TASBIH UCAPAN SUBHANALLAH ADALAH SEPARUH TIMBANGAN DAN ADALAH KALIMAT YANG PALING DISUKAI ALLAH.” (Bagian Kedua)

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Saudaraku, sesama muslim, muslimat materi kita sesuai judul tersebut diatas adalah bagian kedua, dibagian ini kembali penulis akan mencoba menyampaikan ucapan tasbih (Subhanallah) dengan keistimewaan, fadhillah (keutamaannya). Sesuai sabda Rasul: Ucapan tasbih adalah kalimat yang paling disukai Allah.

   Saya merasa bersyukur sekali oleh Allah saya diberi kemudahan untuk menulis (mengarang) dan karunia Allah yaitu kelebihan (kebisaan) saya menulis saya pergunakan untuk menulis bacaan bernafaskan Islam sebagai sarana syiar dakwah dengan niat nilai-nilai Islam tersebar luaskan. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga beserta Sahabatnya.
   Saudaraku, kita teruskan. Ucapan tasbih (Subhanallah) memang ringan untuk diucapkan tetapi sesungguhnya amat berat nilai pahalanya bagi yang mengucapkannya, yaitu separuh timbangan. Semua yang berada dilangit dan dibumi bertasbih kepada Allah SWT langit yang tujuh, bumi dengan segala isinya seperti burung-burung yang beterbangan diangkasa, tumbuh-tumbuhan dibumi serta segal jenis ikan dilautan semuanya bertasbih kepadaNya, kepada Dia yang maha Dzat yaitu Allah SWT.

# Perhatikan FirmanNya:
(Artinya):” Semua yang berada dilangit dan yang berada dibumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah) Dan Dialah yang maha kuasa lagi maha bijaksana.” (QS:Al-Hadid:1)

# Dan FirmanNya:
(Artinya):” Bertasbih kepada Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada  dibumi dan Dialah yang maha perkasa lagi maha bijaksana) (QS:Al-Hasyr:1)

# Dan FirmanNya:
(Artinya):” Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang dilangit dan dibumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohon, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak diantara manusia yang telah ditetapkan adzab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (QS:Al-Hajj:18)
   Sidang pembaca Allah SWT memulai surah As-Shaf, Al-Jum`ah, serta surat At-Taghabun dengan berita bahwa seluruh jagad raya bertasbih kepadaNya. Sementara para ulama menyimpulkan bahwa ayat-ayat Al-Qur`an menerangkan bahwa semua penghuni alam semesta bertasbih dan bersujud kepada Allah. Manusia, malaikat, binatang, tumbuh-tumbuhan, jin dan sebagainya.
    Intinya semua makhluk yang hidup dan yang tak hidup  bersujud kepada Allah SWT sebagimana firmanNya didalam kitab suci Al-Quran surat Al-hajj ayat delapan belas tersebut diatas. Tasbih kepada Allah SWT  adalah tasbih hakiki dan sujud kepadaNya adalah sujud sejati. Keduanya terikat menjadi satu dan merupakan wadah pencurahan upaya mensucikan Tuhan dalam hati yang tulus. Ayat Al-Qur`an yang berkaitan dengan tasbih cukup banyak.
     Sama seperti ayat yang berkaitan dengan sujud, keduanya saling melengkapi sehingga menghasilkan dalil yang nyata bahwa seluruh siklus kehidupan berjalan diatas jalan masing-masing  dalam mencurahkan pujian kepada Allah. Keterangan ini diperjelas dengan Hadist yang menceritakan bagaimana kerikil dan batang pohon bertasbih.

