Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada – Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW
beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Istilah kalimah Thayyibah, sesungguhnya terdapat dalam Al-Qur’an terutama tertulis jelas dalam dua ayat berikut : ( Artinya ) : ” Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik ( kalimah Thayyibah ) seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya ( menjulang ) kelangit, pohon itu memberikan buahnya setiap musim dengan izin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan – perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk ( kalimah khabitsah ) seperti pohon yang
buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi ( pohon itu ) tak dapat tegak sedikitpun. ( QS : Ibrahim : 24 – 26 ).
Yang menarik dari ayat diatas adalah Allah menyebutkan dua kata yang mempunyai arti berlawanan, yakni kata ‘Kalimah Thayyibah’ dan kata ‘Kalimah khabitsah’ . Dilihat dari segi bahasa, merujuk pada ayat di atas istilah ‘Kalimah Thayyibah’ bisa diartikan sebagai ‘Kalimah – kalimah yang baik’ atau ‘Bacaan –
bacaan yang baik’, sementara arti ‘Kalimah Khabitsah’ adalah berarti ‘Kalimah – kalimah yang jelek’ atau ‘Bacaan – bacaan yang jelek’. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, dalam bentuk kalimat atau bacaan apakah kalimah Thayyibah itu? Dengan kata lain, kalimat – kalimat seperti apakah yang disebut sebagai kalimah Thayyibah itu?
Masih merujuk pada ayat di atas kebanyakan mufassirin (ahli tafsir ) menyebutkan bahwa kalimah Thayyibah yang dimaksud pada ayat diatas adalah bacaan Laa ilaaha illalllah , ada sebagian lagi yang menyebutkan bahwa yang dimaksudkan dengan kalimah Thayyibah adalah kalimah Syahadat, yakni Asyhadu Alla ilaaha illalllah. Dengan demikian, secara khusus yang dimaksud dengan kalimah Thayyibah adalah bacaan Tahlil yakni Laa ilaaha illalllah atau bacaan Syahadat , Asyhadu allaa ilaaha illalllah.
Berpijak dari sini maka ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa kalimah Thayyibah bisa juga disebut ‘Kalimah Tauhid’ .
Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa kalimat tahlil dan juga kalimah Syahadat syarat sekali dengan isi ajaran ketuhanan ( ketauhidan ).
Alasan lain mengapa kalimah Thayyibah disebut juga sebagai kalimah Tauhid adalah merujuk pada ayat diatas. Allah mengumpamakan kalimah Thayyibah laksana sebuah pohon yang akarnya menancap didasar bumi sementara cabangnya menjulang kelangit. Kalimah Thayyibah yang dimaksud disini adalah sebuah keimanan yang menancap dalam dada seseorang. Hal ini sesuai sekali dengan isi kandungan yang terdapat dalam kalimat Syahadat maupun dalam kalimah tahlil itu sendiri. Syahadat adalah sebuah pernyataan akan keislaman seseorang, atau syahadat adalah sebuah ikrar diri yang dinyatakan oleh seseorang akan keimanannya kepada adanya Allah. Begitu juga dengan bacaan tahlil adalah sebuah pernyataan bahwa tidak ada Tuhan yang berhak dan benar untuk disembah kecuali Allah. ( BERSAMBUNG ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : RAHASIA DIBALIK 99 BUTIRAN TASBIH. Oleh : Asrifin An Nakhrawie, S.Ag. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung