Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad.Segala puja dan puji milik Allah SWT , tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta memohon ampunan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sebagian muslimah mengenakan jilbab hanya dibulan Ramadhan, di dua Hari Raya yaitu Idhul fitri dan Idhul Adha, dan di hari acara – acara keagamaan Islam lainnya.
Jilbab musiman seperti ini terjadi karena sebagian muslimah tidak mengetahui atau belum mampu menutup aurat mereka yang telah disyariatkan Allah SWT.
Perhatikan Firman-Nya : ( Artinya ) : ” Hai Nabi , katakanlah kepada istri – istrimu, anak – anak perempuanmu , dan istri – istri orang mukmin , hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk di kenal, karena itu mereka tidak diganggu. ” ( QS : Al – Ahzab : 59 ).
Aljalabibu adalah bentuk plural dari kata jilbab, yaitu apa yang dipakai oleh wanita,lebih besar dari kerudung dan baju terusan, dia dapat menutup seluruh tubuh.
Makna ayat ini ialah : Katakanlah wahai Muhammad kepada wanita – wanita yang beriman, hendaklah mereka menutupkan jilbab kewajah mereka , kecuali mata mereka agar dapat melihat ketika mereka keluar rumah untuk suatu keperluan, agar diketahui bahwa mereka adalah para wanita yang merdeka, bukan budak. Hingga mereka tidak diganggu oleh orang – orang jahil yang suka mengganggu para wanita . Ini adalah hukum dari Allah SWT yang memerintahkan para wanita untuk menutup seluruh tubuh mereka. Hukum ini berlaku umum bagi semua wanita, kapan saja dan dimana saja.
Selepas bulan Ramadhan wanita yang mengenakan ‘jilbab musiman’ kembali membuka aurat mereka sebagaimana yang disinyalir oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang. ” ( HR : Muslim ) .
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa bahwasanya mereka tidak masuk syurga dan tidak mendapatkan aroma harumnya syurga.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah menjelaskan : ” Sesungguhnya wanita yang berpakaian tetapi telanjang bisa jadi karena tipis bajunya atau pendek atau sempit. ”
Banyak kita saksikan wanita muslimah mengenakan celana panjang, maka yang demikian itu adalah pertanda keburukan. Dimulai dengan celana panjang yang longgar , kemudian yang sempit , kemudian yang pendek , dengan bertahab namun pasti! Allah Maha Mengetahui apa yang diinginkan oleh musuh – musuh Islam secara tersembunyi terhadap muslimah. ( BERSAMBUNG ).
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : 89 KESALAHAN SEPUTAR PUASA RAMADHAN. Oleh : Abdurrahman Al-Mukaffi. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung