Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Bimbingan-Nya lah saya dapat menulis ( menyusun ) artikel religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku sidang pembaca yang terhormat. Diberbagai ayat yang tersebar dalam Al-Qur’an, sering kali Allah menyebutkan bahwa Dia adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan segala permintaan hamba. Bahkan dalam sebuah ayat Allah menyerukan agar manusia berdoa kepada-Nya sebab Dia akan mengabulkan segala doa tersebut. Memang benar seperti itu , namun kadang kita sendiri yang tidak memahami apa arti dari
pengabulan doa hingga kita menyimpulkan bahwa doa kita tak dikabulkan oleh Allah.
Ketahuilah bahwa banyak macam ragamnya cara Allah mengabulkan doa-doa dari hamba-Nya. Ada doa itu yang dikabulkan sesuai dengan permintaan, ada yang dikabulkan namun masih ditangguhkan, ada juga doa itu yang dikabulkan dalam bentuk lain yang berbeda dengan apa yang dipinta.
Dalam hal terakhir ini tentu Allah lebih tahu daripada sipemohon doa tersebut.
Namun begitu ada juga doa itu yang memang tak dikabulkan oleh Allah karena sipemohon doa telah melakukan hal-hal tertentu. Salah satu contoh, seseorang yang memakan barang yang haram. Dalam sebuah Hadist pernah dijelaskan bahwa seseorang yang makan barang haram doanya tak akan dikabulkan oleh Allah. Selain melakukan hal-hal tertentu, tidak dikabulkannya doa adalah sebab sipendoa tidak memenuhi persyaratan – persyaratan dalam doanya.
Berkaitan dengan ini, dalam sebuah Hadist pernah dijelaskan : ( Artinya ) : ” Tiada satupun doa kecuali ada sebuah penghalang ( yang tertutup ) antara yang berdoa dengan langit sehingga ia membaca shalawat kepada Nabi Salallahu Alaihi Wasalam : Apabila seseorang yang berdoa membaca shalawat maka terbukalah penghalang itu lalu masuklah doa tersebut. Dan apabila tidak dilakukan seperti itu, maka doa akan kembali. ” ( Al-Hadist ) .
Dalam Hadist lain juga dijelaskan : ( Artinya ) : ” Segala amal terhenti, semua doa tertahan hingga ( pelakunya ) bershalawat kepadaku , bahkan seandainya seseorang kelak di Hari Kiamat datang dengan membawa kebaikan sebanyak seluruh penghuni dunia namun tidak bershalawat kepadaku, maka semua amalnya akan tertolak dan tidak akan diterima sedikitpun. ” ( Al-Hadist ) .
Dari dua Hadist diatas dapat dijelaskan bahwa shalawat sesungguhnya merupakan faktor yang sangat menentukan dalam sebuah doa. Doa yang dipanjatkan oleh manusia, dikabulkan atau tidak bergantung pada bacaan shalawat ini. Dan mungkin berpijak dari ini pula ulama-ulama salaf seringkali memberikan sebuah contoh doa-doa yang kesemuanya itu pasti didahului oleh kata-kata pujian dan kalimat shalawat. Tak hanya dalam masalah doa, dalam masalah shalat pun demikian. Dalam sebuah Hadist pernah dijelaskan bahwa Nabi SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Barangsiapa yang shalat namun didalamnya tidak membaca shalawat kepadaku dan kepada keluargaku maka shalatnya tidak diterima Allah. ” ( Al-Hadist ).
Sungguh , shalawat adalah sebuah penentu, bukan saja bagi doa namun juga bagi amaliyah wajib berupa shalat.
Betapa pun lengkapnya syarat dan rukun shalat itu sudah terpenuhi,namun jikalau didalam shalat tersebut tidak ada bacaan shalawat, maka shalat yang demikian tidak akan diterima oleh Allah. Dari sini kita pun mengetahui bahwa Allah menempatkan bacaan shalawat sebagai sebagai bacaan yang menentukan diterima atau tidaknya sebuah shalat. Itu artinya Allah tak menganggap remeh masalah yang diberikan kepada Nabi-Nya tersebut. Kalau Allah saja menganggap bacaan shalawat sebagai bacaan yang agung , maka bagaimana mungkin kita yang seorang hamba ini menganggap shalawat sebagai bacaan remeh apalagi sampai beranggapan bahwa bacaan itu tidak ada gunanya sama sekali? Astagfirullah! Ya Allah , lindungilah kami ( sidang pembaca ) jangan sampai kita beranggapan seperti itu.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : RAHASIA DIBALIK 99 BUTIRAN TASBIH. Oleh : Asrifin An Nakhrawie, S.Ag. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung