APAKAH KITA INGIN MENJADI PENGIKUT- PENGIKUT QABIL ?

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Taufik dan Hidayah-Nyalah saya dapat menulis ( menyusun ) artikel religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Allah mengutus para Rasul antara lain untuk menjadi suri teladan yang baik ( Uswatun Hasanah ), yakni mengajarkan budi pekerti ( akhlak ) yang luhur. Rasulullah SAW pernah bersabda : ( Artinya ) : ” Aku diutus semata – mata untuk menyempurnakan budi pekerti yang luhur.” Akhlak yang dicontohkan oleh Nabi ini disebut Akhlak Mahmudah ( akhlak yang terpuji ), yang tentu saja harus kita teladani, kita harus memiliki Akhlak Mahmudah ini dan menjadikannya sebagai penghias hidup kita. Tetapi , tahukah pembaca bahwa ada juga akhlak yang tidak boleh kita miliki? Ketahuilah bahwa akhlak mahmudah mempunyai lawan berat yang dikendalikan oleh syetan. Dialah Akhlak Madzmumah! Akhlak madzmumah adalah akhlak yang tercela yang harus kita jauhi, karena ia bisa membuat hati kita membusuk dan sulit disembuhkan. Tubuh kita mungkin tetap sehat ketika kita berakhlak madzmumah ini, tetapi hati dan jiwa kita menderita dan tersiksa, sebab ia bukanlah penyakit fhisik, melainkan penyakit hati! Lalu seperti apa sih penyakit hati itu? Seberapa besar bahaya yang dibawanya? Dan bagaimana cara menanggulanginya?
Wabah penyakit hati lebih berbahaya daripada penyakit apapun. Pembaca tentu tidak ingin terjangkit wabah penyakit hati yang sangat ganas itu. Naudzubillah! Kita renungkan nasyid yang menggambarkan peranan hati dalam kehidupan manusia.
” Jagalah hati jangan kau kotori. Jagalah hati lentera hidup ini. Bila hati kita bersih. Pikiran pun selalu bersih. Prestasi mudah diraih. Tapi bila hati busuk. Pikiran jahat merasuk. Akhlak pun kian terpuruk. Lama – lama jadi makhluk terkutuk. Jagalah hati jangan kau nodai. Jagalah hati cahaya Ilahi.
Itulah nasyid yang menggambarkan peranan hati dalam kehidupan manusia. Orang yang hatinya sehat, pikirannya semakin jernih sehingga prestasi mudah diraih. Tetapi jika hati berpenyakit, maka pikiran menjadi keruh dan akhlakpun semakin buruk. Oleh karena itu, tidaklah diragukan lagi keadaan seseorang ditentukan oleh hatinya. Bilamana hatinya baik, maka baiklah semua amal perbuatannya.
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Ketahuilah, didalam tubuh manusia ada segumpal daging. Apabila segumpal daging itu baik, seluruhnya baik dan apabila daging itu buruk, buruklah seluruhnya. Ketahuilah olehmu bahwa segumpal daging itu adalah qalbu ( hati ).” ( HR : Bukhari ) .
Kita dapat mengambil pelajaran dari kisah Qabil dan Habil, putra Nabi Adam as. Qabil adalah sosok manusia pertama didunia yang terkena penyakit hati. Ketika ia hendak dikawinkan dengan saudara kembar Habil yang tidak cantik, sementara saudara kembarnya yang cantik akan dikawinkan dengan Habil, ia merasa iri. Kemudian ia protes kepada ayahnya, sehingga akhirnya Nabi Adam menyuruh kedua anaknya itu untuk berkurban, dengan catatan siapa yang kurbannya diterima oleh Allah maka dia lah yang berhak mengawini Iqlima yang cantik.
Kemudian, ketika ternyata kurban Habil yang diterima. Qabil merasa dengki sehingga ia membunuh adiknya sendiri. Penyakit hati yang diderita oleh Qabil telah menobatkan dirinya menjadi manusia pertama didunia yang melakukan kejahatan yaitu membunuh. Apakah pembaca ( kita ) ingin menjadi pengikut – pengikut Qabil ?! Tentu tidak bukan ? Untuk itu, mulailah kita mempersiapkan diri menghadapi penyakit hati. Yaitu dengan cara membuang jauh – jauh penyakit hati, seperti iri, dengki , hasud, hasad, fitnah , buruk sangka, khianat , dan lain – lain lagi.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : ISLAM AGAMAKU. Oleh :TIM PENYUSUN FAKULTAS TARBIYAH IAIN SUNAN KALIJAGA JOGJAKARTA. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
*Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.