Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Maunah-Nya lah saya dapat menyusun ( artikel ) religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sungguh jika manusia sanggup menggambarkan meski kurang tepat tentang betapa kesengsaraan para penghuni neraka, maka mungkin gambaran – gambaran itu hanya mampu melukiskan penderitaan luar tanpa bisa menjelaskan bagaimana pedihnya perasaan dan derita sakit penghuni neraka menerima siksa yang berkepanjangan.
Ahli neraka,sebagaimana yang juga dijelaskan oleh Nabi, mereka akan mengalami kesengsaraan hidup yang tiada tara. Siksaan – siksaan yang selalu mendera membuat penderitaan yang mereka jalani bukan saja menghancurkan tubuh dan badan mereka namun perasaan hati mereka jadi hancur luluh tak bisa dijelaskan. Bayangkanlah, saat kobaran api dengan jilatan – jilatannya membakar hangus tubuh – tubuh para penghuni neraka, yang bisa mereka lakukan hanyalah menjerit pilu dan menangis meski tanpa ada air mata. Dan tahukah antum bagaimana kondisi fisik mereka saat menjalani siksaan berat?
Rasulullah SAW menjelaskan : ” Ahli neraka itu hangus wajahnya, gelap penglihatannya, bahkan hilang akalnya. Kepala – kepala mereka membentuk seperti kubah, badan-badan mereka seperti gunung – gunung, mata mereka melotot, tinggi mereka bak gunung menjulang sementara rambut – rambut mereka berdiri seperti bambu. Bagi ahli neraka tidak ada kematian dan tidak ada pula kehidupan. Tiap – tiap penghuni neraka mempunyai 70 lapis kulit
, dari kulit yang satu dengan kulit yang lain terdapat 7 lapisan lagi yang terbuat dari api neraka. Dalam perut mereka terdapat ular dari api neraka, para ahli neraka itu mendengar suara ular tersebut seperti suara binatang buas. Sebuah rantai dan belenggu dikalungkan kepada mereka. Sebuah palu godam dipukul kan kepada mereka lantas merekapun diseret. ”
Tolong…. tolong…. aduh, sakit….” suara mereka keras menggema, serak tak punya daya. Wajah-wajah mereka begitu buruk, hangus terbakar hitam kelam. Yang nampak pada wajah – wajah mereka hanyalah mata mereka yang membara, melotot seperti mau keluar menahan kepedihan.
Sungguh, tak ada kata-kata yang sanggup melukiskan kesedihan mereka, tak ada bahasa yang bisa menjelaskan penderitaan berkepanjangan mereka.
Mereka yang sengsara, mereka yang menderita , mereka yang selalu menjerit kesakitan , dan mereka yang selalu mengeluh dalam kepedihan. Mereka menangis sembari memohon pengampunan. Mereka menjerit meminta penghentian derita siksaan itu.
” Ya Tuhan kami, kami dahulu memang sesat, namun kami semua beriman. Bebaskan kami dari penderitaan yang menyakitkan ini.” jerit tangis mereka.
Sungguh , suara mereka begitu memilukan. Namun sayang permohonan mereka tak pernah dikabulkan. Mereka terbiarkan, tak diperhatikan dan tak pernah dikabulkan segala permintaannya.
Saat penderitaan siksa kian membara dan ketika rasa sakit sudah tak tertahankan, serta merta para ahli neraka merasakan lapar dan dahaga. Rasa ini belum seberapa jika dibandingkan dengan derita sakit yang mereka rasakan. Rasulullah SAW pernah bercerita : ” Saat-saat yang paling menyedihkan bagi penghuni neraka adalah saat mereka memanggil – manggil malaikat Malik selama 70.000 tahun dan tak pernah mendapatkan balasan. Mereka mengadu : ” Ya Allah , sesungguhnya malaikat Malik tak pernah menjawab seruan kami.”
Allah kemudian berfirman : ” Wahai malaikat Malik jawablah seruan para penghuni neraka itu .” Malaikat Malik pun berkata : ” Wahai ahli neraka, apa
yang ingin kalian katakan ?! ”
Serentak mereka berkata : ” Berilah kami minum untuk menghilangkan dahaga kami. Sungguh , api-api neraka ini telah membakar daging – daging kami, tulang – tulang kami, kulit – kulit kami, mengoyak-ngoyak tubuh kami bahkan telah merobek-robek hati kami.”
Malaikat Malikpun lalu memberi mereka minuman air yang sangat mendidih. Begitu mendidihnya air itu hingga saat mereka menyentuh airnya langsung jari jemari mereka rontok satu persatu. Namun atas dasar dorongan rasa dahaga yang tak tertahankan, mereka tak perduli dan langsung meminum air tersebut. Maka yang terjadi sungguh sangat mengerikan, bola mata mereka meleleh hingga copot dan semua daging yang menutupi tengkorak mereka luluh lantah
bak lumpur yang berjatuhan. Tak hanya itu, saat air yang mereka minum tersebut sampai ke perut usus-usus merekapun beruraian dan putus – putus. Para penghuni neraka itupun menjerit kesakitan. Tubuh mereka menggeliat bergelimpangan. ( BERSAMBUNG ).
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : INDAHNYA SYURGA PEDIHNYA NERAKA. Oleh : Asrifin An Nakhrawie, S.Ag. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung