“ AGAR HATI BERSIH DARI SEGALA BENTUK KOTORAN KELUARKAN CORAK SYETAN DARI DALAM HATI.”

Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Assalamualaikum,Pertama-tama marilah kita mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena sesungguhnyalah kita dapat berjumpa (lewat tulisan) pada hakikatnya semata-mata adalah karena izinNya, perkenanNya, adalah karena kehendakNya jua. Penulis yakin haqul yakin tanpa izin, tanpa perkenan, tanpa kehendakNya tulisan ini tidak akan pernah ada dihadapan antum (sidang pembaca).
Oleh karena itu tidak berlebihan kiranya kalau penulis menghimbau marilah sekali lagi kita mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Illahi Rabbi Tuhan seru sekalian alam. Dia pencipta langit dan bumi, Dia penguasa tunggal dihari pembalasan nanti, Dia itu maha Dzat yaitu Allah SWT. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga beserta para Sahabatnya.

Sidang pembaca. Selamat berjumpa kembali dengan al-fakir (lewat tulisan) kali ini tulisan religius saya sesuai judul tersebut diatas semoga bermanfaat, mendapat tempat dihati pembaca, menyejukkan dan yang paling sangat diharapkan nilai-nilai Islam akan kian dapat tersebarluaskan.
Saudaraku, sesama muslim muslimat. Didalam kitab suci Al-Qur`an surat Al-Baqarah ayat dua ratus dua puluh dua. Allah SWT berfirman:
(Artinya)” Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS:Al-Baqarah:222)

Saudaraku orang-orang yang mensucikan diri adalah orang yang senantiasa bertobat. Sementara tobat itu adalah bentuk penyerahan pada Allah SWT, tunduk dan patuh dihadapan hadiratNya, pasrah dan menyerahkan segala urusanNya. Dalam tobat tersimpan penyerahan, pengakuan atas keesaan Tuhan dan tawakkal, sehingga hati jadi tenang dan tentram.
Sidang pembaca, Rasulullah SAW pernah bersabda. (Artinya):” Aku adalah Nabi tobat.” (Al-Hadist). Makna sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:” Aku adalah Nabi tobat.” adalah: Aku merupakan Nabi yang diutus guna menyampaikan cara yang harus ditempuh manusia dalam upaya mengeluarkan syetan dari dalam hati. Kemudian mengisinya dengan kedamaian dan hikmah. Sehingga ia mendapatkan cinta Allah yang diberikan kepada hambaNya yang bertobat.

Kita tahu bahwa Nabi Muhammad SAW adalah ma`shum dari dosa. Ya! Rasulullah SAW bertobat bukan untuk membersihkan diri dari dosa dan nista. Beliau adalah manusia suci terpelihara dari kesalahan, sebab Allah SWT sudah menjamin kebersihannya. Tobat beliau bukan tobat memperbaiki kelalaian tetapi tobat Rasulullah adalah ibadah.

Jalan menuju kebenaran sejati (yang karenanya Allah SWT mengutus utusanNya) dimulai dengan tobatan nasuha yang dilakukan secara sungguh-sungguh Rasulullah SAW sendiri hidup dalam iklim tobat yang berkesinambungan.

# Perhatikan Hadist Nabi SAW:
(Artinya):” Wahai sekalian manusia bertobatlah kepada Allah dan mintalah ampunanNya. Karena aku bertobat dan memohon ampun seratus kali dalam sehari.” (Al-Hadist)

Saudaraku, dengan demikian Rasulullah SAW sama seperti beribadah. Disamping itu beliau (Nabi SAW) ingin agar dirinya golongan yang digambarkan oleh Allah SWT melalui FirmanNya dalam surat Al-Baqarah (yang artinya):” Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS:Al-Baqarah:222)

Langkah awal orang beribadah adalah mengeluarkan corak syetan dari dalam hati, agar hati bersih dari segala bentuk kotoran. Ini merupakan perjuangan berat serta peperangan dahsyat dalam meredam gelora yang membara dalam dada. Tidak diragukan lagi meredam gejolak dalam dada dengan mengeluarkan corak syetan adalah usaha membersihkan dada yang paling baik. Rasulullah SAW sendiri sejak masa kecilnya sudah hidup dengan dada yang bersih setelah malaikat membelah dadanya dan mengeluarkan seluruh anasir keji. Jadi langkah pertama tobat adalah kebersihan dan kesucian yang sempurna.

