SHALAT SUNNAH YANG LEBIH MULIA DARIPADA DUNIA DAN ISINYA

Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Shalat fajar ( yaitu shalat sunnah sebelum subuh ) merupakan shalat sunnah yang paling banyak pahalanya dibandingkan shalat sunnah lainnya. Rasulullah SAW mengistimewakannya dengan pahala yang begitu besar, dengan gambaran yang benar-benar menarik perhatian.
Diantaranya Rasulullah SAW bersabda ( yang diriwayatkan dari Aisyah ra : ( Artinya ) : ” Dua raka’at fajar ( shalat sunnah sebelum subuh ) lebih baik dari dunia dan seisinya. ” ( HR : Muslim ).
Dalam riwayat Ahmad disebutkan, ( Artinya ) : ” Dua raka’at fajar ( shalat sunnah sebelum subuh ) lebih baik daripada dunia semua. ” ( HR : Ahmad ) .
Lalu… apa yang menghalangi kita shalat Subuh? Bukankah ia menjadi bagian yang begitu besar dibanding dunia ?
Apakah karena begadang menyelesaikan urusan dunia, atau hanya karena sebuah keinginan untuk sedikit tidur agar dapat bangun jam tujuh atau jam delapan atau setelahnya?
Atau, apakah karena persiapan mengerjakan urusan dunia yang lain ? Demikianlah alasan kita meninggalkan shalat subuh?
Dunia ( seluruh dunia ) segala isinya mulai dari bentuk harta benda, harta simpanan, kedudukan, usaha, segala yang menggiurkan dan menyenangkan, tidak akan sampai nilainya sebesar shalat sunnah Fajar dua raka’at!
Coba antum renungkan. Ini semua baru keutamaan sunnah fajar. Lalu bagaimana dengan dua raka’at Fajar yang wajib, yaitu shalat subuh?
Subhanallah! Nilai yang sangat besar ini bukan disebabkan lamanya berdiri atau panjangnya bacaan dalam dua raka’at ini. Bahkan Rasulullah SAW sering memendekkan bacaannya dalam shalat dua raka’at sebelum shalat subuh ini.
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama dan surat Al-Ikhlas pada raka’at kedua.
An-Nasa’i meriwayatkan dari Sayyidah Aisyah ra. Ia berkata, ( Artinya ) : ” Sungguh, aku pernah menyaksikan Rasulullah SAW memendekkan bacaannya ketika shalat dua raka’at Fajar, sampai – sampai aku bertanya, ” Apakah memadai dengan aku hanya membaca Ummul Kitab ( Al-Fatihah ) saja pada dua raka’at tersebut? ”
Kalau begitu, bukan karena panjangnya bacaan yang menjadi sebab bertambahnya keutamaan sampai melebihi dunia dan segala isinya. Namun karena ketentuan waktu pelaksanaan shalat yang sangat mulia itu. Maka, orang yang mampu meninggalkan dunia dan bangun sebelum waktu shalat subuh, kemudian ia menunaikan dua raka’at Fajar, dialah orang yang sukses dalam ujian. Sebagaimana ia telah meninggalkan dunia dan segala isinya untuk menunaikan shalat, maka Allah pun memberikan pahala yang lebih besar dari itu semua.
Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah ra beliau berkata : ” Tidak ada shalat sunnah yang lebih diperhatikan Rasulullah SAW selain shalat sunnah sebelum Subuh. ” ( HR : Bukhari ) .
Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa ketika melakukan perjalanan, Rasulullah SAW tidak mengerjakan shalat sunnah, baik yang dikerjakan sebelum shalat fardhu, maupun sesudahnya, kecuali shalat sunnah Subuh.
Diriwayatkan dari
Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Janganlah meninggalkan shalat Sunnah Subuh walaupun kalian dikejar kuda. ” ( HR : Abu Daud dan Ahmad ) .
Dalam kondisi apapun, walau berhadapan dengan musuh, dikejar kuda dan pertempuran yang sangat seru. Janganlah antum meninggalkan dua raka’at shalat sunnah sebelum Subuh.
Disebabkan nilainya yang begitu tinggi, Rasulullah SAW meng-qhada ( mengganti ) shalat sunnah fajar bila telah lewat waktunya. Beliau menggantinya setelah shalat subuh atau setelah terbit matahari,baik itu sudah lewat waktunya, shalat sunnah itu sendiri atau bersamaan dengan shalat subuh. Hal ini tidak terjadi pada shalat sunnah yang lain, bahkan shalat malam.
Itulah sebab penghormatan begitu besar pada dua raka’at shalat sunnah subuh memberikan nilai tinggi dan kedudukan yang lebih pada saat subuh yang wajib. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat mahal, dan selayaknya untuk direnungi.
Wahai pencari sedikit potongan dunia, bagaimana antum terlena dari sesuatu yang lebih baik dari dunia dan isinya ?.
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : MISTERI SHALAT SUBUH. Oleh : Dr. Raghib As-Sirjani. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
*Artikel religius ini juga dapat temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.