Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Maunah-Nya lah saya dapa menyusun ( artikel ) religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku , sidang pembaca yang terhormat. Selama kita masih dikaruniai kehidupan oleh Allah SWT didunia yang fana ini , kita wajib senantiasa mengingat atau dzikir akan adanya kematian kita sendiri, yang pasti akan menjumpai setiap saat dan waktu kepada kita itu. Ia akan datang tanpa memberitahukan terlebih dahulu, tanpa menantikan persetujuan kita suka atau tidak dicabut ruhnya.
Ringkasnya jikalau kematian telah tiba saatnya, ia akan datang secara serta merta, tidak pandang apa yang sedang kita lakukan dikala itu. Kita dapat ditemui ajal selagi enak – enaknya naik mobil atau naik pesawat terbang, dapat pula didatangi olehnya selagi kita sedang bercumbu-rayu dengan kekasih ( istri ), dapat juga direnggut nyawa kita selagi kita berpesta , menonton ( bioskop, TV, Video. ) , tidur , dan lain – lain lagi. Maka itu penting sekali kita selalu mengingat – ingatnya. Perlunya ialah supaya kita tetap bertaqwa atau takut yang Sebenar – benarnya kepada Allah SWT, juga agar kita gemar memperbanyak amalan shaleh dan sama sekali menghindarkan diri dari kemaksiatan, kemungkaran dan segala macam keburukan dan kejahatan. Dengan berkelakuan sedemikian itu pasti kita akan memperoleh keridhaan Allah SWT. Dalam hal ingat kepada kematian ini , Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Perbanyaklah mengingat kematian, karena sesungguhnya yang demikian itu dapat menghapus dosa dan membuat kita berzuhud didunia ini. ” ( HR : Imam Ibnu Abid Dunya ).
Kemudian dalam Hadist lain, Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Sepandai-pandai manusia itu ialah orang-orang yang lebih banyak ingatnya kepada kematian dan sangat cukup persiapannya untuk menemui kematian itu. Orang – orang yang sedemikian itulah yang benar – benar disebut orang – orang pandai dan mereka itu akan pergi ( ke alam baka ) dengan membawa kemuliaan dunia dan kemuliaan akhirat. ” ( HR : Imam Ibnu Majah ) .
Namun demikian , kita tidak boleh salah paham. Keliru dan salah besar jikalau dengan senantiasa mengingat kematian itu, lalu menyebabkan kita tidak suka bekerja atau giat mencari kemajuan keduniaan. Jadi amalan akhirat wajib dipergiat dan amalan duniapun tidak boleh sama sekali dilalaikan. Ini sesuai dengan apa yang difirmankan Allah SWT : ( Artinya ) : ” Dan carilah pahala di akhirat dengan menggunakan apa-apa yang sudah dirizkikan ( dikaruniakan ) Allah padamu. Sekali pun demikian, janganlah engkau melalaikan bahagianmu dari urusan keduniaan, serta berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu. ” ( QS : Al – Qashash : 17 ).
Kemudian Rasulullah SAW juga bersabda : ( Artinya ) : ” Bekerjalah untuk mencari keduniaanmu, seolah-olah engkau akan hidup selama – lamanya dan Bekerjalah untuk akhiratmu, seolah-olah engkau akan mati esok hari. ” ( HR : Imam Ibnu ‘Asakir ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : INILAH HARI PEMBALASAN ( KIAMAT ). Oleh : Moch Abdai Rhathomy. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung