Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Puja dan puji hanya untuk Allah Tuhan seru sekalian alam. Tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusanNya. Hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepadaNya kita memohon pertolongan. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sejarah telah mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang ummi (tidak dapat membaca dan menulis) Untuk menjamin kemurnian dan kesucian Al-Qur`an maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan para Sahabat untuk menulis ayat-ayat Al-Qur`an saja, sedangkan Hadist Nabi tidak diizinkan untuk ditulis karena dikhawatirkan akan bercampur aduk dengan ayat-ayat Al-Qur`an.
Untuk keperluan penulisan Al-Qur`an Nabi Muhammad SAW menunjuk Zaid bin Tsabit sebagai juru tulis sekaligus mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur`an. Tugas Zaid bin Tsabit sungguh berat tetapi mulia yaitu menulis wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT dengan perantaraan Jibril serta meletakkan urutan kalimatnya sesuai dengan petunjuk Nabi. Seperti diketahui bahwa segala gerak gerik Nabi, baik dalam perkataan maupun perbuatan adalah wahyu, seperti Firman Allah SWT dalam surat An-Najm ayat 3, sebagai berikut:
(Artinya):” Nabi tidak berkata menurut hawa nafsunya tetapi apa yang diucapkan hanyalah wahyu yang diberikan.” (QS:An-Najm:3)
Demikianlah halnya setiap ayat yang turun ditulis pada batu-batu, tulang-tulang, pelepah kurma, kulit binatang dan lain sebagainya, karena pada waktu itu kertas belum ada sebagaimana halnya sekarang ini. Dalam melaksanakan tugas selaku juru tulis wahyu, Zaid bin Tsabit sangat berhati-hati, ia tidak mau menulis ayat-ayat begitu saja, kecuali setelah disaksikan kebenarannya oleh dua orang saksi yang adil, sungguhpun ia sendiri hafal Al-Qur`an. Dengan demikian Al-Qur`an tetap terjamin murni dan bersih dari segala noda kesalahan dan kekeliruan.
Seperti diketahui bahwa sebelum Al-Qur`an diturunkan seni sastra Arab telah berkembang pesat, bahkan merupakan sebahagiaan dari kebudayaan bangsa Arab yang sangat menonjol waktu itu. Demikian halnya setelah Al-Qur`an diturunkan, kaum kuffar Quraisy tidak mau menerima dan mempercayai akan kebenaran Al-Quran sebagai wahyu Allah SWT. Bahkan mereka menuduh bahwa Al-Qur`an tidak lebih dari karangan Nabi Muhammad SAW walaupun mereka mengetahui beliau tidak dapat membaca dan menulis. Oleh sebab itu Allah SWT menantang mereka untuk membuktikan tuduhannya sebagaimana FirmanNya dalam surat Al-Baqarah ayat 23 sebagai berikut:
(Artinya):” Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur`an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) maka buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur`an itu dan ajaklah penolong-penolong selain Allah jika kamu orang-orang yang benar.” (QS:Al-Baqarah:23)
Dalam ayat yang lain Allah SWT menjelaskan ketidak mampuan manusia maupun makhluk lainnya untuk meniru dan menandingi Al-Qur`an seperti FirmanNya dalam surat Al-Isra ayat 88 seperti berikut:
(Artinya):” Katakanlah sesungguhnya jika manusia dan Jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur`an ini, niscaya mereka tidak dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (QS:Al-Isra:88)
Saudaraku sidang pembaca sebelum Nabi Muhammad SAW wafat, ayat-ayat Al-Qur`an secara keseluruhan sudah ditulis walaupun belum tersusun dalam mushaf (satu buku). Selain daripada itu ayat-ayat Al-Qur`an tersimpan teguh dalam hafalan para Sahabat. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, dan Abu Bakar diangkat menjadi khalifah, timbullah golongan orang-orang murtad (Meninggalkan agama Islam) yang dipimpin Musalamah Al-Kazzab. Golongan ini segera ditumpas Khalifah Abu Bakar dibawah Panglima Perang Khalid bin Walid.
Dalam pertempuran ini pasukan Khalid bin Walid banyak yang gugur mati syahid, termasuk diantaranya Sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur`an. Dalam pertempuran ini pasukan pemberontak mati terbunuh. Dengan meninggalnya sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur`an maka timbul pemikiran untuk membukukan Al-Qur`an dalam satu mushaf dengan maksud agar Al-Qur`an tetap terjamin murni dan terhindar dari kekeliruan.
Untuk melaksanakan tugas yang mulia ini, Zaid bin Tsabit diberi kepercayaan untuk mengumpulkan Al-Qur`an dengan dibantu oleh Sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur`an seperti Ubay bin Kaab, Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan dan lain-lainnya. Pengumpulan Al-Qur`an dapat diselesaikan dalam jangka waktu 1 (satu) Tahun dalam bentuk mushaf, kemudian disimpan dirumah Khalifah Abu Bakar sampai beliau wafat.
Demikianlah halnya setelah Abu Bakar wafat dan Umar bin Khattab diangkat menjadi khalifah, ayat-ayat Al-Qur`an yang sudah terkumpul menjadi satu nashaf disimpan oleh Umar bin Khattab, kemudian disimpan oleh Hafsah. Hal ini dilakukan mengingat bahwa Hafsah adalah istri Nabi Muhammad SAW, yang hafal Al-Qur`an dan anak Khalifah Umar bin Khattab yang pandai membaca dan menulis.
Sungguhpun demikian usaha untuk menjaga kemurnian Al-Qur`an tidak terhenti sampai disitu saja, bahkan sampai pada masa khalifah Usman bin Affan diadakan penelitian kembali dalam 6 (enam) mashaf. Satu mashaf disimpan di Madinah dan yang lain dikirim ke Basrah, Kuffah, Mekkah, Syria dan satu mashaf pada khalifah Usman bin Affan yang disebut dengan mashaf Al Imam sebagai Al-Qur`an standar. Selanjutnya khalifah Usman bin Affan meminta kepada kaum muslimin dimanapun mereka berada untuk berpedoman kepada Al-Qur`an yang resmi itu, dan beliau memerintahkan mereka untuk membakar mashaf-mashaf Al-Qur`an yang lain. Hal ini dimaksudkan agar kesucian dan kemurnian Al-Qur`an tetap terjaga (terjamin) sepanjang masa terhindar dari kesalahan dan penyelewengan.
Saudaraku, sidang pembaca sampai disini saya sudahi dulu tulisan religius ini, terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan materi diambil dan dikutip dari buku: Lintasan Sejarah Al-Qur`an. Oleh:Achmad Syauki.#
…
# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
…