Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Selamat berjumpa kembali pembaca, apa khabar? Saat artikel (religius) ini ditulis, bulan suci Ramadhan diperkirakan tidak sampai dua minggu lagi akan tiba. (Tetapi apabila tulisan sesuai judul tersebut diatas berada dihadapan pembaca, barangkali tetamu agung itu sudah tiba dan kita tengah berpuasa). Ya! Selamat datang Saiyidusy syuhur yang mulia. Selamat datang penghulu segala bulan dimana didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan dan adalah bulan yang penuh barokah. Selamat datang tetamu agung.
Sidang pembaca, sebagai insan beriman seyogyanya kita berkemas bersiap-siap menanti kedatangan bulan suci Ramadhan dengan senang, dengan penuh kegembiraan. Bagaimana pembaca,antum senang (suka) gembira menyongsong kedatangan bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan ini? Berbahagialah kita, karena sesuai Hadist Nabi SAW bahwa barangsiapa yang senang, yang gembira menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan maka Allah SWT haramkan kulitnya tersentuh panasnya api Neraka. Subhanallah!
Saudaraku, puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat, rezekiNya sehingga kita menjadi mampu membuat hidup lebih berarti. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga beserta para Sahabatnya.
Bulan suci Ramadhan adalah bulan bercocok tanam untuk akherat, bulan menghasilkan perbekalan untuk hari kemudian, bulan membersihkan dan mensucikan diri dari berbagai dosa serta menghias diri dengan budi yang tinggi dan pekerti yang luhur.
# Sebuah Hadist cukup panjang ketika Rasulullah SAW pada hari terakhir dari bulan Sya`ban berkhotbah dihadapan para Sahabat untuk menerangkan keutamaan dan keistimewaan bulan suci Ramadhan sebagai berikut:
(Artinya):” Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, yaitu bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan yang Allah SWT telah menjadikan puasanya suatu fardhu dan Qiyam dimalam harinya suatu tathawu. Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dengan suatu pekerjaan kebajikan didalamnya samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu dibulan yang lain. Dan barangsiapa menunaikan suatu fardhu didalam bulan suci Ramadhan samalah dia dengan orang yang mengerjakan 70 fardhu dibulan yang lain.
Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya Syurga. Ramadhan itu bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah menambah rezeki para mukmin didalamnya. Barangsiapa memberi makanan berbuka didalamnya. kepada seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari Neraka.
Orang yang memberikan makanan berbuka puasa baginya pahala seperti pahala orang orang yang mengerjakan puasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu. Para Sahabat berkata:” Ya Rasulullah, tidaklah kami semua memiliki makanan berbuka puasa itu untuk orang yang berpuasa? Maka bersabda Rasulullah SAW:” Allah memberikan pahala ini kepada orang yang memberikan sebutir kurma atau seteguk air atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya Rahmat, pertengahannya Ampunan (Maghfiroh) dan akhirnya adalah merdeka dari Neraka (Itqunminan naar).
Barangsiapa meringankan beban dari hamba sahaya (pembantu rumah tangga) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari Neraka. Karena itu perbanyaklah yang empat perkara didalam bulan suci Ramadhan yaitu: Dua perkara untuk menyenangkan Tuhanmu dan dua perkara lagi untuk kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang kamu lakukan untuk menyenangkan Allah, ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan mohon ampun kepadaNya. Dua perkara lagi yang kamu sangat membutuhkannya ialah mohon syurga dan berlindung dari Neraka.
Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolamku dengan satu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga ia masuk dalam syurga”. (HR.Khuzaimah dari Salman ra)
Memperhatikan Hadist tersebut diatas, adalah sangat jelas kalau bulan Ramadhan itu bulannya panen pahala. Panen pahala untuk siapa? Tentu saja untuk umat Nabi Muhammad (yang beriman). Sebab yang tidak beriman tidak dipanggil untuk berpuasa dbulan Ramadhan ini oleh Allah SWT.
# Perhatikan Firman Allah SWT:
“ Yaa ayyuhalladzina amanuu kutiba alaikumusysyiyamu kama kutiba alalladziina min qoblikum la`allakum tattaquun.”
(Artinya):” Hai orang-orang yang beriman telah difardhukan atas kamu berpuasa sebagaimana telah difardhukan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS:Al-Baqarah:183)
Satu lagi sidang pembaca. Sesuai sabda Rasul, bulan Ramadhan memang bulannya kita selaku umat beliau (Nabi SAW). Ya! Bulan Ramadhan adalah bulannya umat Nabi Muhammad SAW.
# Rasulullah bersabda:
“ Inna rajaba syahrullahi, wa sya`baana syahrii, wa ramadhana syahru ummati.”
(Artinya):” Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban bulanku dan Ramadhan bulan ummatku.”. (Al-Hadist)
Puasa (shaum) berarti menahan diri dari segala sesuatu, seperti menahan makan, menahan minum. Tetapi menurut istilah menahan dari segala sesuatu yang dibatalkan selama satu hari lamanya, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat dan syarat-syarat tertentu.
# Sesuai FirmanNya:
(Artinya):” Makanlah dan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam yaitu fajar.” (QS:Al-Baqarah:187)
Puasa bulan Ramadhan adalah salah satu dari rukun Islam yang lima, diwajibkan pada tahun kedua hijriah. Hukumnya fardhu ain atas tiap-tiap mukallaf.
# Sebuah Hadist dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang Allah SWT telah fardhukan atasmu berpuasa didalamnya dan aku telah mensunahkan bagimu berdiri dan beribadah dimalamnya. Barangsiapa berpuasa dan bershalatul qiyam dimalamnya karena iman dan karena mengharapkan Allah, niscaya ia keluar dari dosa-dosanya, sebagai hari dilahirkan oleh ibunya.”
(HR.Ibnu-Khuzaimah)
# Masih Hadist dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:
(Artinya):” Telah berfirman Allah Azza Wajalla:” Tiap-tiap amal anak Adam untuknya sendiri, selain dari puasa. Puasa itu untukKu dan Aku akan memberikan pembalasan kepadanya. Puasa itu junnah (perisai) karena itu apabila seseorang kamu sedang berpuasa, janganlah ia memikirkan kata-kata yang buruk-buruk, yang keji-keji dan yang membangkitkan rangsangan syahwat dan janganlah pula ia mendatangkan hiruk pikuk hingar bingar. Apabila ia dimaki atau ditantang oleh seseorang hendaklah ia katakan: Saya ini berpuasa, saya ini sedang berpuasa. Demi Allah yang diriku (Muhammad) ditanganNya bau busuk mulut orang yang berpuasa lebih baik dan lebih harum disisi Allah dari bau kasturi yang harum semerbak. Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kesenangan , yaitu kesenangan dikala berbuka dengan karena berbukanya dan kesenangan dikala bertemu Tuhannya dengan karena puasanya.(HR.Bukhari)
# Hadist riwayat Imam Musilm dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Segala amal kebajikan anak Adam dilipat gandakan pahalanya dengan sepuluh, hingga 700 ganda. Allah berfirman:” Kecuali puasa, puasa itu untukKu dan Aku memberikan balasan (pahala) kepadanya, ia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya lantaran Aku. Seseorang yang berpuasa memperoleh dua kesenangan, kesenangan dikala berbuka dan kesenangan dikala berhadapan dengan Allah. Dan benar-benar bau busuk mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi disisi Allah daripada bau kasturi.” (HR.Muslim)
Sidang pembaca , membaca (artikel religius) ini sampai disini antum berasa engga? Kalau benar-benar bulan Ramadhan adalah bulannya panen pahala. Betapa tidak, baru merasa gembira saja mengetahui bahwa sedikit hari lagi bulan Ramadhan akan tiba, Allah akan haramkan kulit kita tersentuh panasnya api Neraka, mengerjakan shalat sunnat diganjar dengan pahala shalat fardhu, sementara melaksanakan shalat fardhu pahalanya dilipat gandakan 70 kali, sodaqoh (amal kebajikan) satu pahalanya dilipat gandakan hingga 700 ganda, dan lain-lain lagi dan lain-lain lagi. Subhanallah! Allahu Akbar!
# Cocok sekali kalau Rasul pernah bersabda:
(Artinya):” Sekiranya manusia mengetahui kebajikan-kebajikan yang dikandung dibulan Ramadhan itu, tentulah mereka mengharap-harap supaya Ramadhan berlaku sepanjang tahun.”
(HR:Ibnu Abid Dunya)
Akhir tulisan ini ingin saya menyampaikan sebuah Hadist yang datangnya dari Sahabat Rasul yaitu Abu Huarairah ra, bahwa bersabda Nabi Muhammad SAW:
#(Artinya):” Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena ingin dan mengharapkan pahala Allah, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR:Ashhabus Sunan)
Selamat datang bulan Ramadhan 1434.H selamat datang Saiyidusy Syukur yang mulia. Kami senang, kami gembira , kami bahagia. Selamat datang tetamu agung.
Terima kasih atas segala perhatian mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita,insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Pendidikan Agama Islam. Disusun oleh: Direktorat Pembinaan Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Umum Negeri. dan buku: Pedoman Puasa. Oleh: Prof. Dr.T.M. Hasbi Ash Shiddieqy.#
…
# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:hajisunaryo.com#
…