MENDIDIK HATI MENGGAPAI CINTA ILAHI

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Hati memiliki kepekaan yang dapat digunakan untuk melihat ,asalkan kepekaan itu senantiasa dibina dan diasah, secara rutin. Dengan kepekaan yang tajam, seseorang dapat melihat jalan Allah. Sebaliknya , hati yang dibiarkan tumpul tanpa dibina dan diasah akan mudah terkena polisi kemaksiatan. Membiarkan hati terus-menerus dalam kemaksiatan akan menyebabkan hati menjadi buta.
Dalam salah satu Hadistnya yang lain, Nabi Muhammad SAW telah bersabda, ( Artinya ) : ” Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh tubuh, dan bila ia rusak, rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati. ” ( HR : Bukhari ) .
Dari sabda Rasulullah SAW tersebut, setidaknya ada dua pemahaman penting yang dapat kita ambil dan kita jadikan bahan renungan lebih lanjut.
Pertama : Tubuh ini ibarat sebuah kerajaan dan yang menjadi rajanya adalah hati. Hati adalah penentu tingkah laku tubuh. Tingkah laku yang jelek disebabkan oleh kotornya hati, sedangkan perbuatan mulia selalu dimotori oleh hati yang bersih.
Kedua : Karena hati adalah penentu tingkah laku tubuh, maka hati harus dididik, agar kebaikan senantiasa mengalir didalamnya. Hati harus ditempa, agar ketakwaan senantiasa menjadi kuat. Hati harus bening agar cinta Illahi dapat “dipersunting ” . Wacana pendidikan hati disini merupakan upaya pembersihan hati dari segala dosa dan kemaksiatan serta sebagai pelatihan hati agar selalu condong kepada kebaikan.
Upaya pembersihan dan pelatihan hati ini sang sangat diperlukan, mengingat hati manusia mudah berubah ( sesuai dengan makna al-qalbu yang berarti berubah ), sehingga dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin Amru bin Ash, Nabi SAW berdoa : ” Ya Allah, Dzat yang mengubah – ubah ( membolak balik ) hati, teguhkanlah hati kami untuk selalu taat kepada – MU. ” ( HR : Muslim ).
Saya akhiri tulisan religius ini, terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf
apabilaterdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AGAR HATI TAK MATI BERKALI-KALI. Oleh : Muhammad Al- Bani *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.