BERKATA KOTOR KETIKA SEDANG BERPUASA

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Maunah-Nya lah saya dapat menyusun tulisan religius berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Berkata kotor ketika berpuasa sering kita temui di tengah kaum muslimin.
Pasar-pasar dan tempat – tempat ‘tongkrongan’ adalah sarang-sarang perkataan kotor.
Syaikh Muhammad Al-Utsaimin pernah ditanya : ” Apakah perkataan kotor disiang hari bulan Ramadhan dapat membatalkan puasa ? ”
Jawab : ” Jika kita membaca Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” Hai orang-orang yang beriman , diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. ” ( QS : Al Baqarah : 183 ) .
Kita tahu bahwa hikmah kewajiban puasa adalah agar bertaqwa dan menyembah Allah SWT. Taqwa adalah meninggalkan apa yang diharamkan. Secara mutlak taqwa adalah menjalankan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang.
Nabi Muhammad SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan tetap melakukannya, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. ” ( HR : Bukhari ) .
Dari sini jelaslah bahwa orang yang berpuasa hendaknya menjauhi hal-hal yang diharamkan, baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan, sehingga dia tidak mencela manusia, tidak berdusta , tidak mengadu domba diantara mereka, tidak menjual barang haram, dan menjauhi semua perbuatan haram. Jika manusia mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa – apa yang dilarang selama sebulan penuh, maka jiwanya akan lurus pada bulan – bulan berikutnya.
Tetapi sayang , orang yang berpuasa, tetapi tidak membedakan antara hari puasa dengan hari berbuka mereka, sehingga mereka tetap melakukan kebiasaan yang biasanya mereka lakukan, seperti berkata kotor , berdusta , mencela dan sebagainya, tanpa merasa bahwa dirinya sedang menjalankan ibadah puasa. Memang semua perbuatan tercela itu tidak membatalkan puasa tetapi dapat mengurangi pahalanya, dan mungkin di Hari Perhitungan kelak pahala puasanya hilang sama sekali.
Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : ” Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. ” ( QS : Qaaf : 18 ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : 89 KESALAHAN SEPUTAR PUASA RAMADHAN. Oleh : Abdurrahman Al-Mukaffi . *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.