AMIL ZAKAT YANG TIDAK MASUK SYURGA

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada – Nya kita memohon pertolongan serta memohon ampunan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Abu Hurairah ra menyampaikan, Muhammad Rasulullah SAW bersabda : ” Usaha yang paling baik ialah usaha seseorang yang mengurusi zakat jika ia lakukan dengan ikhlas. ( HR : Ahmad ) .
Keterangan : Memang setiap anggota Amil (panitia) zakat, pasti memperoleh jatah sekadar pengganti tenaga, pikiran, dan waktu yang dikorbankannya untuk kepentingan umat tersebut. Namun alangkah baiknya jika orang yang bersedia menjadi Amil itu berniat mengurusi zakat semata-mata karena mencari ridha Allah SWT dan imbalan yang diterima dianggapnya sebagai sampingan dan jerih payahnya.
Rafi’ bin Khajid bercerita , bahwa ia mendengar Muhammad SAW bersabda : ” Seorang Amil mengurusi zakat dengan benar karena Allah, maka ia sama dengan orang yang berperang dijalan Allah sampai ia pulang kepada keluarganya.” ( HR : Ahmad , Abu Daud dan Turmidzi )
Abdullah bin Buraidah mendengar dari bapaknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda : ” Barangsiapa yang meminta kami menjadikan ia sebagai amil untuk suatu pekerjaan lalu ia telah kami tetapkan untuk memperoleh belanja tertentu maka kalau ia mengambil lebih dari belanja tersebut berarti ia telah melakukan korupsi.” ( HR : Abu Daud ).
Keterangan : Setiap Amil zakat hanya berhak atas jatah yang telah ditentukan dan disepakati bersama sesama anggota Amil. Apabila ia mengambil lebih dari yang telah menjadi haknya , maka ia tergolong korupsi.
Uqbah bin Amir ra menyatakan, Muhammad Rasulullah SAW bersabda : ” Tidak akan masuk syurga Amil yang mengambil 10 %. ” ( HR : Abu Daud ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PETUAH-PETUAH RASULULLAH. Jilid 5. SEPUTAR MASALAH ZAKAT & PUASA . Oleh : Syamsul Rijal Hamid *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.