Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim wabarik ala Sayyidina Muhammad. Sidang pembaca, apa khabar? Selamat berjumpa kembali dengan al- fakir (lewat tulisan) dan sesuai judul tulisan ini tersebut diatas, semoga mendapat tempat dihati pembaca, menjadi bertambah wawasan, bertambah ilmu (agama) kita dan yang paling diniatkan penulis (artikel religius) ini sebagai sarana syiar dakwah mengena (tepat) sasaran dan nilai-nilai Islam pun tersebarluaskan.
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rezekiNya yang mampu membuat hidup lebih berarti. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung, yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca. Berbicara setentang keluh kesah para penghuni (ahli Neraka) memang membuat bulu roma bergidiq, hati menjadi ciut (takut) bahkan tidak sedikit yang selesai membaca, wajah mereka seketika berubah pucat, jantungpun berdetak keras dan sekujur tubuh bergetar, gemetar. Sebuah pertanyaan: Kenapa begitu? jawab: Karena ada iman didada. Yang paling diharapkan pada ketika (saat) itu adalah taufik hidayah Allah datang dan dengan kehendakNya jua siapapun dia (orang itu) bergegas berbenah diri. Bertobat dan tetap dalam tobatnya serta menjadi tangkaslah melaksanakan segala perintah-perintahNya dan menjadi tangkaslah menjauhkan sejauh-jauhnya setiap laranganNya. Saudaraku, inilah yang disebut insan beriman yang bertaqwa dan bukankah kita (manusia bahkan jin) diciptakan oleh Allah SWT hanyalah untuk beribadah kepadaNya?
# Perhatikan firman Allah SWT
(Artinya):” Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu.”
(QS:Adz-Dzariyat :56)
Para penghuni Neraka yang terdiri dari orang kafir dalam kedahsyatan derita (adzab dan siksa) yang mereka rasakan, mereka kepayahan dan mereka selalu berharap:” Ya Allah engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula) lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari Neraka) ini?”
Jerit tangis mereka tak didengar. Lalu untuk kedua kalinya mereka mengharap dan menjerit lagi dalam pengharapan. Al-Qur`an mengkisahkan mereka (ahli Neraka) dalam surat As-Sajdah ayat dua belas sebagai berikut:
(Artinya):” Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar maka kembalikanlah kami (kedunia) kami akan mengerjakan amal sholeh, sesungguhnya kami (sekarang) adalah orang-orang yang yakin.” (QS:As-Sajdah:12)
Para penghuni (ahli) Neraka yang terdiri dari orang-orang kafir itu rupanya menyesal. Ratapan tangis mereka , jeritan kepiluan hati mereka telah menyadarkan diri bahwa apa yang mereka lakukan dulu sewaktu didunia itu benar-benar durjana. Kini mereka menyesal. Mereka mempersembahkan airmata tangis pertobatan. Namun apakah dengan itu Allah mengabulkan permintaan mereka dan mau menerima penyesalan mereka? Tidak! sekali-kali tidak!
Allah tidak menghiraukan mereka sebagaimana mereka tidak hirau terhadap perintah-perintah Tuhan kala didunia. Sebaliknya, Allah terus menyiksa bahkan menambah beban derita yang berkepanjangan terhadap mereka. Luapan api yang memang disediakan untuk mereka sejak lama terus berkobar-kobar untuk membakar habis tubuh mereka. Namun saat tubuh itu hancur dan hangus terbakar serta merta Allah memulihkan tubuh itu kembali dan dalam sekejab mata penyiksaan yang serupapun datang. Subhanallah! Mereka harus menerima penyiksaan itu tiada henti.
Tiada tempat beristirahat bagi para penghuni Neraka yang barangkali untuk menghilangkan lelah. Tiada pula mereka bisa tidur, hidup pun seperti tidak bisa dirasakan kehidupannya, mati tidak hidup bukan. Sungguh penderitaan yang tak terkatakan!
