Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Selamat berjumpa kembali dengan Al-fakir, sidang pembaca website:WWW.Hajisunaryo.com. Apa khabar? senang sekali saya, melihat kenyataan bahwa semakin banyak semakin bertambah saja minat pembaca (bacaan bernafaskan Islam) antum, pembaca. Alhamdulillah! Pertama marilah kita mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu dan senantiasa memberikan rezeki kepada kita.
Rezeki berupa nikmat, yaitu nkmat imam, nikmat Islam, nikmat sehat wal afiat dan nikmat panjang umur serta masih banyak lagi nikmat-nikmat lain yang Allah berikan kepada kita (manusia) selaku hambaNya sampai-sampai kita tidak bisa menghitungnya dan memang kita tidak akan pernah sanggup untuk menghitungnya saking banyaknya.
Shalawat serta salam kita mohonkan, semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung, yaitu Baginda Nabi besar Muhammad SAW beserta para Sahabatnya. Saudaraku, didalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Turmidzi:
# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Perkataan terbaik yang ku ucapkan dan diucapkan Nabi-Nabi sebelum aku adalah:” Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa alla kulli syaiin qodiruun.”
“ Tiada Tuhan selain Allah yang maha esa lagi tidak memiliki sekutu. MilikNyalah kekuasaan dan pujian dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu.” (HR.Turmidzi)
# Kemudian sebuah Hadist diriwayatkan dari Abu Hurairah ra:
Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Barangsiapa membaca: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahua alaa kulli syai`in qodir, seratus kali dalam sehari maka ia mendapat pahala sebagaimana memerdekakan sepuluh orang hamba, diampuni seratus kejahatannya, dibuatkan untuknya benteng sebagai pelindung dari syetan pada hari itu hingga sore. Tidak diberikan kepada orang lain pahala yang lebih baik darinya kecuali orang tersebut melakukan amalan yang lebih banyak darinya.
# Dan Hadist diriwayatkan oleh imam Bukhari dari Ubadah bin Shamit ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Barangsiapa yang menyepi pada malam hari kemudian membaca:Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu wahua alaa kulli syai`in qodir. Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar. Wala haula wala quwata illa billahil aliyil adzim. ( Tiada Tuhan selain Allah yang maha esa lagi tidak memiliki sekutu. MilikNyalah kekuasaan dan pujian. Dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Maha suci Allah segala pujian hanya milik Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Allah maha besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah yang maha tinggi lagi maha agung).
Lalu selanjutnya dengan membaca: Allahummagfirli ( Ya Allah ampunilah aku) maka orang itu diampuni dan do`anya dikabulkan. Apabila orang itu berwudhu, kemudian mendirikan shalat, niscaya shalatnya diterima. Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali diterangkan bahwa kalimat laa ilaha illallah adalah kalimat tauhid, kalimat ikhlas, kalimat taqwa, kalimat thoyyibah, seruan yang benar. Dialah buah syurgawi. Tidak diragukan lagi kalimat tauhid yang bersumber dari lubuk hati dan diucapkan dengan lisan merupakan pengesaan yang sejati. Ia adalah ungkapan hakiki dari ayat (surat Al-Ikhlas ayat satu sampai ayat empat)
(Artinya):” Dialah Allah yang maha esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu, Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS:Al-Ikhlas:1-4)
Kalimat tauhid juga merupakan bentuk nyata dari pengakuan:” Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (QS:Al-Fatihah:5). Kalimat tersebut menghancurkan nilai sakral patung dan berhala sekaligus membersihkan manusia dari semua bentuk syirik. Atas dasar itulah kalimat ini menjadi pilar utama dari dzikir sufistik. Ada tiga pilar dzikir sufistik yaitu:
a. Istigfhar (Astaghfirullah)
b. Tauhid (Laa ilaha illallah)
c. Shalawat ( Allahumma shalli ala Muhammad wa ali Muhammad)
Kalimat tauhid merupakan satu dari tiga pilar dzikir sufi. Tanpa kalimat itu jalan yang diretas seseorang untuk menuju Allah tidak akan berguna, apapun bentuknya!
Saudaraku, sidang pembaca pembahasan ini sampai disini saya akhiri dulu, Insya Allah dikesempatan lain (materi) setentang kalimat tauhid akan sama-sama kita membahasnya lagi. Terima kasih atas segala perhatian mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dengan tulisan (religius) saya yang lain, tentu saja dengan judul dan materi yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Terapi Dengan dzikir (mengusir kegelisahan& merengkuh ketenangan jiwa) Oleh:DR.Abdul Halim Mahmud. Diterbitkan oleh Penerbit Misykat. (IT Mizan Publika)
…
Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com
…