“ HENTIKAN MAKSIAT DAN BERTOBATLAH KEPADA ALLAH, PASTI TOBAT ANTUM AKAN DITERIMA.”

Assalamualaikum. wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Saudaraku sesama muslim muslimat, selamat berjumpa kembali (lewat tulisan) Apa khabar? Sesuai judul tulisan (religius) ini tersebut diatas, semoga mendapat tempat dihati sidang pembaca. Menjadi sebagai tambahan ilmu, menjadikan sebagai tambahan wawasan dan yang paling diniatkan penulis sebagai sarana syiar dakwah nilai-nilai iman serta nilai-nilai Islam kian akan dapat tersebarluaskan.

Kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala pemberian nikmat, karuniaNya kepada kita sekalian. Nikmat berupa iman Islam, panjang umur, sehat wal`afiat dan banyak lagi nikmat-nikmat lainnya, begitu banyak dan saking banyaknya sampai-sampai kita tidak sanggup menghitungnya dan memang kita tidak akan pernah mampu untuk menghitungnya. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.

Saudaraku kita mulai pembahasan kita. Didalam kitab suci Al-Qur`an surat Az-Zumar ayat 53 Allah SWT berfirman sebagai berikut:

# Firman Allah SWT:
*(Artinya):” Katakanlah hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS:Az-Zumar:53)

# Rasulullah SAW bersabda:
*(Artinya):” Allah membuka tanganNya dimalam hari supaya orang yang bermaksiat pada siang hari mau bertobat dan Dia juga membuka tanganNya pada siang hari, supaya orang yang bermaksiat pada malam hari mau bertobat, hal itu terjadi hingga matahari terbit dari arah barat. (Kiamat).” (HR:Muslim)

# Sementara dalam Hadist Shafwant bin Assal disebutkan adanya pintu tobat selebar jarak perjalanan 70 (tujuhpuluh) tahun. Pintu itu tetap dibuka hingga matahari terbit dari arah barat. (Hadist Shahih riwayat Turmidzi)

# Hadist dari Ibnu umar:
*(Artinya):” Allah selalu menerima tobat dari hamba selama nyawanya belum sampai ditenggorokan.” (HR:Turmidzi)

Karena itu saudaraku, segera ya! Bersegeralah bertobat selama pintu tobat masih terbuka! Sebelum matahari terbit dari barat, sehingga saat itu tobat kita tak lagi berguna. Apakah kita tahu, bisa jadi kita sekarang ini hidup dekat dengan tanda-tanda Kiamat besar atau jangan-jangan kita malah sudah diambang pintunya. Maka paling bijaksana: Segeralah kita bertobat sebelum nyawa kita sampai ditenggorokan. Sebab apabila nyawa sudah berada ditenggorokan tobat kita akan ditolak.

# Anas meriwayatkan, Nabi SAW bersabda:(Artinya):” Setiap anak Adam pasti selalu berbuat salah, sebaik-baik orang yang berbuat salah ialah mereka yang bertobat.” (HR:Ahmad, Turmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Sidang pembaca, saya menyayangi antum. Oleh karena itu tulus saya menasehati wabil khusus bagi yang sudah terlanjur terpelosok kedalam jurang kemaksiatan. Bertobatlah anda dan masuklah kalian kedalam golongan yang selalu bertobat. Kita selalu berbuat salah, namun diantara kita siapa yang selalu bertobat?

Hentikan maksiat dan bertobatlah kepada Allah pasti tobat anda akan diterima. Sesalilah masa lalu dengan membenci maksiat. Kuatkan tekad untuk tidak kembali mengulangi dosa. Pintu masih terbuka lebar, kesempatan masih terbuka, anda masih berpeluang untuk beramal sholeh dan diterima oleh Allah. Katakanlah sekarang:” Aku bertobat kepada Allah!” Allah pasti menerima tobat anda. Mintalah bantuan Allah, jangan lemah, pertolongan akan datang seiring kesabaran.

Pertolongan akan datang setelah kesempitan, setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Jangan sampai engkau mengikuti bisikan syetan yang menggembosi tekadmu:” Kamu tak akan pernah bisa bertobat.” Akan tetapi, katakan:” Insya Allah, saya bisa bertobat. Dibelakangku ialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuat. Dia akan menolongku hendaknya engkau memiliki pikiran positif (berbaik sangka) pada Allah pasti engkau akan ditolongNya.

Sidang pembaca, silahkan bacalah Hadist dibawah ini dan tahukah antum ketika dibacakan oleh Abu Idris Al-Khaulani, ia langsung bersimpuh. Imam Ahmad berkomentar terhadap Hadist ini, ialah Hadist yang paling hebat dari perawi Negeri Syam.

# Dari Abu Dzar dari Nabi SAW yang diriwayatkan dari Allah SWT, bahwa Allah SWT berfirman:
*(Artinya):” Wahai hambaKu, Aku telah mengharamkan kedzaliman atas diriKu sendiri, Aku haramkan kedzaliman atas kalian, oleh karena itu janganlah kalian saling mendzalimi. Wahai hambaKu, seluruh kalian ialah sesat kecuali yang Kuberikan petunjuk kepadanya. Oleh karena itu, mintalah petunjukKu, pasti Ku berikan. Wahai hambaKu, seluruh kalian ialah telanjang, kecuali yang Ku berikan padanya pakaian. Oleh karena itu mintalah pakaian kepadaKu, pasti Ku berikan.

Wahai hambaKu, kalian berbuat salah setiap siang dan malam hari dan Aku akan mengampuni dosa kalian seluruhnya. Oleh karena itu mintalah ampunan kepadaKu pasti Aku ampuni. Wahai hambaKu kalian tidak akan bisa menimpakan bahaya kepadaKu, kalian tidak akan bisa memberiKu manfaat. Wahai hambaKu, jika seluruh manusia dan jin berada dalam derajat ketaqwaan tertinggi, hal itu tidak akan menambah kekuasaanKu sedikitpun. Wahai hambaKu jika seluruh manusia dan jin berada seluruhnya disebuah lapangan dan setiap dari mereka meminta kepadaKu dan Aku berikan pada masing-masing permintaannya, maka hal itu juga tidak mengurangi kekuasaanKu, kecuali seperti kurangnya air laut yang dimasuki oleh jarum lalu ditarik lagi. Wahai hambaKu, semuanya ialah amal perbuatan kalian, Ku hitung lalu Ku balas dengan setimpal. Barangsiapa mendapati kebaikan, hendaknya memuji Allah, namun siapa yang mendapat sebaliknya maka jangan menyalahkan orang lain.” (HR:Muslim)

Saudaraku, lihatlah kepada kemuliaan Allah, seluruh pintu hamba tertutup, dan konci konci pintu-pintu tersebut berada ditanganNya, sedangkan pintuNya selalu terbuka bagi siapa yang berdo`a.

# FirmanNya:
*(Artinya):” Atau siapakah yang memperkenankan (Do`a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo`a kepadaNya….” (QS:An-Naml:62)

*Wahai pelaku maksiat, dimana airmata penyesalanmu? Wahai tawanan dosa, tangisilah dosamu yang telah lalu! Wahai hamba yang menantang Allah dengan maksiatnya, apakah kamu bisa sabar atas siksa Neraka? Wahai orang yang lupa akan dosanya padahal seluruh dosanya tercatat! Sungguh sayang sekali maut datang sebelum engkau bertobat. Alangkah merugi dirimu ketika engkau dipanggil untuk bertobat tetapi engkau menolak. Apa yang akan kau lakukan ketika waktu keberangkatan tiba dan engkau belum bersiap? Bukankah engkau yang berani melakukan dosa besar, tanpa menyadari bahwa Allah sedang mengawasi?

Ketahuilah sidang pembaca, tobat tidak hanya dimulut. Orang bertobat hatinya terasa hancur, airmatanya deras mengalir, perasaannya selalu hidup, selalu dihinggapi kegelisahan, ungkapannya jujur, gelisah hatinya segar namun tak bangga dan sombong, jarang mengaku berbuat baik. Ia berada antara takut dan harap, antara keselamatan dan binasa. Hatinya menderita, jiwanya terluka, penyesalan tampak diwajahnya , air matanya penuh rahasia serta mulai merasakan nikmatnya berdekatan dengan Allah. Orang bertobat, ia mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Jika melihat orang banyak, ia teringat manusia yang berkumpul dipadang mahsyar (Kiamat). Jika melihat orang bermaksiat, ia menangisi dosanya. Jika melihat kenikmatan ia merasa takut kehilangan kenikmatan Syurga. Jika melihat Neraka ia takut dirinya akan masuk didalamnya. Orang bertobata menangis bila mendengar burung bernyanyi, bila melihat burung berkicau, mengingat akan Allah bila mendengar kacau Bulbul. Hatinya merasa takut jika kilat berkilau karena bertasbih memuji Allah, juga para malaikat karena ketakutan mereka kepada Allah. Ia merasakan manisnya ibadah dan amal sholeh, merasakan manisnya iman, merasakan lezatnya mendekat kepada Allah.

Ia merangkai cerita dari airmata, merangkai syair dari rintihan, menyusun tangisan menjadi khutbah, seperti seorang ibu yang kehilangan anaknya, lalu berhasil menemukannya kembali. Tentu betapa bahagianya ia, betapa bahagianya sang ibu….

Orang bertobat seperti orang yang tenggelam dalam lautan dan berhasil selamat sampai ketepian. Dan seperti orang yang tengah menghadapi tiang gantungan lalu dibebaskan dari hukuman. Ya ia seolah dibebaskan dari belenggu hawa nafsu, dibebaskan dari penjara maksiat, ya dibebaskan dari kandang maksiat dari panasnya sengatan dosa.

Jika antum menemani seorang yang bertobat, antum akan melihat matanya terluka. Ia bersimpuh mengetuk puntu pada sepertiga malam terakhir. Ia mendengar Firman Allah Ta`ala:
*(Yang artinya):”…. Bertobatlah kepada Allah dengan tobatan nasuha (taubat yang sebenar-benarnya tobat)….” (QS:At-Tahrim:8)

Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Orang yang bertobat, merasakan bahwa kehinaan telah menguasainya dan kesedihan telah membelenggunya. Ia mencela jiwanya karena mengikuti hawa nafsu dan karena itulah ia menjadi terpuji. Siapa yang mau menangisi pintu dosa-dosa yang memenuhi lembaran catatan amal? Siapa yang mau terbuka? Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang benar, tobat yang semurni-murninya …

Sampai disini saya sudahi tulisan ini, semoga bermanfaat. Terima kasih atas segala perhatian mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Detik-Detik Sakaratul Maut. Oleh:Shalahuddin As-Said.#


# Tulisan religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.#

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.