Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada-Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Dalam Al-Qur’an surat Al Kahfi, diceritakan bahwa Nabi Musa as bertemu dengan Nabi Khidir as dan bermaksud menuntut ilmu kepadanya.
” Kamu tidak akan sanggup ikut denganku. ” kata Nabi Khidir ketika Musa menyampaikan maksudnya.
” Kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup. Mana mungkin kamu bisa tahan dan sabar bersamaku.”
” Insya Allah aku akan sabar , engkau boleh lihat nanti. ” jawab Musa. Kemudian katanya : ” Dan aku tidak akan menentang atau pun membantahmu. ”
” Baiklah. Kau boleh ikut dengan aku. Tetapi ingat , jangan tanyakan apapun sampai aku menerangkannya kepadamu. ” kata Nabi Khidir memberi syarat. Nabi Musa menyetujuinya.
Maka merekapun berjalan, hingga mereka tiba ditepi laut. Kemudian mereka naik perahu. Pembaca tahu , apa yang dilakukan Nabi Khidir? Dia melubangi perahu itu! Tentu saja Nabi Musa terperanjat.
” Hai, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu melubangi perahu ini? Bukankah itu bisa mencelakakan penumpangnya? ” teriak Nabi Musa.
” Sudah kukatakan, kamu tidak akan sabar bersamaku.” kata Nabi Khidir.
” Oh ya. Aku lupa. Maafkanlah aku. ”
Merekapun berjalan lagi . Sampai akhirnya mereka bertemu dengan seorang anak laki – laki. Tahukah pembaca , apa yang dilakukan Nabi Khidir terhadapnya? Dia membunuh anak laki – laki itu! Melihat itu, tentu saja Nabi Musa protes. Tetapi Nabi Khidir hanya menjawab : ” Bukankah sudah kukatakan, bahwa kamu tidak akan sabar bersamaku .” Sekali lagi Musa meminta maaf.
” Jika sekali ini aku masih bertanya atau berkomentar tentang sesuatu, tinggalkan saja aku.” katanya. Kemudian mereka meneruskan perjalanan, hingga sampailah mereka disuatu desa. Mereka meminta sesuatu untuk mengganjal perut, tetapi tidak ada yang mau memberi. Kemudian mereka melihat sebuah dinding rumah yang hampir roboh. Nabi Khidir, tanpa disuruh segera menegakkan dinding itu. Musa pun merasa gatal untuk berkomentar.
” Wah kamu bisa lho , meminta upah atas pekerjaan itu.” katanya. Mendengar itu , Nabi Khidir pun berkata : ” Kita memang harus berpisah , karena ternyata kamu tidak dapat memenuhi persyaratan yang sudah kita sepakati. Sekarang dengarkan baik – baik, mengapa aku melakukan semua itu? Perahu yang aku lubangi itu adalah milik orang – orang miskin ( para nelayan ). Sengaja aku melubanginya, sebab didepan sana ada bajak laut yang siap merampoknya. Adapun anak itu kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin. Sementara anak itu cenderung berbuat jahat. Aku khawatir ia akan menyeret mereka kepada kekafiran,makanya ia kubunuh, dengan harapan Allah menggantinya dengan anak yang shaleh. Kemudian dinding rumah itu , aku sengaja menegakkannya karena dibawahnya ada harta simpanan milik dua orang anak yatim. Dengan begitu, mereka bisa mengambilnya kelak setelah mereka dewasa.
Itulah sepenggal kisah tentang Nabi dan Rasul yang diceritakan didalam Al-Qur’an.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : ISLAM AGAMAKU. Oleh : TIM PENYUSUN FAKULTAS TARBIYAH IAIN SUNAN KALIJAGA JOGJAKARTA. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
*Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung