Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Maunah-Nya lah saya dapat menyusun tulisan ( artikel ) religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Kehidupan manusia ada tiga macam, yaitu :
Pertama : Kehidupan dunia , yaitu kehidupan sebagaimana yang kita alami sekarang. Dalam kehidupan didunia ini manusia dapat merasakan kebahagiaan atau kesengsaraan jasmani dan ruhani.
Kedua : Kehidupan dialam kubur, yaitu kehidupan manusia setelah ruh nya dipisahkan dari badannya. Dalam kehidupan dialam kubur ini ruh manusia merasakan kenikmatan atau siksaan.
Ketiga : Kehidupan di akhirat, yaitu suatu kehidupan setelah ruh manusia dikembalikan ke badannya. Dalam kehidupan akhirat ini ruh-ruh manusia menyatu kembali dengan badannya , sebagaimana kehidupan manusia didunia.
Setelah malaikat Israfil meniup Sangkakala pertama kali, terjadi peristiwa yang sangat dahsyat, yaitu hancurnya alam semesta beserta isinya. Setelah semua makhluk didunia mengalami kematian, atas perintah Allah malaikat Israfil meniup Sangkakala untuk yang kedua kalinya. Pada tiupan Sangkakala kali ini semua manusia yang telah mati, sejak manusia pertama sampai manusia yang terakhir, dibangkitkan kembali.
Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : ” Dan ditiuplah Sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya ( menuju ) kepada Tuhan mereka. ” ( QS : Yaa Siin : 51 ) .
Didalam surat Al Haji ayat 7 disebutkan , yang artinya sebagai berikut : ” Dan sesungguhnya Hari Kiamat itu pasti datang , tak ada keraguan padanya, dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang didalam kubur. ” ( QS : Al Haji : 7 ) .
Pada waktu dibangkitkan, keadaan manusia berbeda – beda. Perbedaan itu menunjukkan amal perbuatan manusia selama hidup di dunia. Manusia yang baik amal ibadahnya, bertaqwa kepada Allah SWT, maka badan dan ruhnya dibangkitkan dalam keadaan yang sempurna. Adapun orang yang buruk amal perbuatannya, serta ingkar kepada Allah, maka badan dan ruhnya dibangkitkan dalam keadaan yang buruk pula.
Bagaimanakah Allah mengembalikan ruh manusia kedalam badan yang telah hancur ? Bagi Allah perkara mengembalikan ruh kedalam badan manusia yang telah hancur dan menghidupkannya kembali , bukanlah hal yang sulit. Allah Maha Kuasa. Apapun yang dikehendaki Allah harus terjadi, maka apapun dapat terjadi. Allah telah menciptakan manusia dari tidak ada menjadi ada. Oleh sebab itu , tidaklah sulit bagi Allah untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK. Oleh
: Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung