Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Bimbingan-Nya lah saya dapat menyusun tulisan religius, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Ibu berperan paling utama dalam mendidik anak kepada agama. Lebih besar tanggung jawabnya dibanding bapak. Sebab ibu lebih banyak bergaul dengan anak ketimbang bapaknya.
Sidang pembaca , sudah dapat dipastikan bahwa rusaknya anak adalah akibat dari kurangnya perhatian ibu bapak terhadap pendidikan agama bagi anak – anak mereka sejak kecil.
Lalu bagaimana cara yang mudah, yang dapat dilakukan oleh ibu dalam tugasnya mendidik anak ditengah – tengah tugas lain dalam kehidupan dunia yang bertambah ramai ini ?
Kesulitan – kesulitan yang kita alami sekarang ini ialah disebabkan karena kelalaian kita membiarkan segala persoalan berjalan secara sendiri-sendiri. Apabila kita dikejutkan oleh suatu kesulitan, baru mencari-cari jalan keluar penyelesaiannya. Berusaha menyembuhkan sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain.
Persoalan sendiri sebenarnya mudah diatasi. Tetapi karena kesibukan urusan dunia yang mengurus seluruh waktu dan perhatiannya, menyebabkan ia lupa tanggung jawab kepada putra-putrinya.
Ibu bapak meluangkan waktu satu jam saja setiap hari untuk mendidik anak-anaknya, misalnya diwaktu makan , maka anak akan memperoleh manfaat yang sangat besar sekali.
Apabila setiap hari satu masalah hukum agama diajarkan kepada anak, maka lebih dari tigaratus yang didapatnya dalam setahun. Ibu bapak supaya mendidik anaknya agar suka bertanya, mengajarkan kritis, memberi pengertian akan manisnya menuntut ilmu. Dialog, diskusi dan tukar informasi antara ibu bapak dengan putra-putrinya akan memperkokoh ikatan dan membuka jalan bagi anak dalam mengungkap masalah-masalah pribadinya.
Para orangtua harus menyadari, bahwa ia bekerja untuk anak – anak mereka. Karenanya, ia harus meluangkan waktu bagi mereka. Orang tua akan keliru kalau ia korbankan yang pokok untuk mendapatkan ranting dan dahan.
Anak menjadi nakal, berbuat kejahatan , penyebabnya karena kurang perhatian, kasih sayang dan pengertian serta waktu yang cukup dari kedua orang tuanya. Kekurangan-kekurangan itu mereka dapatkan diluar rumah.
Salah satu tujuan perkawinan dalam Islam ialah terciptanya cinta dan kasih sayang yang menyebabkan suburnya kasih sayang adalah putra – putrinya. Maka seharusnya cinta dan kasih sayang tersalur selalu dari hati kedua orang tua kepada putra-putrinya. Kemudian , cinta dan kasih sayang dari anak-anak kepada ibu bapak, paman, bibi atau kepada masyarakat yang kecil yaitu keluarga. Kemudian kepada masyarakat besar yaitu umat Islam keseluruhannya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : ANDA BERTANYA ISLAM MENJAWAB. Oleh : Prof. Dr. M. Mutawalli Sya’rawi *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *.
***
*Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung