MEMELIHARA KETENANGAN JIWA

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Maunah-Nya lah saya dapat menyusun tulisan religius sesuai judul tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Kalau kita meneliti gera-gerik kita, kemudian kita menafakurinya akan ternyata bagi kita bahwa kesemuanya atas perintah dari suatu anggota yang disebut qalbu ( hati ). Hati itulah yang menggerakkan seluruh anggota kita dan hati pula yang menampung segala kejadian yang terasa oleh seluruh anggota. Enak tidaknya, senang susahnya , halus kasarnya, bagus jeleknya dan sebagainya. Setelah hati menerima laporan dari syaraf yang tersebar diseluruh anggota , hati mengolahnya untuk mengadakan reaksi, menerima , menolak, membalas, menangkis. Bilamana hati telah mempunyai kesimpulan , ia akan menyuruh akal untuk mencari jalan dan upaya pelaksanaannya.
Bila kita mendapat kesenangan, kadang kala hati suka merasa takabur atau riya’, ujub dan sebagainya. Dan sebaliknya bila mendapat kecelakaan, bahaya atau kesusahan, hati akan ciut dibuatnya. Oleh karena itu betapa beratnya tugas hati. Bilamana hati merasa kewalahan menghadapi sesuatu , adakalanya dapat menimbulkan penyakit yang berat, seperti penyakit syaraf, darah tinggi sampai lumpuh dan penderitaan lainnya.
Oleh karena itu agar tugas hati dapat lebih ringan, hingga sanggup bertahan dan mampu menghadapi segala kejadian, satu – satunya jalan yang terbaik ialah dengan tawakal kepada Allah dan melaksanakan semua ajaran Islam yang berpedoman kepada Al-Qur’an. Karena Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” Itulah kitab ( Al Qur’an ) yang tidak diragukan padanya, menjadi petunjuk bagi orang-orang yang taqwa “. ( QS : Al Baqarah : 2 )
Al-Qur’an betul – betul menjadi petunjuk yang paling ampuh, sebab Al-Qur’an memberikan petunjuk mengenai segala peraturan yang kita alami berupa hukum syari’at dan juga petunjuk untuk membekali rohaniah kita agar kuat dan stabil, yaitu dengan ilmu keimanan dan sifat yang terpuji.
Dengan keimanan yang kokoh kuat kepada Allah berikut sifat-sifat kesempurnaan-Nya yang lazim disebut Sifat Duapuluh, jiwa kita akan kuat , tabah menghadapi segala kejadian yang menyusahkan dan takkan takabur dengan kesenangan. Kita tidak akan mencari jejak untuk melangkah, sebab hati kita selalu berhubungan dengan Dzat Yang Maha Agung, Maha Kuasa , Pemberi hidayah dan taufik kepada kita .
Keimanan diperlengkapi dengan sifat – sifat yang terpuji, seperti : tawakal , tawadu, sabar, tak putus asa , selalu mengharapkan hidayah dan taufik-Nya. Bilamana hati kita dipenuhi oleh keimanan dan sifat – sifat terpuji, pasti badan kita menjadi kuat dan akan mampu mengatasi segala persoalan, serta akan terhindar dari bermacam-macam penyakit yang berbahaya.
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Ingat! Sesungguhnya dalam jasad kita ada segumpal darah, bilamana darah itu baik, baik pula seluruh jasad dan bilamana darah itu rusak , rusak pula seluruh jasad. Ingatlah ! Dia itu adalah hati. ” ( Al-Hadist ) .
Dengan Hadist ini jelaslah , bahwa baik buruknya jasad dan seluruh anggota kita tergantung kepada hati. Hati itu memang pemimpin seluruh anggota.
Oleh karena itu sasaran pertama penerapan ajaran Islam adalah hati itu sendiri. Sesudah hati cenderung kepada Islam, barulah kita masukkan ajaran – ajaran Islam yang berupa hukum syara’.
Agar keimanan kita betul-betul mantap, perbanyaklah berdzikir kepada Allah. Tanpa banyak berdzikir kepada – Nya tidak akan mungkin mantap. Sebagaimana peribahasa : ” Kalau tak kenal maka tak sayang ” .
Dengan banyak berdzikir kepada Allah, makin tenang pikiran kita, dan ketenangan merupakan modal utama dalam setiap pekerjaan.
Kalau pikiran tenang, sesuatu yang terlupakan dapat ingat dan dengan tidak tenang, sesuatu yang terlupakan dapat ingat dan dengan tidak tenang, sesuatu yang ingat bisa terlupa.
Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah ( dzikir ), hati menjadi tenang .” ( QS : Ar-Ra’du : 28 ).
Dan Firman – Nya : ( Artinya ) : ” … dan ingatlah Allah ( dzikir ) banyak – banyak supaya kalian beruntung.” ( QS : Al – Jumu’ah : 10 ) .
Dalam ayat ini Allah menjelaskan keuntungan orang yang banyak berdzikir, yaitu berbahagia. Kebahagiaan ini bukan hanya di akhirat , melainkan didunia pun akan terasa, antara lain : memudahkan datangnya ilham ( petunjuk Allah ) , tercapainya ketenangan , menimbulkan kesan yang amat baik bagi keluhuran budi pekerti atau Akhlaqul Karimah, dilindungi dari musuh dan mudah di ijabah doa’nya.
Marilah kita perbanyak dzikir kepada Allah agar ketaqwaan kita meningkat, ketenangan jiwa terjamin dan akan menimbulkan rasa segan berbuat maksiat.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : HIMPUNAN KHUTBAH. Seri 1. Oleh : H. Moch. Anwar. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.