“ BEBERAPA KEADAAN SERTA UCAPAN PARA ORANG SHALEH TENTANG DZIKRUL MAUT”

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT karena sesungguhnyalah kita dapat bertemu (lewat tulisan) hanya karena sebab Rahmat serta KaruniaNya sajalah dan sesuai judul tulisan ini tersebut diatas yang saat ini tentunya (artikel religius) ini sudah berada dihadapan sidang pembaca. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.

Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Kematian adalah sesuatu yang paling ditakuti oleh setiap orang siapapun dia, bahkan binatang juga takut mati. (Kecuali barangkali beberapa manusia saja yang sudah putus asa dalam kehidupan ini yang ingin segera mati).

Kali ini kita tidak membicarakan secara spesifik setentang kematian itu sendiri, tetapi saya akan menyampaikan apa ucapan para shalihin tentang dzikrul maut (ingat akan mati):

# Ibrahim At-Taimi berkata:” Dua pemutus kesenangan dunia ialah dzikrul maut dan mengingat ketika berdiri dihadapan Allah SWT. Sementara Ka`ab berkata:” Barangsiapa yang mengenal kematian, niscaya segala musibah dan kesusahan dunia akan terasa ringan olehnya.”

# Shafiyyah ra berkata:” Ada seorang wanita yang mengadu kepada Aisyah ra mengenai hatinya yang keras. Maka, Aisyah berkata:” Perbanyaklah mengingat kematian, pasti hatimu akan lembut.”

# Umar bin Abdul Aziz meminta kepada salah seorang ulama:” Nasihatilah aku!” Ulama itu berkata:” Anda bukankah khalifah pertama yang mengalami kematian.” Beliau (Umar) berkata:” Tambahkan lagi.” Ulama itu berkata:” Tidak ada seorangpun dari nenek moyang anda hingga Nabi Adam kecuali mengalami kematian, sungguh akan datang giliran anda.” Umar pun menangis mendengar hal itu.

# Rabi` bin hutsaim telah membuat liang lahat didalam rumahnya. Ia senantiasa tidur didalamnya setiap malam sampai beberapa agar kematian selalu diingatnya. Rabi` bin Khutsain berkata:” Jika dzikril maut berpisah dari hatiku sesaat saja, pasti hatiku akan rusak.” (Kitab Bustanul Wa`izhin hal 152)

# Amri bin Al-Ash pernah melihat kuburan, lalu ia berhenti dan shalat dua rakaat. Maka, ada yang bertanya:” Ini adalah sesuatu yang belum pernah anda kerjakan.” Amru bin Al-Ash menjawab:” Aku mengingat penghuni kubur dan tidak ada penghalang antara mereka dan kuburan. Karena itu aku senang untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan mengingat kedua rakaat tersebut.”

# Abu Dzar berkata:” Maukah kalian aku beritahukan tentang hari kefakiranku”? Hari itu ialah hari ketika diletakkannya diriku didalam kuburku.” Abu Darda pernah duduk didekat kuburan. Lalu ada yang bertanya kenapa hal itu ia lakukan? Abu darda menjawab:” Aku duduk mendekat kepada suatu kaum yang mengingatkanku tentang tempat kembaliku dan jika aku mati, mereka tidak mengghibahku.”

# Jafar bin Muhammad pernah datang kekuburan pada malam hari dan berkata:” Wahai penghuni kubur mengapa kalau aku menyeru kalian, kalian tidak menjawabnya?” Selanjutnya ia berkata:” Demi Allah, telah dihalangi antara mereka dan jawabanku, dan seakan-akan keadaanku harus seperti mereka (mati)” Kemudian ia mengerjakan shalat hingga terbit fajar.

# Umar bin Abdul Aziz berkata kepada sebagian Sahabatnya:” Wahai fulan, sungguh aku tak bisa tidur pada malam hari karena merenungkan tentang kubur dan penghuninya, kalau engkau melihat mayit setelah tiga hari didalam kubur, engkau benar-benar akan merasa jijik mendekatinya, padahal sebelumnya engkau senang kepadanya dalam sekian waktu yang lama, engkau juga benar-benar akan melihat rumah yang kutu-kutu pada mengelilinginya, nanah mengalir serta digerogoti belatung disertai dengan berubahnya bau dan rusaknya kain kafan yang sebelumnya kondisinya dalam bentuk yang baik.”

# Yazid Ar-Riqasy berkata:” Wahai orang yang dikubur diliang lahat serta ditinggal seorang diri dan merasa tentram didalam perut bumi dengan amalan-amalannya! Ah, dengan amalan apa kamu bisa bergembira dan saudara yang mana kamu bisa bergibthah  kepadanya selanjutnya, ia menangis hingga sorbannya basah lalu, ia berkata:” Demi Allah, bergembiralah dengan amalan-amalannya yang sholeh dan berbahagialah dengan saudara-saudaranya yang selalu membantu dalam mentaati Allah SWT.”

# hATIM Al- Asham berkata:” Barangsiapa yang melewati kuburan tapi tak merenungkan dirinya dan tak berdo`a untuk mereka, berarti ia telah mengkhianati dirinya dan mengkhianati mereka.”

# Bakr Al-Abid berkata:” Wahai ibu, andai saja engkau tak melahirkanku! Karena, anakmu ini akan ditahan dalam waktu yang lama didalam kuburan dan setelah itu pergi menempuh perjalanan yang panjang.”

:# Apabila Hasan bin Sholeh melihat kuburan, ia berkata” Betapa bagusnya bagian luarmu, tapi sesungguhnya dibagian dalammu terdapat berbagai kengerian.”

# Jika malam telah menyelimuti, Atha` As-Sulami keluar menuju kuburan lantas berkata:” Kalian telah mati wahai penghuni kubur, aduh kematian! Kalian telah melihat amalan-amalan!” Lantas ia berkata:” Besok Atha akan masuk kubur, besok Atha akan masuk kubur.” Hal itu terus dilakukannya sampai tiba waktu pagi.

# Rabi` bin Khutsain telah menggali liang lahat didalam rumahnya. Kalau ia mendapati hatinya keras, ia pun memasukinya, lalu berbaring dan tinggal diliang tersebut sampai batas waktu yang dikehendaki Allah. Ia lantas berkata:” …Ya Rabbku kembalikanlah aku (kedunia) agar aku berbuat amal yang sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan….” (QS:Al-Mukminun:99-100)

Ia mengulang-ulangnya lalu menjawab dirinya sendiri:” Wahai Rabi` engkau telah dikembalikan kedunia,maka beramallah!”

# Maimun bin Mahram berkata:” Aku pernah keluar bersama umar bin Abdul AZiz kekuburan. Tatkala beliau melihat kuburan, iapun menangis. Lalu ia menghadap kearahku seraya berkata:” Wahai Maimun  ini adalah kuburan nenek moyangku dari Bani Umayah! Mereka seolah-olah belum pernah bergabung dengan kenikmatan dan kesenangan hidup penghuni dunia. Tidaklah engkau melihatnya, kini mereka terbaring bergelimpangan. Padahal sebelum mereka telah ada beragam contoh siksa. Mereka diliputi kesedihan dan badan-badan mereka telah diserang oleh cacing-cacing tanah. Kemudian, umar bin Abdul Aziz menangis dan berkata:” Demi Allah, aku tidak mengetahui seseorang yang diberi kenikmatan seperti para penghuni kubur ini dan merasa aman dari siksa Allah.”

# Shabit Al-Banani berkata:” Aku pernah masuk ke area kuburan. Tatkala aku hendak keluar darinya, tiba-tiba ada suara seseorang yang memanggil:” Wahai Tsabit, jangan sekali-kali engkau terpedaya dengan diamnya penghuni kubur ini! Karena, banyak sekali jiwa yang berduka cita didalamnya.”

# Muthraf bin Abu Bakr Al-Hadzli berkata:” Ada orangtua dari kalangan Bani Abdi Qais yang tekun beribadah. Manakala malam menjelang iapun bersiap-siap, kemudian berdiri menuju mihrab masjid. Sementara jika siang telah tiba, ia keluar menuju kuburan. Telah sampai khabar kepadaku, bahwa orangtua tersebut pernah ditegur karena seringnya mendatangi kuburan. Menanggapi hal itu, iapun berkata: Sesungguhnya hati yang keras tidak ada yang bisa membuatnya lembut, kecuali mengingat sesuatu yang telah usang (mayit). Kedatanganku kekuburan ialah karena seakan-akan aku melihat tubuh-tubuh yang telah berubah bentuk. Ah, seandainya pemandangan ini betul-betull meresap kedalam hati alangkah menakutkannya ia bagi jiwa-jiwa dan begitu cepatnya merusak badan-badan.

# Seorang fakih pernah datang menemui Umar bin Abdul Aziz. Ia merasa takjub dengan perubahan suaranya yang disebabkan kesungguhan dan banyak mengerjakan ibadah. Umar pun berkata kepadanya:” Wahai fulan, sekiranya engkau melihat diriku setelah tiga hari dimasukkan kedalam kubur, ketika kedua biji mata telah keluar lalu, mengalir diatas kedua pipi, ketika kedua bibir telah mengerut dari gigi-gigi, ketika nanah telah keluar dari mulut, ketika mulut telah terbuka, ketika perut menggelembung, ketika dada membusung, ketika tulang punggung keluar dari dubur dan ketika cacing serta nanah keluar dari hidung, sungguh engkau akan melihat sesuatu yang lebih menakjubkan daripada apa yang engkau lihat saat ini.” (Kitab Ar-Raudh Al-Fa`iq halaman 35)

Saudaraku, sesama muslim muslimat. Sampai disini saya sudahi tulisan ini, semoga bermanfaat. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


# Bahan-bahan materi diambil dan dikutip dari buku: Detik-Detik Sakaratul Maut. Oleh: Shalahuddin. Shalahuddin As. Said#


# Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.