Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada-Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Apabila kita berbicara dengan orang lain, kita harus membiasakan diri berbicara dengan sopan, lemah lembut bersungguh-sungguh, dan memperhatikan orang yang diajak berbicara dengan sikap dan wajah yang ramah.
Sebelum berbicara dengan orang lain, kita harus memperhatikan hal -hal berikut :
1. Bersikaplah sopan ketika berbicara
2. Ketahuilah dengan siapa kita berbicara.
3. Berbicaralah dengan suara yang jelas tidak terlalu keras juga tidak terlalu perlahan – lahan.
Sebaiknya apa – apa yang kita bicarakan itu yang bermanfaat. Didalamnya mengandung nasehat dan petunjuk – petunjuk yang berharga. Nabi Muhammad SAW telah memberikan pedoman kepada kita bahwa jika berbicara hendaknya yang baik dan bermanfaat bagi orang yang mendengarkannya.
Menurut Nabi SAW berbicara yang baik itu merupakan sedekah. Dengan demikian, apabila kita berbicara dengan baik tentu akan mendapat pahala. Hal ini dapat kita jadikan bekal untuk menghadapi hari akhir nanti. Dalam salah satu Hadist beliau ( Nabi SAW ) menyatakan : ( Artinya ) : “Sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda : Dan kalimat ( ucapan ) yang baik itu sedekah.” ( HR : Muttafaqun Alaih ) .
Begitu tingginya nilai suatu pembicaraan ( ucapan ) yang baik itu sehingga Nabi SAW menyatakan sebagai suatu sedekah yang akan mendapat pahala. Namun ada pepatah yang mengatakan : Mulutmu adalah harimaumu. Artinya , mulut ( pembicaraan ) itu kadang-kadang dapat menimbulkan bahaya atau bencana yang sangat besar. Oleh karena itu, berhati-hatilah kita didalam menjaga mulut atau pembicaraan. Sesuai kata pepatah : ” Salamatul insaani fii hifdhillisaani ”
( Artinya ) : ” Keselamatan manusia adalah karena ia dapat memelihara lisannya ( pembicaraannya ) . ”
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini , berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Oleh : Drs. H. Hasan Baihaqi, Af *
***
* Artikel religius dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
*Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung