Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Menghiasi kembali ibadah dengan khauf dan raja’ merupakan jalan indah menuju kenikmatan ibadah. Ditambah dengan rasa syukur, ibadah kita akan terasa lebih nyaman dan nikmat. Untuk sampai ketaman kenikmatan ibadah, kendaraannya tidak lain hanyalah hati yang dihiasi dengan khauf , raja’, dan syukur.
Berusahalah untuk menyadari secara jernih , bahwa kita hidup didunia ini dengan berlimpahkan anugerah dan nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Entah berupa nikmat iman, Islam , kesehatan, akal, kesempurnaan anggota badan , harta dan sebagainya. Allah telah menganugerahkan kepada kita nikmat yang banyak.
Lalu , mengapa kita enggan bersyukur kepada – Nya dengan menyuguhkan ibadah dan penghambaan yang tulus ? Padahal diakhirat nanti, Allah masih menyediakan kenikmatan abadi yang kelezatannya belum pernah terbetik dalam hati, terlihat oleh mata, dan terdengar oleh telinga , yakni syurga yang sangat indah. Mengapa hati kita begitu beku untuk segera tergugah semangat ibadah?
Padahal diakhirat kelak, Allah juga menyiapkan tempat mengerikan untuk membakar orang – orang yang berpaling dari – Nya, yakni Neraka yang siksaannya begitu pedih dan mendatangkan rintihan panjang serta penyesalan.
Mahasuci Allah. Berbahagialah orang – orang yang dengan tulus menghiasi hidupnya didunia ini dengan pengabdian yang tulus kepada Allah, ketundukkan, khauf , raja’, dan syukur. Shalat, puasa, sedekah, tadarus Al-Qur’an , dzikir dan ibadah yang lain ia lakukan dengan hati yang lapang , tanpa merasa berat sedikitpun. Hatinya dinaungi keikhlasan. Ketika beribadah, ia laksana sedang tamasya. Selama bertamasya, jiwanya merekah dipenuhi senyum kesadaran. Allah SWT berfirman, (Artinya ) : ” Sungguh beruntunglah orang -orang yang mensucikan jiwanya dan sungguh merugilah orang – orang yang mengotorinya. ” ( QS : Asy-Syams : 9-10 ) .
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AGAR HATI TAK MATI BERKALI-KALI. Oleh : Muhammad Al – Bani. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung