Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada-Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Pada Bagian Kedua ini, saya akan melanjutkan penulisan selanjutnya artikel religius berjudul sesuai tersebut diatas,sebagai berikut : Bagaimana caranya menghindari sifat dendam itu ?. Yang paling utama adalah memaafkan orang. Jika terjadi salah faham diantara kita,maka bersegeralah kita saling memaafkan. Maafkanlah orang yang telah melukai perasaan kita , dengan memaafkan maka tidak ada lagi perasaan kesal yang tersisa dihati kita. Jika kita sudah terlanjur marah, maka janganlah kita simpan perasaan marah kita itu lebih dari tiga hari.
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Tidaklah halal bagi seorang muslim mendiamkan ( tidak mengajak bicara ) saudaranya yang muslim lebih dari tiga hari, keduanya bertemu lalu ini memalingkan mukanya dan itu berpaling pula. Dan yang paling baik ialah yang memulai lebih dahulu mengucap salam ( Assalamualaikum ). ( HR : Bukhari dan Muslim ) .
Memaafkan orang lain adalah perbuatan terpuji. Allah menyuruh kita menjadi seorang yang pemaaf, sebagaimana Firman – Nya : ( Artinya ) : ” Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebaikan, serta berpalinglah dari orang yang bodoh. ” ( QS : Al A’raf : 199 ).
Ibnu Mas’ud adalah salah seorang sahabat Rasulullah senantiasa menghindari sifat dendam dan terkenal sebagai seorang yang pemaaf. Dikisahkan pada suatu ketika Ibnu Mas’ud kecurian sejumlah uang Orang-orang ribut dan mengancam kepada siapa saja yang ternyata mencuri uang itu akan diberi hukuman yang setimpal. Tetapi Ibnu Mas’ud berkata kepada orang-orang itu : ” Sudahlah! Jika orang yang mengambil uangku itu untuk memenuhi keperluannya, semoga Allah memberi keberkahan dengan rezeki yang diperolehnya itu. Jika ia mencuri karena keberaniannya melanggar dosa, semoga perbuatan dosa ini yang terakhir baginya. ”
Saudaraku sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Kedua. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan judul baru tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK. Oleh : Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
*Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung