TIAP NEGERI BERBEDA PENGLIHATANNYA

Assalamualaikum wr wb. Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Maunah-Nya lah saya dapat menyusun tulisan religius sesuai judul tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat , Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Kuraib ra mengkisahkan , ia diutus oleh Ummul Fadhal binti Harits menemui Mu’awiyyah di Syam. Setelah Kuraib ra tiba disana dan tugasnya selesai, bulan Ramadhan pun tiba. Ia melihat bulan terbit pada malam jum’at. Kemudian Kuraib tiba kembali di Madinah pada akhir bulan.
Bertanyalah Abdullah bin Abbas ra kepadanya : ” Kapan engkau melihat bulan? “.
” Kami melihatnya pada malam jum’at. ” jawab Kuraib.
” Apakah engkau melihatnya sendiri? ”
” Ya, aku menyaksikannya sendiri bersama-sama orang banyak. Karena itu mereka mulai berpuasa, begitu pula Mu’awiyyah. ” papar Kuraib.
” Tetapi kami melihatnya malam Sabtu. ” timpal Abdullah bin Abbas : ” Karena itu kami akan mencukupkan puasa kami tigapuluh, atau kami melihat bulan. ”
” Apakah tidak cukup dengan penglihatan Mu’awiyyah dan mengikut puasanya saja? . ”
” Tidak ! ” tegas Ibnu Abbas : ” Karena begitulah perintah Rasulullah SAW kepada kami. ” ( HR : Muslim ) .
Abu Albakhtari ra menceritakan bahwa ia dan para sahabat berada di Iraq , dan bulan Ramadhan pun tiba. Lalu mereka mengutus seorang lelaki menghadap Ibnu Abbas untuk menanyakan perihal itu.
Ibnu Abbas ra menjawab bahwa Muhammad Rasulullah SAW pernah bersabda : ” Sesungguhnya Allah telah membentangkannya untuk dilihat. Apabila bulan itu tertutup dari pandanganmu maka sempurnakanlah bilangannya ( tigapuluh ). ” ( HR : Muslim ).
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PETUAH-PETUAH RASULULLAH. jilid 5 . SEPUTAR MASALAH ZAKAT & PUASA . Oleh : Syamsul Rijal Hamid . *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.idatau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.