantarkan umatnya kejalan yang lurus.
Sebagai seorang muslim yang taat, sudah seharusnya kita dapat meneladani sifat-sifat wajib para Nabi dan Rasul dalam kehidupan sehari – hari kita. Diantara perilaku yang bisa kita tampilkan adalah menjauhi perkataan bohong dan membiasakan berkata jujur.
Nabi Muhammad SAW bersabda : ” Man kaana yu’minu billaahi wal yaumil aakhiri falyaqul khairan au liyasmut. ” ( Artinya ) : ” Siapapun yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau ( jika tidak lebih baik ) diam. ” ( HR : Muttafaqun Alaih ) .
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : Fun Learning Islamic Education 5. Tim Penyusun :Asep Zaenal Ausop, Aris Fazani, Erwan Komara, dan Sholihin Muhammad Syamhudi *

***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.