“ APA TUJUAN DIBALIK BACAAN LUHUR KALIMAT THOYYIBAH HAUQALAH ITU?”

Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Pertama-tama marilah kita mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena sesungguhnyalah kita dapat berjumpa (lewat tulisan) pada hakikatnya semata-mata adalah karena izinNya, perkenanNya, adalah karena kehendakNya jua. Penulis yakin haqul yakin tanpa izin, tanpa perkenan, tanpa kehendakNya tulisan ini tidak akan pernah ada dihadapan antum (sidang pembaca).
Oleh karena itu tidak berlebihan kiranya kalau penulis menghimbau marilah sekali lagi kita mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Illahi Rabbi Tuhan seru sekalian alam. Dia pencipta langit dan bumi, Dia penguasa tunggal dihari pembalasan nanti, Dia itu maha Dzat yaitu Allah SWT. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga beserta para Sahabatnya.
sidang pembaca. Apa khabar? Selamat berjumpa kembali (lewat tulisan) kali ini sesuai judul artikel tersebut diatas, semoga materi kali ini mendapat tempat di setiap relung hati pembaca dan menancapkannya paling dalam, sehingga bertambah mantaplah iman, akan bertambah wawasan dan menjadikan tangkaslah kita melaksanakan segala perintah-perintahNya serta menjadikan tangkaslah kita untuk menjauhkan sejauh-jauhnya segala larangan-laranganNya. Yang kemudian daripada itu, insya Allah nilai-nilai Islam pun akan kian dapat tersebarluaskan…

Saudaraku, apa arti kalimat thoyyibah hauqalah itu? Membaca hauqalah itu artinya kita mengucapkan lafadz laa haula wala quwata illa billah. (Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah).

* Kita simak dua buah Hadist Nabi SAW berikut ini:

# Dari Abu Hurairah ra, diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:” Barangsiapa membaca: Subhanallah walhamdulillah wala illa ha illallah wallahu akbar wala haula wala quwata illa billahil aliyil adzim. (Maha suci Allah. Segala pujian hanya milik Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Allah maha besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah yang maha Agung.) Allah berkata: HambaKu pasrah dan berserah diri padaKu.” (HR:Al-Hakim)

* Dan Hadist Nabi SAW berikut ini:
# Diriwayatkan Rasulullah SAW berkata kepada Abu Hurairah ra:” Maukah kutunjukkan padamu kalimat yang merupakan mutiara berharga dibawah mahligai Tuhan? Bacalah” Laa haula wala quwata illa billah:” Niscaya Allah berkata:” HambaKu pasrah dan berserah diri kepadaKu.” (HR:Al-Hakim)

Jangan heran saudaraku, apabila ada yang bertanya bagaimana bisa kalimat-kalimat thoyyibah seperti tasbih, tahlil, takbir dan kalimat hauqalah itu yang mudah diucapkan memiliki balasan yang demikian Agung? Mengapa pahalanya begitu besar? Apa yang membuatnya istimewa?
Saudaraku, tujuan dibalik bacaan ini adalah agar manusia menyerap maknanya yang dalam dan luhur. Menancapkannya dalam relung hati yang paling dalam sehingga membuat dirinya pasrah dan berserah diri pada Tuhan. Pasrah dihadapan Wajah suciNya serta berserah diri dalam segala urusan padaNya. Inilah tujuan tertinggi dibalik pengucapan bacaan-bacaan luhur tersebut.

Kita mulai dengan pembahasan kalimat tasbih mensucikan Allah ( makna tertinggi kalimat tasbih) berarti mendatangkan hikmah yang berupa kesucian, kejernihan serta kesempurnaan, ridho dan berserah diri  dalam segala hal. Juga meyakini bahwa segala perbuatan dan perkataan Tuhan adalah baik, benar dan indah. Pujian atas nikmat yang diberikan Allah SWT lahir batin adalah ikrar bahwa semua nikmat yang diperoleh manusia ( baik lahir maupun  batin) berasal dari Allah semata.

# Perhatikan FirmanNya:
(Artinya):” Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu maka dari Allah lah (datangnya)” (QS:An-Nahl:53)

# Kemudian FirmanNya:
(Artinya):” Tidaklah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi dan menyempurnakan untukmu nikmatNya lahir dan batin.” (QS:Lukman:20)

# Dan FirmanNya:
(Artinya):” Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya.” (QS:Ibrahim:34)

Manusia hidup dalam limpahan nikmat Allah SWT, pagi dan petang serta siang dan malam. Mengetahui kenyataan ini, ia kemudian memuji Allah atas segala karuniaNya itu. Ungkapan pujian itu tidak ada artinya kecuali dibarengi dengan kepasrahan dan berserah diri kepadaNya.
Sementara kalimat laa ilaha illallah yang diucapkan dengan tulus sepenuh hati, sama nilainya dengan seluruh isi langit dan bumi. Orang yang mengucapkannya dengan kesungguhan tidak akan disia-siakan. Kalimat itu menghancurkan nilai sakral berhala serta keagungan harta benda. Dengan demikian, manusia hanya tunduk dan patuh dihadapan Dzat yang maha sempurna, yaitu Allah SWT.

Dan kalimat Wallahu Akbar adalah kalimat yang tidak ada bandingnya. Tidak ada yang setara dengannya. Ia merupakan keyakinan yang nyata. Wallahu Akbar merupakan pengetahuan sempurna. Wallahu Akbar adalah hidayah. Allahu Akbar. Bergegaslah kehadirat Allah.

Sedangkan laa haula wala quwata illa billahil aliyil adzim adalah ketulusan dan keikhlasan. Rasa tunduk pada pemilik daya dan upaya dalam menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Buah dari bacaan yang diberkahi ini adalah pasrah dan kepatuhan kepada Allah SWT. Inilah yang dimaksud beragama. Itulah Islam yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam ketundukkan dan kepatuhannya pada Allah serta perjuangannya dijalan Allah, keberaniannya berpegang teguh dan membela kebenaran, menganggap sepele harta dunia, memelihara kesucian diri, melakukan ibadah siang dan malam. Pada akhirnya cita-cita membentuk masyarakat yang berjalan diatas koridor jalan lurus (dari segi aqidah, akhlak, dan syariah) benar-benar terwujud.

Bacaan yang membawa berkah ini menciptakan pribadi mukmin yang tulus hanya mengharap ridho Allah dan RasulNya, mengikis rasa takut, riya dan pamer dalam hati mereka. Menyeru pada kebajikan dan mencegah kemungkaran. Tidak perduli dengan hinaan dan celaan orang lain. Atas dasar inilah serta sejumlah faedah yang lain, kalimat-kalimat diatas memiliki pahala yang melimpah dan balasan yang indah…

Sampai disini saya sudahi dulu tulisan (religius) ini. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan materi diambil dan dikutip dari buku: TERAPI DENGAN DZIKIR. Mengusir Kegelisahan & Merengkuh Ketenangan Jiwa. Oleh:DR Abdul Halim Mahmud.#

# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.#
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.