Assalamualaikum wr wb. Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya. Kami memuji-Nya , memohon pertolongan-Nya dan memohon ampunan-Nya. Dia telah menyempurnakan agama-Nya dan dengan itu Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepada kita serta meridhai Islam sebagai agama.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Ada pepatah jawa mengatakan : ” Kebo Nusu GUDEL”
( Kerbau menyusu kepada anaknya ) adalah satu ibarat yang tinggi bersama perubahan-perubahan nilai. Dimana seharusnya anak itu yang menyusu kepada orang tua , melainkan sekarang justru orang tua yang harus menyusu kepada anak. Yang tak lain anak sekarang berani memerintah orang tua. Orang tua sebagai buruh dari anaknya dan harus menurut kepada anaknya. Kayaknya sudah membudaya dan bukan masalah asing lagi, sementara orang tuapun tidak merasakan apa – apa kecuali diam.
Kedua : budaya salam hilang,kecuali orang orang Islam hanya mengucapkan salam kepada orang-orang sesama muslim yang dikenal saja. Bahkan sekarang yang kenal sekalipun kadang hilang ucapan – ucapan ” Assalamualaikum…” sebab katanya kuno ketinggalan zaman. Padahal semua peringatan zaman akhir sebagai tanda Kiamat sudah dekat.
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Diantara tanda – tanda Kiamat ialah , manakala seseorang lelaki ( masuk ) ke Masjid, kemudian didalamnya ia tidak mengerjakan shalat dua rakaat ( shalat tahiyatul masjid ). Bilamana seorang laki-laki tidak mengucapkan salam kecuali hanya kepada orang-orang yang ia kenal saja. Serta bilamana anak – anak kecil menjadikan orang yang sudah tua sebagai pesuruh ” ( HR : Imam Thabrani melalui Ibnu Mas’ud ra ) .
Banyak anak yang memfungsikan orang tua dalam rumah tak ubahnya sebagai buruh tukang masak atau apapun. Ini masih tidak seberapa, tapi kalau sudah diperlakukan sebagai orang lain dan buruh, lalu ditempatkan pada tempat yang buruk, dan bahkan malu akan kondisi orang tua sendiri.
Dalam hubungan intraksi sosial menyimpan makna orang tua sebagai pesuruh, dalam satu lambang – lambang akhlak terhadap mereka. Setentang peringatan tanda Kiamat sudah dekat, satu lagi , mengenai shalat sunnat tahiyatul masjid sudah tidak menjadi ciri khas orang ke masjid. Masjid sebagai tempat lain tanpa ibadah, bahkan tempat mainan, atau perundingan – perundingan tidak untuk ibadah, melainkan politik atau apa saja kesosialan.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : MISTERI KEHIDUPAN SESUDAH MATI. Oleh : Ust Labib MZ, MF. Abu Yasin dan M.A. Asyhari *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung