“ BERBAHAGIALAH ORANG-ORANG YANG MENDAPATKAN KASIH SAYANG ALLAH SWT KARENA BERJALAN DIWAKTU GELAP KEMASJID UNTUK SHALAT SHUBUH BERJAMA`AH.” (Bagian Kedua)

Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb. Pertama-tama kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan karuniaNya, inayah, berupa bermacam-macam rezeki, begitu banyak rezeki yang kita dapatkan, saking banyaknya pemberian Allah, sampai-sampai kita tidak bisa menghitungnya dan memang kita tidak akan pernah sanggup untuk menghitungnya. Tetapi yang pasti karena pemberian rezekiNyalah kita dapat hidup lebih berarti dan istiqomah.
Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung yaitu baginda sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
Saudaraku, artikel (religius) ini dengan judul tersebut diatas adalah bagian kedua. Pada bagian pertama yang lalu disebutkan bahwa sesuai sabda Rasul, tidak akan masuk Neraka orang yang menunaikan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari tenggelam (Maksudnya shalat shubuh dan shalat Ashar). Ini adalah salah satu keistimewaan (fadhillah) shalat shubuh dan dibagian yang kedua ini penulis akan lebih banyak menyampaikan  (fadhillah) shalat shubuh (shalat yang disaksikan oleh malaikat) sebagai berikut:
# Tidak sekedar penegasan bahwa seorang yang menunaikan shalat jamaah shubuh rutin akan terbebas dari siksa api Neraka. Tetapi didalam Hadist lain diperkuat dan dinyatakan bahwa orang yang rutin berjamaah shubuh akan dijamin masuk Syurga.
* Sebagaimana Hadist yang artinya dari Abu Bakar bin Amarah dari bapaknya berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:” Siapa yang menunaikan shalat pada dua waktu yang dingin (shalat shubuh dan shalat ashar) maka ia akan masuk Syurga (HR:Ibnu Hibban)

* Kemudian Hadist dari Jundab bin Abdullah berkata: Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Siapa yang menunaikan shalat shubuh maka ia berada dalam lindungan (jaminan) Allah SWT dan jangan sampai Allah SWT meminta kembali jaminanNya dengan sebab apapun. Atau kalau tidak orang itu akan dilemparkan kedalam Neraka Jahanam. (HR:Muslim)

Benar, Hadist diatas menjelaskan bahwa seseorang yang menunaikan shalat shubuh ia benar berada dalam jaminan Allah SWT tetapi penegasan tersebut disertai ancaman bahwa jika jaminan yang telah diberikan tersebut kemudian tidak diambil dan berpaling pada keburukan, yakni meninggalkan shalat shubuh.
Maka Allah SWT akan menenggelamkan dia kedalam api Neraka. Orang yang meninggalkan shalat shubuh, sesuai Hadist diatas adalah ibarat orang yang telah mengingkari janji dan mencemoohkan tawaran baik. Semoga kita tidak termasuk orang yang mencemoohkan tawaran Allah SWT. Amiin!

# Dan Hadist dari Al-Haris bin wahab berkata, Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Umatku akan dianggap sempurna Islamnya, selama ia tidak mengakhirkan shalat Maghrib hingga matahari tenggelam menyamai orang Yahudi, selama ia tidak mengakhirkan shalat shubuh hingga bintang lenyap (matahari telah terbit) menyamai orang Nasrani (HR:Thabrani).

ingin terhindar dari kemunafikan? sesuai sabda Rasul, jangan tinggalkan shalat shubuh dan shalat Isya secara berjamaah.

# Perhatikan Hadist dari Abu Amir bin Anas, dari pamannya (Sahabat Nabi SAW) berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Orang munafik tidak akan mengerjakannya, yakni shalat shubuh dan shalat Isya berjamaah. (HR:Ahmad)

# Sebuah Hadist dari Usman bin Affan berkata, Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Siapa yang menunaikan shalat Isya berjamaah maka ia akan mendapatkan pahala layaknya shalat separuh malam penuh dan siapa yang menunaikan shalat Isya dan shubuh berjamaah maka ia akan mendapatkan pahala layaknya orang shalat semalam penuh.” (HR:Abu Daud).

# Dari Rafi bin khudaij berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Berpagi-pagilah kalian dalam menunaikan shalat shubuh, karena itulah pahala yang paling mulia.” (HR:Turmidzi)

# Dari Anas bin Malaik berkata, Rasulullah SAW bersabda:” Seandainya orang -orang yang tidak mau berjamaah shalat Isya dan Shubuh itu tahu apa yang mereka dapatkan (pahala) dari kedua shalat itu, pasti mereka akan datang walaupun harus merangkak..(HR:Ahmad)

# Dari Aisyah ra berkata, sesungguhnya hari jum`at seperti hari Arafah pada hari itu terdapat dibuka pintu-pintu rahmat dan pada hari itu terdapat waktu,saat tidak ada seorang hamba yang meminta kepada Allah SWT tentang sesuatu hal, kecuali Allah SWT akan mengabulkannya lalu ditanya, kapankah itu? Beliau menjawab jika muadzin usai mengumandangkan adzan shubuh.” (HR:Ibnu Abi Syaibah)

# Nabi Isa as, sesuai Hadist riwayat Al-Hakim ini kelak akan turun pada waktu shubuh, berikut ini
* Dalam sebuah Hadist yang panjang dalam sabdanya Rasulullah SAW bercerita bahwa Isa as datang ketika jamaah shalat shubuh akan dimulai kemudian yang menjadi imam saat itu (Imam Al-Mahdi) mempersilahkan Nabi Isa as agar menjadi imam,ia berkata, silahkan maju menjadi imam wahai Ruhullah! Kemudian Nabi Isa AS menjawab “ Sesungguhnya kalian semua adalah pemimpin bagi umat yang lain, majulah kamu dan mari kita kerjakan shalat.” Kemudian ia (Nabi Isa as) Shalat bersama kaum tersebut menjadi makmum. Usai mengerjakan shalat Nabi Isa as mengambil belatinya dan menuju kearah Dajjal dan akhirnya ia menemukan Dajjal, hingga Dajjal meleleh seperti timah kepanasan. Kemudian tancapkan belatinya di u`lu hati Dajjal hingga mati. Dan anak buahnya berhamburan lari kocar-kacir, tapi tidak ada satupun tempat sembunyi bagi mereka, hingga pohon-pohon pun bicara, wahai orang mukmin  ada orang kafir dibelakangku, bunuhlah ia.” (    HR:Al-Hakim)

# Sebuah Hadist riwayat Imam Bukhari yang tidak diragukan ke shahihannya gamblang menjelaskan bahwa kelak dihari Kiamat kita akan dapat melihat Rabb seperti kita melihat bulan tanpa terhalang sedikitpun yakni apabila kita mampu mengalahkan malas untuk shalat shubuh.

# Perhatikan Hadist dari Jabir berkata, kami berada disamping Rasulullah SAW kemudian beliau melihat bulan (saat itu adalah malam perang badar) beliau (Nabi SAW bersabda:” Sesungguhnya kalian semua akan melihat Tuhan kalian seperti kalian melihat rembulan ini, tidak terhalang sedikitpun penglihatan kalian. Yakni jika kalian mampu mengalahkan malas untuk menunaikan shalat sebelum matahari terbit (Shubuh) dan shalat sebelum matahari tenggelam.”
(HR:Bukhari).

# Sebuah Hadist juga riwayat Imam Bukhari senada hanya sedikit perbedaan redaksinya sebagai berikut: Dari Jabir katanya:” Kami ada pada suatu malam dekat Nabi SAW lalu beliau melihat bulan dimalam empat belas dan berkata:” Sesungguhnya kamu nanti akan melihat Tuhanmu sebagai kamu melihat bulan ini. Kamu tidak bersempit-sempit melihatNya. Kalau kamu bisa untuk mengerjakan shalat sebelum terbit matahari (shalat shubuh) dan sebelum terbenam matahari (shalat Ashar) hendaklah kamu kerjakan.” Kemudian itu dibacakan oleh Nabi SAW ayat:” Dan tasbihlah kamu dengan memuji  Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam. (HR:Bukhari)

# Sementara Hadist dari Salman Al-Farisi berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Siapa bangun pagi-pagi untuk menunaikan shalat shubuh maka ia bangun membawa bendera iman dan siapa yang bangun pagi-pagi untuk berangkat kepasar (meninggalkan shalat shubuh) maka ia bangun membawa bendera syetan.”(HR:Ibnu Majah)

Sidang pembaca, berpagi-pagi dalam mencari nafkah memang dianjurkan sebagaimana anjuran Rasulullah SAW kepada Sakhr Al Ghamidi. Tetapi tidak berarti bahwa shalat shubuh  ditinggalkan. Syetan selalu menggoda manusia, ketika malam manusia dijaga agar tidak bangun dan dinina bobokan. Tetapi ketika manusia berhasil mengalahkan nina bobok syetan mereka masih digoda lagi, berbisik bahwa kepentingan dunia lebih utama  daripada shalat shubuh. Bagi yang beriman maka shalat lebih utama daripada dunia yang tidak kekal ini, dan bisikan syetanpun terabaikan.

Tetapi ada yang terkena bujuk rayu syetan dan akhirnya meninggalkan shalat shubuh demi mencari nafkah. Semoga kita termasuk orang-orang beriman yang mengabaikan bisikan jahat syetan. Kepentingan dunia (kepasar, kekantor berpagi-pagi mencari nafkah untuk istri dan anak-anak  memang penting) tetapi bagi insan beriman shalat shubuh itu lebih utama daripada urusan dunia yang tidak kekal ini. Maka mendirikan shalat shubuh terlebih dahulu baru kemudian berpagi-pagi mencari nafkah untuk anak istri. Subhanallah! Indahnya dunia, indahnya kehidupan ini.

# Dari Sahabat Umar bin Ibnu Khattab ra berkata, sesungguhnya Nabi SAW suatu ketika mengutus pasukan kearah Najd dan ternyata pasukan tersebut mendapatkan harta rampasan yang banyak dan mereka kembali ke Madinah dengan cepat. Kemudian berkatalah seorang lelaki yang tidak ikut berperang, aku tidak pernah melihat pasukan yang pulang secepat ini dengan harta rampasan  yang begitu banyak, kemudian Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Maukah kalian aku beritahu kaum yang lebih utama dari kaum yang mendapat rampasan yang banyak dan kembali dari perang dengan cepat? Yakni kaum yang menghadiri jamaah shalat shubuh  kemudian mereka duduk berdzikir hingga matahari terbit. (HR:Turmidzi)

Sidang pembaca akhir daritulisan religius ini saya sampaikan dua buah Hadist diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah setentang kasih sayang Allah SWT bagi orang-orang yang mendirikan shalat shubuh sebagai berikut:

# Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Orang-orang yang berjalan ke masjid diwaktu gelap mereka adalah orang-orang yang mendapatkan Rahmat (kasih sayang) dari Allah SWT (HR:Ibnu Majah)

# Dan Hadist dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Sampaikan khabar gembira pada orang-orang yang berjalan ke masjid diwaktu gelap, mereka akan mendapatkan cahaya yang terang pada hari Kiamat. (HR:Ibnu Majah).

Sampai disini saya sudahi tulisan (religius) ini sesuai judul tersebut diatas bagian Kedua. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan materi yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahn-bahan materi diambil dan dikutip dari buku: Mukjizat Tahajud dan Shubuh Oleh: Yusni A. Ghalzali. Dan buku: TERJEMAH HADIST SHAHIH BUKHARI. Penterjemah:H.Zainuddin Hamidi DKK JILID 1 Cetakan ke Enam Thn:1964#
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.