Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Taufik dan Hidayah-Nya lah saya dapat menyusun tulisan ( artikel ) religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Allah menciptakan bumi dan makhluk secara berpasang-pasangan, langit dan bumi, siang dan malam , bulan dan matahari , laki-laki dan perempuan , besar-kecil, tua-muda , dunia akhirat , syurga neraka , baik buruk , jahat shaleh, siksa kubur , nikmat kubur dan seterusnya.
Sedikit banyak kita sudah tahu setentang siksa kubur. Kini mari kita membicarakan setentang masalah nikmat atau pahala kubur.
Nikmat atau pahala kubur diberikan kepada orang-orang yang semasa hidupnya bertaqwa kepada Allah, gemar beramal shaleh , rajin beribadah, Iman kepada Allah, dan kebajikan lainnya. Jelasnya, kenikmatan kubur diperoleh lantaran amalan-amalan shalehnya selama didunia. Bukan karena anak istri, harta kekayaan, kedudukan, pengaruh, dan pengikutnya. Dari Al-Bazar, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Tujuh macam amalan yang akan terus mendatangkan pahala bagi seorang hamba didalam kubur ialah : Orang yang mengajar ilmu agama, orang yang mengalirkan sungai, orang yang menggali sumur , orang yang menanam pohon yang berbuah, orang yang membangun Masjid, orang yang mewariskan Al-Qur’an, orang yang mempunyai anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. ” ( HR : Al Bazzar ).
Dalam Hadist lain Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Empat macam pahala yang terus mengalir setelah pelakunya meninggal dunia ialah : Orang yang mati di jalan Allah , orang yang mengajarkan ilmu yang bermanfaat , orang yang memberikan amal jariah, dan orang yang
meninggalkan anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. ” ( HR : Ahmad , dan Thabrani ).
Riwayat lainnya menegaskan, bahwa putuslah segala perbuatan yang mendatangkan pahala, kecuali tiga perkara : Ilmu yang bermanfaat, amal jariah, dan anak shaleh yang mendoakan orang tuanya.
Hal itu sesuai dengan Hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim : ( Artinya ) : ” Jika seseorang mati putuslah amalnya, kecuali tiga perkara : Amal jariah, ilmu yang bermanfaat , dan anak shaleh yang mendoakan orang tuanya. ” ( HR : Muslim ) .
Pengertian Hadist diatas jelas, matinya seseorang berarti putusnya segala amalannya, kecuali selama hidupnya mempunyai tiga perkara tersebut sehingga pahalanya terus mengalir, meskipun ia sudah mati. Sudah barang tentu , amalan – amalan yang tidak putus itu membawa kebaikan bagi pelakunya didalam kubur : dilapangkan dan diterangi kuburnya. serta terhindar dari dahsyatnya siksa kubur. Sebaliknya, justru mendapatkan kenikmatan dan pahala kubur, yang kemungkinan besar bakal terus dirasakannya hingga akhirat.
Saudaraku , sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : ALAM KUBUR DAN ALAM BARZAKH. Oleh : Drs Mohammad Anwar *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung