Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb. Allahumma shalli wassalim wabarik ala sayyidina Muhammad. Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Apa khabar? Senang sekali al- fakir dapat berjumpa (lewat tulisan) dengan antum. Saudaraku sesama muslim, muslimat, mari kita saling mendo`akan (do`a fido`a) mudah-mudahan Allah SWT berkenan dari hari kehari senantiasa menambah ilmu (agama) kita. Amin! Amin Ya Rabbal Alamin.
Pertama kali mari kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat karuniaNya berupa nikmat rezeki, nikmat sehat wal afiat, nikmat panjang umur dan seterusnya dan seterusnya. Terlalu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita (manusia) sampai-sampai kita tidak sanggup menghitungnya saking banyaknya nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung, yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga beserta para Sahabatnya.
Saudaraku, Su`ul khotimah adalah akhir kehidupan yang buruk. Sementara khusnul khotimah adalah akhir kehidupan yang baik. Sesuai materi kita, seperti tersebut diatas kita tidak sedang membicarakan setentang khusnul khotimah tetapi kita membicarakan setentang su`ul khotimah yaitu tragedi zaman sekarang.
# Saudaraku, kisah tragis ini dikisahkan oleh Syaikh Ahmad Al-Qhattan dalam satu ceramahnya, katanya:” Saat bekerja diatas kapal yang berkeliling dunia dalam rangka mencari rezeki, saya memiliki teman seorang pemuda yang sholeh, berakhlak baik dan berhati lurus. Saya dapat melihat ketaqwaan dari sinar diwajahnya. Wajahnya selalu cerah dan bersinar. Ia selalu memperbanyak shalat serta selalu terlihat berwudhu dan shalat atau menasehati dan mengarahkan teman-temannya jika tiba waktu shalat, dirinya yang mengumandangkan azan dan menjadi imam shalat berjamaah dikapal. Jika ada salah satu dari kami yang terlambat atau tidak melakukan shalat berjamaah segera saja ia menasehatinya. Itulah yang kami saksikan selama perjalanan kapal kami ketika keliling dunia. Suatu ketika kapal kami singgah disalah satu pulau diindia. Kamipun ikut turun untuk singgah. Biasanya awak kapal menggunakan kesempatan singgahnya kapal disuatu tempat untuk tinggal ditempat itu beberapa hari guna istirahat rekreasi setelah menempuh perjalanan panjang dan berjalan-jalan dipasar membeli sekedar oleh-oleh untuk sanak keluarga. Setelah selesai, mereka kembali kekapal dimalam hari.
Ada beberapa orang dari kami yang sesat. Mereka menggunakan kesempatan ini untuk pergi ketempat hiburan dan pelacuran. Tetapi, sipemuda tetap berada dikapal dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki. Selain itu, ia juga sibuk berdzikir, membaca Al-Qur`an dan shalat. Orang yang menceritakan kisah ini menangis, airmatanya mengalir hingga membasahi jenggot, seraya melanjutkan kisahnya:
” Suatu hari, ketika teman kita ini sedang sibuk memperbaiki kapal, salah seorang temannya yang suka memperturutkan hawa nafsu dan gemar bermaksiat berbisik kepadanya:” Wahai kawan, kenapa kamu tetap tinggal dikapal? Mengapa kamu tidak turun melihat dunia lain dari yang biasa kamu lihat? Kamu akan melihat hal yang menyenangkan dibawah sana. Aku tidak mengajak kamu ketempat pelacuran dan kebar yang mengakibatkan murka Allah. Namun, mari kita melihat pawang ular yang mempermainkan ular tanpa rasa takut. Lihatlah pawang gajah yang naik gajah dari belalai, membuat gajah bisa berdiri dengan satu kaki. Jika kamu melihat orang berjalan diatas paku, bagaimana ia menahan sakit? Orang yang memakan bara api seperti memakan kurma, serta ada pula yang meminum air laut dengan banyak seakan ia sedang minum air tawar.
Kawan, turun dan lihatlah dunia! Siteman tadi tertarik mendengar cerita itu dan bertanya:” Apakah yang kamu katakan itu benar-benar ada? “ Teman yang jahat itu menjawab:” Ya, ada dipulau ini. Turunlah! Engkau akan melihat hal yang menyenangkan .” Mereka berdua turun, berjalan-jalan keliling kota. Dan tak lupa mampir kepasar. Mereka berjalan melewati jalan kecil dan mampir kesebuah rumah. Teman yang jahat tadi masuk kedalam rumah, dan menyuruh sipemuda shaleh menunggu diluar seraya berkata:” Aku akan masuk sebentar tetapi jangan sampai kamu mendekat rumah ini.”
Pemuda tadi menunggu dari kejauhan menggunakan waktu untuk berdzikir dan membaca Al-Qur`an. Tiba-tiba ia mendengar suara tawa yang keras, Bersamaan dengan itu, seorang perempuan yang tak lagi memiliki malu keluar dari rumah. Loh, temanku kan masuk kerumah itu! Pemuda tadi mulai mulai dilanda penasaran. Ia mendekat kerumah dan berusaha mendengar apa yang terjadi didalam.
Tiba-tiba ia mendengar lagi suara yang keras. Ia mengintip dari lubang pintu, terus menerus melihat kedalam rumah, melihat pemandangan yang belum pernah dilihatnya, lalu segera kembali ketempatnya menunggu. Begitu temannya keluar dari dalam rumah, sipemuda segera memarahinya:” Apa ini? Kamu Ini adalah perbuatan yang menyebabkan Allah murka dan tidak dicintaiNya.” Lalu temannya menjawab:” Diam hai orang bodoh dan buta, ini bukan urusanmu!”
Mereka berdua kembali kekapal saat malam sudah larut. Sipemuda tak bisa memejamkan mata, ia terus memikirkan pemandangan yang dilihatnya tadi didalam rumah. Panah syetan telah menghujam dadanya, apa yang dilihatnya telah menawan jiwanya. Setelah fajar menyingsing, pemuda tadi langsung turun dari kapal. Seluruh jiwanya hanya ingin menyaksikan lagi pemandangan tadi, tidak ingin lainnya, hanya melihat saja. Pemuda tadi langsung menuju rumah itu, ia melihat dan terus melihat untuk kedua, ketiga dan keempat kali. Akhirnya, ia tidak bisa menahan hasrat jiwanya. Ia masuk kerumah itu dan menginap disana selama dua hari.
Nakhoda kapalpun bertanya-tanya mencarinya:” Mana situkang azan? Mana si Imam?” Tidak ada yang menjawab. Akhirnya sinakhoda memerintahkan seluruh awak kapal untuk turun kekota mencarinya dan si nakhodapun mendengar tentang orang yang mengajaknya kerumah itu. Ia memanggil orang itu dan marah:”Apakah kamu tidak takut kepada Allah? Apakah kamu tidak takut hukuman Allah? Panggil pemuda itu!
Pergilah ia kerumah itu untuk memanggil sipemuda, Namun sipemuda menolak. Ia pergi lagi untuk yang kedua, yang ketiga, tetapi sipemuda tetap menolak tidak mau kembali kekapal. Akhirnya, si nakhoda memerintahkan beberapa orang awak kapal untuk menyeretnya dan membawanya kekapal.
Kapalpun berlayar kembali kenegeri asal. Seluruh awak kapal kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Tetapi sipemuda hanya duduk dipojok ruangan kapal, menangis dan merintih hingga hampir saja jantungnya putus karena tangisannya. Ia tidak mau makan dan tetap seperti itu hingga beberapa hari. Pada suatu malam, tangis dan rintihnya makin keras, hingga awak kapal tidak bisa tidur malam itu.
Nakhodapun mendatanginya dan berkata:” Wahai kamu, bertaqwalah kepada Allah! Apa yang menimpamu? Rintihanmu membuat kami khawatir. Hai kamu, apa yang mengubah keadaanmu?Apa yang membuatmu takut?” Pemuda tersebut menjawab dengan penuh penyesalan:” Biarkanlah aku disini kalian tidak tahu apa yang terjadi padaku.” Nakhoda bertanya:” Sebenarnya apa yang terjadi terhadap dirimu ? Saat si pemuda membuka celananya, terlihat belatung berjatuhan dari kemaluannya. Melihat itu, sinakhoda kaget dan gemetar seraya berkata:” Aku berlindung kepada Allah dari hal ini.” Si nakhoda pun pergi. Menjelang fajar awak kapal bangun karena dikagetkan oleh suara teriakan. Mereka mencari suara itu dan menemukan sipemuda meninggal dunia dalam keadaan mengigit kayu kapal. Awak kapalpun mengucapkan: Inna lillahi wa inna ilaihi roji`un, dan memohon kepada Allah agar dijauhkan dari su`ul khotimah. Kisah pemuda ini tetap dikenang, untuk jadi pelajaran bagi siapa yang mendengarnya.
# Sebuah kisah setentang seorang pemuda yang meyimpang. Dikisahkan ia (sipemuda) mengalami kecelakaan diperjalannya dari kota Mekkah menuju kota Jeddah. Orang melihat kejadian itu menceritakan:” Ketika melihat kerusakan mobil, aku mengajak kawan-kawanku turun:” Mari kita turun! Kita lihat, bagaimana nasib orang yang ada didalamnya? “ Kamipun turun dan mendekat kearah sopir. Ternyata ia tengah sekarat. Kami mendengar suara musik lagu-lagu Barat dari tape mobil. Salah satu kawan lalu mematikan tape. Kami melihat sisopir berada diakhir hayatnya. Kamipun mengatakan:” Mari kita gunakan kesempatan ini, semoga Allah menjadikan kesempatan sebagai keselamatan hidupnya didunia dan akherat.
Kamipun menuntunnya untuk mengucapkan kalimat syahadat:” Hai laki-laki, katakan: Laa illaha ilallah!” Tahukah anda kalimat terakhir yang diucapkannya dalam hidupnya? Alangkah baiknya jika ia tidak mengatakannya. Ia telah mengatakan kalimat yang menakutkan. Kami berlindung kepada Allah agar tidak mengucapkan kalimat itu. Ia mengucapkan kalimat dengan bahasa awam:” Aku melaknat agamamu dan agamamu. Aku tidak mau shalat dan puasa.” Setelah itu ia mati. Kami berlindung kepada Allah dari kehinaan.
# Seorang ulama terkemuka mengkisahkan:” Kami dalam wisata dakwah keyordania, seusai shalat jum`at disalah satu masjid kota Zarqa kami duduk-duduk dimasjid bersama para santri dan seorang ulama dari Kuwait. Jamaah masjid telah kembali pulang kerumah masing-masing.Tiba-tiba ada beberapa orang yang masuk kedalam masjid sambil berteriak.” Mana Syaikh? Mana Syaikh?” Mereka menghampiri Syaikh dari Kuwait itu dan mengatakan:” Wahai Syaikh ada seorang pemuda meninggal dunia tadi pagi karena kecelakaan. Saat kami menggali kubur, kami dikejutkan seekor ular besar yang tiba-tiba muncul dari dalam kubur. Sehingga sampai sekarang kami belum mengubur jenazahnya. Apa yang harus kami lakukan?”
Kami bersama Syaikh pergi kekuburan dan melihat ular besar didalam kubur.Ekornya berada diatas kubur, badannya masuk dalam kubur dan kepalanya keluar diarah atas kubur. Mata ular tersebut melotot memandang sekitarnya. Lalu Syaih berkata galilah kubur ditempat lain. Mereka kemudian menggali ditempat yang berjarak dua ratus meter dari kubur yang digali pertama kali. Saat kubur baru itu hampir selesai digali tiba-tiba ular besar itu muncul lagi dari dalam kubur. Syaih mengatakan:” Lihatlah kubur yang tadi.” Namun si ular menembus tanah dan muncul dikubur yang pertama. Syaikh mengatakan:” Jika kita menggali lagi ular itu akan tetap muncul. Tidak ada jalan lain, ular itu harus dikeluarkan.” Orang-orang datang membawa kayu dan kawat. Akhirnya ular itu keluar dan berdiam dipinggir kuburan. Mereka yang hadir dikuburan itu ketakutan melihat ular itu. Bahkan ada yang pingsan dan dibawa dengan mobil ambulance.
Aparat keamanan pun ikut datang dan menyuruh orang-orang untuk menjauh dari liang kubur, hanya keluarga dan ulama yang boleh mendekat. Saat jenazah diangkat dan dimasukkan kedalam kubur, ular besar itu menggerakkan badannya dengan keras, hingga debu-debu beterbangan kemudian masuk keliang kubur dari arah bawah. Mereka yang menguburkan jenazah segera keluar dari liang karena ketakutan. Lalu ular itu membelit badan simayit, mulai dari kaki sampai kepalanya. Kemudian meregangkan badannya dan meremukkan tubuh jenazah itu, hingga terdengar suara tulangnya yang remuk seperti ikatan sayuran yang dipatahkan. Setelah debu tidak lagi beterbangan, kami melihat kedalam liang kubur. Kami melihat ular itu masih megikatnya (melilitnya). Kamipun tidak bisa berbuat apa-apa. Syaikh berkata:” Tutup kuburnya dengan tanah.” Setelah selesai penguburan kami pergi kerumahnya, menghadap ayahnya dan bertanya tentang kehidupan anaknya yang telah meninggal itu. Ayahnya menjawab:” Sebenarnya ia adalah anak yang baik. Namun ia tidak mau shalat.
Kejadian ini mengandung pelajaran berharga bagi mereka yang menyia-nyiakan shalat. Hendaknya mereka bertaubat kepada Allah,sebelum ajal datang menjemput. Sebelum dirimu mengatakan:”….Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam ( menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (Agama Allah) atau supaya jangan ada yang berkata:” Kalau sekiranya aku dapat kembali (kedunia) niscaya aku akan termasuk orang-orang yang baik.” (QS:Az-Zumar:56-58)
Adapun jawabannya sangat jelas dan ringkas:” (bukan demikian) sebenarnya telah datang keterangan-keteranganKu kepadamu lalu kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir.” (QS:Az-Zumar:59)
Saudaraku, sidang pembaca sampai disini saya sudahi dulu tulisan (religius) saya bagian pertama. Insya Allah akan segera saya sampaikan tulisan sesuai judul tersebut diatas bagian kedua. Harapan saya semoga tulisan (materi) ini bermanfaat, menyejukkan serta mendapat tempat dihati pembaca. Terima kasih atas segla perhatian mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarkatuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Detik-Detik Sakaratul Maut Oleh: Shalahuddin As-Said. Dar-Al-Furqon (Publisher?Booksellers. Riyadh Saudi Arabia Telp& Fax: 00966-14358646)
…
# Tulisan (artikel) religius ini dapat anda temukan pada website:”WWW:Hajisunaryo.com.#
…