Siksaan demi siksaan selalu mereka terima. Tidak ada detik yang berlalu kecuali penderitaan yang sangat memilukan. Tidak sedetikpun bagi bagi para penghuni Neraka yang dikasih kesempatan untuk beristirahat. Saat tubuh mereka hancur akibat siksaan maka secepatnya Allah memulihkan kembali tubuh itu dan langsung menyiksa lagi hingga hancur lagi, begitu terus hingga berulang-ulang
# Allah SWT berfirman:
(Artinya):” Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami kelak akan Kami masukkan mereka kedalam Neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS:An-Nisa:56)
Ya! Sengaja Allah membuat seperti itu supaya para ahli Neraka merasakan betapa pedihnya siksaan Tuhan. Semua itu adalah sebagai balasan terhadap kedurjanaan yang mereka lakukan didunia. Dengan berbagai penderitaan dan siksaan yang ada, semua penghuni Neraka mengharap dan memohon agar mereka bisa keluar dari tempat yang paling mengerikan tersebut. Namun, tak ada satupun dari permohonan-permohonan mereka terjawab. Al-Qur`an mengkisahkan betapa keluhan-keluhan penghuni Neraka itu begitu memilukan, namun semuanya hanya dibiarkan tanpa adanya tanggapan sama sekali.
Mereka, para penghuni Neraka itu terus memohon. Rasa sakit yang mendera tiap detik tanpa henti telah membuat mereka tak kenal lelah untuk memohon pengampunan. Dan memang tak ada jalan lain yang bisa menyelamatkan dan menghentikan penyiksaan kala itu kecuali hanya pengampunan dan pengabulan dari Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur`an, para penghuni Neraka itupun memohon lagi kepada Allah untuk yang kesekian kalinya:
(Artinya):” Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikan kami kedunia) walaupun waktu yang sedikit niscaya kami akan mengetahui seruan Engkau dan (kami) akan mengikuti Rasul-RasulMu.” (QS:Ibrahim:44)
Untuk kesekian kalinya para penghuni Neraka memohon pengasihan kepada Tuhan, dan untuk kesekian kalinya pula mereka harus menerima kenyataan pahit, permohonan dan keluhan mereka sama sekali tak didengar. Mereka tetap menderita dalam siksaan.
Permohonan mereka sedikitpun tak bisa mengurangi beban derita yang mereka rasakan. Kiranya mereka seperti tak kenal lelah dalam meminta. Lagi-lagi Al-Qur`an menceritakan betapa kesedihan mereka itu telah membuat mereka selalu mengeluh. Jerit tangis mereka dikisahkan dalam ayat berikut:
(Artinya):” Ya Tuhan kami keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal sholeh berlainan dengan apa yang telah kami kerjakan (dulu).. (QS:Fathir:37)
Apalah artinya penyesalan para penghuni Neraka pada waktu itu. Penyesalan mereka hanyalah sebuah jera sementara. Pertobatan mereka sudah terlambat. Bukankah mereka sudah diberi waktu yang begitu panjang sewaktu didunia namun mereka tak menggunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Malah mereka menggunakan waktu itu dengan mengingkari dan mendurhakai Tuhan.
Jadi pantas saja jika Allah tak mengampuni dosa-dosa mereka. Lagi pula akhirat bukan sebagai tempat untuk bertobat. Bukankah akhirat adalah sebuah tempat pembalasan? Para penghuni Neraka itupun mengeluh dan memohon lagi.
# Dalam Al-Qur`an disebutkan bagaimana keluh kesah dan permohonan mereka (ahli Neraka) sebagai berikut:
(Artinya):” Mereka berkata: Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, oleh karena itu kami telah jadi orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari padanya (dan kembalikan kami kedunia.), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran) sesungguhnya kami adalah orang-orang yang dhalim…(QS:Al-Mu`minun:106-107)
Sungguh betapa sengsaranya para ahli Neraka itu. Dalam kepedihan siksa mereka tak mendapatkan pertolongan apa-apa. Siksaan-siksaan terus saja mendera, rasa sakit itu akan terus berlanjut tanpa ada henti. Lantas sampai kapankah? Tidak ada batasan waktu yang membatasi penderitaan demi penderitaan mereka. Ya! Tidak ada ujung sebagai akhir derita, mereka (ahli Neraka) terus disiksa selamanya. Allah SWT sama sekali tidak menghiraukan raungan, jerit tangis serta keluh kesah dan permohonan ampun mereka (penghuni Neraka). Didalam kitab suci Al-Qur`an surat Ath-Thuur ayat enam belas Allah hanya mengatakan
# Perhatikan FirmanNya:
(Artinya):” (Masukkanlah kedalamnya dan rasakanlah kepanasan apinya.), maka baik kamu bersabar atau tidak itu sama saja bagimu, kamu hanyalah diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.” (QS:Ath-Thuur:16)
Saudaraku, sesama muslim-muslimat. Sampai disini saya sudahi dulu tulisan ini. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan (tulisan) saya yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku:Indahnya Syurga Pedihnya Neraka. Oleh:Asrifin An Nakhrawie S.Ag.#
…
# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
…