Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena sesungguhnyalah saya dapat menulis ( menyusun ) artikel religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas, pada hakikatnya semata-mata adalah karena izin, karena perkenan, karena kehendak Allah SWT. Saya yakin, haqul yakin tanpa izin, tanpa perkenan, tanpa kehendak-Nya, saya tidak akan pernah bisa menulis seperti ini. Oleh karena itu, tidak berkelebihan kiranya kalau sekali lagi saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Illahi Rabbi, Tuhan Seru Sekalian Alam. Dia pencipta langit dan bumi, Dia penguasa tunggal di Hari Pembalasan Nanti, Dia itu Maha Dzat yaitu Allah SWT. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Seberapa nikmatkah saat mata manusia melihat wajah Allah, Dzat Yang Maha Agung dan Maha Suci atas segala – galanya? Wallahu a’lam ! Yang jelas kenikmatan tertinggi sewaktu manusia merasakan nikmatnya syurga adalah bisa melihat wajah Allah, Dzat Yang selama hidup mereka sembah, mereka agung-agungkan, mereka suci – sucikan dan mereka puji.
Kalau anda bertanya tentang seberapa besar kenikmatan hati penghuni syurga kala melihat wajah Allah , maka bagaimana mungkin hal itu bisa dijelaskan sementara kenikmatan dibawahnya saja mata tak sanggup melihatnya , telinga tak sanggup mendengarnya dan hati tak sanggup membayangkan?
Sungguh Al-Qur’an dan Al-Hadist sendiri belum pernah menyindir tentang betapa kenikmatan itu akan diterima oleh para penghuni syurga. Mereka melihat wajah Allah. Jika dalam kenikmatan – kenikmatan lain Al-Qur’an dan Hadist telah memberikan sedikit gambaran lebih jelas tentang berbagai kenikmatan syurga dan fasilitasnya, maka untuk menggambarkan kenikmatan melihat wajah Allah ia tak banyak memberikan pelukisan.
Tentang bagaimana indahnya wajah Allah dan segala yang berhubungan dengan sifat dan Dzat – Nya sama sekali belum bisa dijelaskan.
Dalam salah satu ayat hanya dijelaskan sekilas sebagaimana berikut : ( Artinya ) : ” Wajah – wajah para ahli syurga pada hari itu sangat berseri-seri, sebab bisa melihat wajah Allah.” ( QS : Al-Qiyamah : 22 – 23 ) .
Lantas, seperti apakah keindahan dan keelokan wajah Allah? Kalau kecantikan bidadari , keanggunannya, kemolekan tubuhnya dan kekuatan daya seksnya bisa dijelaskan dengan berbagai pelukisan yang bisa membangkitkan visualisasi dalam diri manusia, maka tidak demikian hal nya jika kenikmatan puncak melihat wajah Allah ini digambarkan.
Hanya saja Nabi Muhammad SAW pernah menggambarkan tentang kenikmatan itu dalam sebuah Hadist seperti berikut : ( Artinya ) : . “Apabila para ahli syurga telah memasuki syurga , maka Allah SWT berfirman : ” Jika kalian menginginkan sesuatu, pasti aku akan menambahkannya. ” Para ahli syurga itu menjawab:” Bukankah Engkau telah menjernihkan wajah – wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami semua kedalam syurga? Bukankah Engkau telah menyelamatkan kami dari api neraka? ” Lantas diangkatlah tabir ( yang sebelumnya menutupi Allah ), maka tidak ada satupun kenikmatan yang dikaruniakan kepada mereka yang mereka rasakan lebih nikmat daripada melihat kepada Tuhan mereka itu. Rasulullah SAW kemudian membacakan sebuah ayat :” Bagi orang – orang yang berbuat baik adalah balasan baik dan tambahan lagi dari itu ( yakni dapat melihat wajah Tuhan ). ( HR : Muslim ) .
Itulah sedikit gambaran yang dijelaskan oleh Nabi SAW tentang betapa nikmat dan tingginya Karunia di syurga pada saat manusia bisa melihat wajah Tuhannya. Namun sekali lagi tak ada gambaran yang jelas tentang betapa indah dan eloknya wajah Allah itu. Dan ini memang tak ada gambaran yang bisa mewakili untuk menjelaskannya. Kalau kenikmatan lain di syurga masih dalam taraf ‘belum bisa’ dijangkau oleh deskripsi indra manusia. Dan ini sudah lama terbukti. Bukankah saat Allah menampakkan diri-Nya kepada Nabi Musa, sebuah bukit langsung luluh dan Musa sendiri langsung pingsan, sebab indranya tak mampu menangkap keindahan wajah Allah?. Wallahu a’lam! Semoga kita semua kelak ditakdirkan oleh Allah sebagai hamba – hamba yang bisa merasakan puncak kenikmatan syurga, yakni dapat melihat wajah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin …
Saudaraku , sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : INDAHNYA SYURGA PEDIHNYA NERAKA. Oleh : Asrifin An Nakhrawie, S.Ag . *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung