“CAMBUK DAN RANTAI DALAM NERAKA SERTA MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENYERAMKAN DINERAKA.”

Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb. Allahumma shalli wassalim wabarik Sayyidina Muhammad. Selamat berjumpa kembali dengan al-fakir (lewat tulisan) sidang pembaca. Apa khabar? pertama-tama mari kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT karena sesungguhnyalah kita (saya dan sidang pembaca) dapat bertemu (lewat tulisan) sesuai judul artikel (religius) tersebut diatas pada hakikatnya semata-mata adalah karena berkat izin, perkenan, serta kehendakNya sajalah.

     Saya yakin, haqul yakin tanpa izin, tanpa perkenan, tanpa kehendakNya artikel (religius) ini tidak akan ada dihadapan antum (pembaca). Oleh karena itu tidak berkelebihan kiranya kalau saya mengajak marilah sekali lagi kita mengucapkan puji syukur kehadirat IIlahi Rabbi Tuhan seru sekalian alam, Dia pencipta langit dan bumi, Dia penguasa tunggal dihari pembalasan nanti, Dia itu maha Dzat, yaitu Allah SWT. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung, yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
     Saudaraku, dikampung akherat itu hanya ada dua tempat yaitu syurga dan neraka. Kita semua (manusia) akan menuju (pulang) kesana. Syurga adalah tempat yang indah (tidak terbayangkan) dimana penghuninya senantiasa merasakan kesenangan, kegembiraan, kebahagiaan, kelezatan (seterusnya) kekal abadi selamanya. Sementara Neraka adalah tempat penyiksaan yang paling dahsyat dimana kesengsaraan, penderitaan senantiasa dirasakan oleh penghuni Neraka ( mulai dari kobaran api, binatang-binatang menakutkan, para malaikat yang selalu memukul  dengan palu godam berwajah bengis, menakutkan, mengerikan. Dan siksa (adzab) yang pedih ini berlangsung (dirasakan) oleh penghuni Neraka seterusnya, berkepanjangan, kekal selamanya.
       Sidang pembaca, kita memang sedang membicarakan setentang (pedihnya) Neraka. Kita teruskan, Neraka memang sangat identik dengan penderitaan dan kesengsaraan sebab Neraka adalah tempat penyiksaan, tiada tempat buruk melebihi keburukan Neraka, tiada tempat kesengsaraan yang kesengsaraannya melebihi  Neraka. Dalam Neraka penghuninya tak henti-henti menerima siksaan. Bukan saja kobaran api yang teramat panas, namun juga siksaan-siksaan lain yang tak kalah dahsyatnya. Meraka akan dibelenggu, dileher mereka diikat sebuah rantai besi yang merah menyala. Sekujur tubuh mereka membara. Mereka diseret dimasukkan kedalam air yang bergolak panas. Belum cukup dengan itu mereka langsung dimasukkan kedalam kobaran api yang menganga.
* Firman Allah SWT:
(Artinya):” Ketika belenggu dan rantai dipasang dileher mereka, seraya mereka diseret kedalam air yang sangat panas, kemudian dibakar dalam api.”  (QS:Al-Mu`min:71-72)

* Dan FirmanNya:
(Artinya):” Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuhpuluh hasta.”  (QS:Al-Haqqah:32)

     Sungguh tak pernah bisa dbayangkan. Betapa kesengsaraan dan kesakitannya mereka. Tubuh-tubuh penghuni Neraka yang tak punya daya perlawanan. Mereka tak pernah mengajukan protes sebab sepenuhnya mereka sadar bahwa perlakuan Tuhan terhadap mereka saat itu adalah lantaran ulah mereka sendiri yang durjana sewaktu masih didunia. Ketika para ahli Neraka masih merasakan betapa sakitnya tubuh saat dipanggang dalam jilatan api, tak lama malaikatpun datang dengan membawa cambuk yang besar. Cambuk ini terbuat dari besi yang sudah dipanaskan hingga berwarna merah membara. Apa saja yang kena tebasan cambuk tersebut pasti akan hangus dan hancur berkeping-keping. Dan cambuk ini ternyata harus disabetkan ketubuh para penghuni Neraka itu. Subhanallah! Apa jadinya tubuh saat kilatan cambuk itu menghajar mereka?
     Tubuh merekapun terpental. Bekas cambukkannya nampak jelas membara. Tak lama tubuh merekapun terbakar hingga hangus, hitam tak dapat dikenali lagi.
* Firman Allah SWT
(Artinya):” Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.”  (QS:Al-Hajj:21)

     Betapa garang dan bengisnya para malaikat penjaga Neraka dilukiskan oleh Allah SWT seperti termaktub didalam kitab suci Al-Qur`an.
* Perhatikan FirmanNya:
(Artinya):” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”  (QS:At-Tahrim:6)

     Itulah gambaran sekilas tentang penjaga Neraka. Malaikat-malaikat yang ada disana begitu menyeramkan wajah-wajah mereka sangat menakutkan. Mereka kasar tak punya belas kasihan. Mereka tak mau peduli dengan penderitaan, mereka seperti tak mendengar berbagai jeritan pilu dan tangis kesengsaraan dari penghuni Neraka yang sengsara.
    Mansyur Ibnu Amar ra berkata:” Telah sampai kabar kepadaku, sesungguhnya malaikat Malik (malaikat penjaga Neraka) mempunyai tangan dan kaki yang jumlahnya sebanyak bilangan jumlah penghuni Neraka. Setiap kaki dan tangannya itu berdiri dan duduk, ia dapat membelenggu dan merantai orang-orang yang dikehendakinya. Sungguh, ketika malaikat Malik melihat Neraka, maka sebagian api akan memakan api sebagian yang lain karena takutnya melihat wajah malaikat Malik.” demikian Mansyur Ibnu Amar ra.
      
      Sungguh begitu mengerikan malaikat Malik, sang penjaga neraka itu. Begitupun dengan para malaikat Zabaniyah. Gambaran-gambaran yang sering disampaikan untuk melukiskan wajah mereka adalah bahwa mereka itu bagaikan kilat yang menyambar-nyambar, gigi-giginya bagaikan tanduk sapi, bibir-bibir mereka menjulur hingga sampai ketelapak kaki. Kobaran api selalu keluar menyembur dari mulut mereka. Tubuh mereka begitu besar. Jarak satu bahu dengan bahu yang lain sekitar 1(satu) tahun perjalanan. Allah SWT tak menciptakan mereka sebagai makhluk  yang penuh kasih sayang, namun sebaliknya sangat garang dan hanya patuh terhadap satu perintah, yakni mereka diciptakan untuk menghukum dan menyiksa manusia-manusia yang banyak dosa…

    Sampai disini tulisan ini, insya Allah dikesempatan lain kita sambung lagi tentu saja dengan (tulisan) saya yang lain baik judul maupun materi yang akan disampaikan. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

* Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dan dari buku: Indahnya Syurga Pedihnya Neraka Oleh:Asrifin An Nakhrawie,S.Ag  Penerbit: Ikhtiar Surabaya.*

* Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.*

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.