BEBERAPA CARA AGAR TERHINDAR DARI KEINGINAN MARAH

Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli wassalim sayyidina Muhammad.
Puja dan puji hanya milik Allah ,hanya kepada-Nya kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku , sidang pembaca yang terhormat.Kita hidup tidak sendirian. Dalam menjalani kehidupan ini kita saling berhubungan dengan orang lain .
Coba kita bayangkan , jika kita hidup tanpa kehadiran orang lain .Tentu kesepian bukan ? Karena itu peliharalah hubungan baik dengan setiap orang , dengan teman , saudara , dengan tetangga dan masyarakat luas.
Untuk menciptakan kerukunan hidup , antara lain kita harus menghindari sifat-sifat tercela.Apa saja sifat tercela itu? Misalnya keinginan untuk marah.Pernakah antum marah? Bagaimana cara mengendalikannya ? Ya ! Marah merupakan sifat yang tercela sehingga harus kita cegah .Menurut Iman Al-Ghazali , tenaga marah itu diciptakan oleh Allah SWT dari api.Kemudian ditanamkan dan dimasukkan kedalam diri manusia .Marah itu dapat terjadi ,jika ada sebab-sebab tertentu, seperti karena adanya hinaan , caci maki , dan sebagainya.Namun ,faktor utama penyebab timbulnya sifat marah adalah adanya sifat mudah tersinggung pada diri seseorang.Marah itu berasal dari suatu gejolak yang membara didalam jantung , kemudian disebarkan keseluruh tubuh.
Oleh karena itu , orang yang sedang marah maka muka , mata dan kulitnya merah.Apakah antum termasuk orang yang suka memancing kemarahan orang lain , atau termasuk orang yang mudah tersinggung ? . Sebenarnya tenaga marah itu diberikan oleh Allah kepada manusia , sebagai suatu senjata untuk membentengi manusia dari serangan musuh-musuhnya.Karena itu, kekuatan tenaga orang yang sedang marah dapat melebihi tenaga manusia yang keadaannya normal sehingga mengakibatkan orang itu menjadi buas , berani dan sebagainya.
Apa yang akan terjadi jika keadaan itu tidak segera dikendalikan ? Lalu bagaimana cara untuk mengendalikan amarah tersebut ?.
Pada saat seperti itulah , Iblis masuk dan menguasai manusia yang sedang marah.Dalam keadaan ini hati menjadi buas sehingga tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap sesamanya.Untuk mencegah dan mengendalikannya , Rasulullah SAW menganjurkan kepada orang yang sedang marah agar berwudhu.Orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah sehingga sikap dan tindakannya senantiasa terkendali dan penuh perhitungan.
Rssulullah SAW memperingatkan umatnya agar menjauhi sifat marah , dengan sabdanya : ( Artinya ) : ” Janganlah engkau marah .” ( HR : Bukhari ).
Dalam Hadist lain Rasulullah SAW bersabda :
( Artinya ) : ” Bukanlah orang kuat , orang yang ahli gulat tetapi orang yang kuat itu ialah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah.” ( HR : Bukhari dan Muslim ).
Oleh karena itu hindarilah sifat marah dan sifat mudah tersinggung agar kita tidak dapat dipermainkan oleh Iblis. Untuk itu , ada beberapa cara agar kita terhindar dari marah , diantaranya :
1. Membaca : A’uudzubillahiminsysyaithannirrajiim.( Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk ).
2. Biasakanlah membaca Istighfar : Asraghfirullah hal adziim ( Aku mohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Agung ) .Pahami dan hayati kedua bacaan tersebut agar bermakna bagi kita yang membacanya.
3. Apabila marah sedang melanda diri cepatlah mengambil air wudhu ( berwudhu ) .Hal ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW .
4. Apabila marah dalam keadaan berdiri , cepatlah duduk sebaliknya jika marah dalam keadaan duduk , cepatlah berbaring.
Langkah-langkah upaya pengendalian dan cara mengatasi marah tersebut akan berguna atau efektif apabila kita memahami dan menghayati bacaan-bacaan tersebut dengan baik.Kemudian melakukan langkah-langkah berikutnya dengan penuh keikhlasan dan keyakinan kepada Allah SWT.
Saudarku sesama muslim muslimat .
Sampai disini saya sudahi dulu tulisan religius ini , terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan.Jumpa lagi kita , insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain.
Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
****
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : ” Pendidikan Agama Islam .” Oleh : Drs H. Hasan Baihaqi , Af. *
****
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada website : Http//Hajisunaryo.com. *
****

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.