Jika peristiwa pembelahan dada yang terjadi pada Rasulullah SAW dibandingkan dengan tobat kita, bisa dikatakan bahwa tanda-tanda tobat yang ikhlas dan murni adalah terpenuhinya seluruh relung hati dengan kedamaian. Sebab dengan tobat yang murni, seseorang telah menempatkan dirinya dipangkuan Illahi,pasrah pada Allah. Baginya cukuplah Allah sebagai pemberi petunjuk dan pertolongan.

Bertobat secara benar atau tobatan Nasuha adalah tobat yang memisahkan dua komitmen yaitu komitmen untuk tidak berdamai dengan Allah dan komitmen untuk pasrah dan berdamai denganNya. Tobat semacam ini (pasrah dan berdamai dengan Allah SWT) langsung mengantarkan manusia pada derajat kesucian. Menghilangkan dosa dan membersihkan jiwa, sehingga lembaran hidup manusia jadi putih bersih, siap ditulis dengan berbagai macam amal ibadah shaleh.

Tobat Nasuha yang dilakukan secara tulus mencakup beberapa hal, sebagai berikut:

# Pertama, Ketetapan hati untuk melakukan perbuatan secara ikhlas karena Allah, menepis segala bentuk syirik secara samar atau secara terang-terangan.

# Kedua, Ketetapan hati untuk melakukan amal shaleh, bertaqwa, hanya menikmati makanan yang halal agar memperoleh keridhoan Allah serta menjauhi segala faktor penyebab kemurkaanNya. Atas semua ini, Allah SWT berfirman, seperti yang tertera dalam surat al-baqarah ayat dua ratus dua puluh dua. Yakni:(Artinya):” Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang -orang yang mensucikan diri.” (QS:Al-Baqarah:222)

Saudaraku sidang pembaca yang terhormat. Akhir dari tulisan (religius) ini ingin penulis menyampaikan sebuah kisah yang menakjubkan yang bisa membuka akal pikiran sebagaimana diriwayatkan pengarang kitab Asy-Syamil seperti dikutip Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya:” Seorang laki-laki berziarah kemaqam Rasulullah SAW dengan lirih ia berkata: Assalamualaika ya Rasulullah (semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah kepadamu wahai Rasulullah), sungguh Allah berfirman:” Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (QS:An-Nisa:64)

Aku datang kepadamu memohon ampun atas dosa-dosaku, mengharap syafaat Tuhan melalui dirimu.” Lalu ia berkata:” Wahai orang yang luhur yang disemayamkan ditempat yang mulia. Orang akan jadi baik dengan syafaatmu yang luhur. Jiwaku adalah tebusan bagi kuburan yang kau tinggali. Didalamnya tersimpan kedermawanan dan kemuliaan sejati.

Selesai melantunkan syair diatas laki-laki itu bangkit dan melangkah pergi. Disampingnya ada laki-laki shaleh yang mendengar keluh kesah tadi. Dalam tidurnya, (Laki-laki sholeh) itu bermimpi didatangi Rasulullah SAW dan berpesan padanya:” Laki-laki yang disampingmu tadi telah memperoleh kebenaran sejati. Sampaikanlah berita gembira bahwa Allah telah mengampuni dosanya…

Sampai disini saya sudahi dulu tulisan ini, terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan (artikel) religius saya yang lain. Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan (materi) ddiambil dan dikutip dari buku: TERAPI Dengan Dzikir (Mengusir Kegelisahan & Merengkuh Ketenangan Jiwa) Oleh: DR Abdul Halim Mahmud.#

# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.