# Imam Ibnu katsir mengatakan bahwa Abu Dzar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memungut batu kerikil dengan tanganya. Beliau kemudian mendengar suara tasbih mereka laksana gemuruh suara lebah. Demikian juga dengan Abu Bakar dan Umar ra.
Hadist ini sangat terkenal dikalangan perawi Hadist (Dikutip dari buku : Terapi Dengan Dzikir Oleh: Dr. Abdul Halim Mahmud, halaman 139)

# Allah SWT membungkam orang yang membantah bahwa tumbuhan dan binatang bertasbih kepadaNya.#

# Perhatikan FirmanNya:
(Artinya):” Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (QS:Isra:44)

   Sidang pembaca bertasbih kepada Allah SWT artinya adalah mensucikanNya dari semua sekutu yang dianggap mampu menyamaiNya dalam kekuatan, kekuasaan, kehendak, kemampuan memberi serta mencegah. Dengan kata lain, tasbih adalah mengesakan Tuhan. MengesakanNya dengan pujian dan syukur yang lengkap dan sempurna.

# Renungkan FirmanNya:
(Artinya:” Tidaklah kamu tahu, bahwasanya Allah, kepadaNya bertasbih apa yang dilangit dan dibumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya dan Allah maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.”
(QS:An-Nur:41)

Ya! Allah menggunakan kata indah dalam menerangkan bahwa semua makhluk bertasbih kepadaNya. Allah gunakan kata Sabbaha, Tusabbihu, dan kadang kata Yusabbihu. Contoh penggunaan kata dalam bentuk lampau (Fil madhi) adalah Sabbaha lillahi ma fis samawati wal ardhi wahuwal`azizul hakim, (semua yang berada dilangit dan dibumi bertasbih kepada Allah (mengatakan kebesaran Allah) Dan Dia lah yang maha kuasa atas segala sesuatu.). (QS:Al-Hadid:1)

# Contoh penggunaan kata dalam bentuk sekarang (fi`l mudhari) adalah, Yusabbihu lillahi ma fis-samawati wama fil-ardhi, lahul-mulku walahul hamdu wahuwa ala kulli sya`iin qodir, (Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang dilangit dan apa yang dibumi. Hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu.                                                                                                                   (QS:At-Taghabun:1)
# Allah SWT bahkan memberikan keterangan firmanNya dalam surat Shad.
*Firman Allah SWT
(Artinya):” Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) diwaktu petang dan pagi.” (QS:Shad:18)

# Guruh (petir) juga bertasbih:
* Perhatikan firmanNya:
(Artinya):” Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah (demikian pula) para malaikat karena takut kepadaNya.”  (QS:Ar-Rad:13)

   Saudaraku, kita beralih kepada malaikat. Malaikat adalah makhluk yang terbuat dari cahaya makhluk yang tidak diragukan lai yang senantiasa mensucikan Allah SWT dan selalu bertasbih kepadaNya.

# Allah SWT berfirman dalam surat Al-Fushilat:
* FirmanNya:
(Artinya):” Jika mereka menyombongkan diri maka mereka (malaikat) yang disisi Tuhanmu bertasbih kepadaNya dimalam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.”
                                                                                                   (QS:Fushilat:38)

# Dan firmanNya:
(Artinya):” (malaikat-malaikat) yang memikul arsy dan malaikat yang berada disekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepadaNya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman.”  (QS:Ghafir:7)

# Kemudian firmanNya:
(Artinya):” Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar disekeliling arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya dan diberi putusan diantara hamba-hamba Allah dengan adil  dan diucapkan: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”  (QS:Az-Zumar:75)

   Pada manusia berlaku hal yang berbeda. Allah SWT membedakan perintah bertasbih berdasarkan statusnya. Allah menyuruh makhluk terbaik (yaitu para Nabi dan Rasul) untuk bertasbih melalui firmanNya:

# Firman Allah SWT
(Artinya):” Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu diantara orang-orang yang bersujud. (Shalat)  (QS:Al-Hijr:98)

   Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sampai disini saya sudahi dulu tulisan ini (bagian kedua) insya Allah, artikel (religius) berjudul tersebut diatas diakhiri (selesai) pada (bagian ketiga) yang akan datang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: TERAPI DENGAN DZIKIR (Mengusir Kegelisahan& Merengkuh Ketenangan Jiwa) Oleh: Dr Abdul Halim Mahmud. Penerbit: Misykat
(At Mizan Publika)

# Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website: www:Hajisunaryo.com#

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.