Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb. Allahumma shalli wabarik Sayyidina Muhammad. Selamat berjumpa kembali pembaca, apa khabar? Pertama-tama kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan rezekiNya sehingga kita menjadi mampu membuat hidup ini lebih berarti. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah SAW beserta keluarganya berserta para Sahabatnya.
Sidang pembaca, kita sudah sama tahu (menyakini) bahwa namanya siksa (adzab) Neraka itu amat pedih. Sungguh, tidak ada derita dunia yang melebihi penderitaan yang akan diterima oleh penghuni Neraka. Derita yang mereka (penghuni Neraka) tanggung adalah siksaan demi siksaan dan penderitaan yang sangat memilukan serta penghinaan yang mereka terima, adalah sungguh sebuah penderitaan yang tak terkatakan. Ya! siapapun barangkali tidak akan pernah membayangkan betapa kepedihan ahli Neraka dalam menerima penyiksaan-penyiksaan akibat amal perbuatan mereka sewaktu didunia.
Kita (manusia) barangkali belum bisa membayangkan jika misalnya seseorang harus memakai sendal yang terbuat dari lumeran timah panas yang mencair yang karena akibat panasnya tersebut otak (seseorang) yang menginjak sandal yang terbuat dari lumeran timah panas sampai mendidih. Penyiksaan seperti ini kelak akan diterima oleh para ahli Neraka. Dan yang antum (pembaca) harus garisbawahi adalah penyiksaan berupa dipakaikan sendal dari timah membara yang saking panasnya sehingga membuat otak (manusia) mendidih ini justru adalah merupakan siksaan teringan. Subhanallah!
Kalau siksa paling ringan saja (di Neraka) seperti itu bagaimana pedihnya siksaan yang paling berat? Allahu Akbar! Sungguh tak main-main Allah SWT memberi balasan yang setimpal bagi ahli Neraka. Sama halnya ketika Allah memberi balasan kepada ahli Syurga yang sungguh luar biasa nikmatnya, rupanya Allah juga tak pernah main-main dengan memberikan siksaan yang begitu dahsyat. Namun begitu, mengapa manusia masih tidak merasa ketakutan dengan ancaman-ancaman ini? Entahlah! satu hal yang pasti dan ini harus diketahui oleh manusia yang kini masih menjalani kehidupan didunia bahwa dalam Neraka ada semacam klasifikasi siksaan yang disesuaikan dengan kadar kedurhakaan manusia terhadap Tuhan.
Ada diantara para ahli Neraka yang berada didalam Neraka selama 6000 tahun. Mereka adalah kaum yang mendustakan agama, bermewah-mewah dalam persoalan dunia namun mereka telanjang dalam ketaatan kepada Allah. Mereka-mereka adalah manusia-manusia yang yang hanya mementingkan kehidupan dunia namun lupa terhadap kehidupan yang lebih kekal, yakni kehidupan akherat. Karena inilah, sama sekali Allah SWT tak memperdulikan mereka, darimana mereka akan masuk pintu Neraka.
Ada pula diantara mereka yang harus menerima siksaan dilemparkan kedalam Neraka jahanam masuk dalam kobaran api yang menjilat-jilat. Saat mereka tersengat api tubuh mereka langsung hancur lebur jadi satu. Semua organ tubuh menjadi luber,otak,usus, mata bahkan tulang belulang mereka lebur bagaikan sebuah daging yang tak bisa dikenali lagi. Mereka inilah yang pernah diceritakan Allah kepada Nabi Musa:
# Allah SWT berfirman (Artinya):” Wahai Musa, seandainya engkau mengetahui orang-orang yang telah merusak janji dan amanatKu, maka kelak mereka akan diseret keNeraka. Ketika mereka dilempar kedalam api Neraka jahanam maka jadilah setiap anggota badan mereka hancur dalam satu tempat , setiap otot-ototnya hancur dalam satu tempat dan hati merekapun hancur dalam satu tempat.” (Dikutip dari buku: Indahnya Syurga Pedihnya Neraka. Oleh: Asrifin An Nakhrawie,S Ag halaman 107)
Tidak hanya itu bagi mereka- mereka yang telah merusak janji dan amanat yang telah diberikan Allah akan menerima siksaan jenis lain. Mereka akan dimasukan kedalam Neraka Wail.
Dalam Neraka ini mereka akan disalip pada pohon zaqum. Sungguh begitu memilukan, saat tubuh mereka disalip, malaikat pun lalu menusukkan bara api dari duburnya. Mereka akan menjerit kesakitan. Dan pada saat yang bersamaan mulut merekapun muncrat bara api yang membara. Dari kedua telinganya merekapun menyemburat bara api, bahkan dari matanya pun nampak kilatan-kilatan bara api yang membara.
Mereka tak bisa berbuat apa-apa dengan siksaan itu kecuali menjerit dan meronta. Namun siapa yang akan perduli dengan mereka? lagi, siksaan jenis inipun sudah pernah diutarakan oleh Allah kepada Nabi Musa. Allah SWT berfirman:
(Artinya):” Bagi orang-orang yang telah merusak janj-janji dan amanatKu maka tempat mereka adalah Neraka Wail. Engkau akan melihat , wahai Musa mereka itu akan disalip diatas pohon zaqum, lalu api Neraka akan masuk dari duburnya terus keluar dari mulutnya dan keluar dari kedua telinganya serta keluar dari kedua matanya.” (Dikutip dari buku: Indahnya Syurga Pedihnya Neraka halaman 107)
Seperti halnya dengan orang-orang yang merusak janji dan amanat Allah, mereka-mereka yang berzina, suka memakan harta riba dan mereka yang selalu meninggalkan shalat. Tahukah antum siksa semacam apa yang akan mereka terima kelak diakherat? Subhanallah! Marilah kita berdo`a dan memohon kepada Allah supaya kita dijauhkan dari jenis siksaan ini. Betapa tidak, orang-orang seperti mereka kelak akan menerima siksaan yang begitu mengerikan. Dalam Neraka mereka akan digandengkan dengan para syetan dalam satu rantai dan belenggu. Rantai dan belenggu tersebut digantungkan pada lidah mereka hingga tembus kedalam lubang hidung. Dari dalam mulut dan hidung mereka mengalir darah yang begitu deras. Mereka kesakitan, mata mereka melotot menahan rasa pedih.
Rasa sakit yang mereka derita menyebabkan mereka tak bisa berbuat apa-apa hingga untuk tidur sekejab sekalipun. Dalam keadaan yang demikian mereka lebih memilih untuk mati. Namun apakah semudah itu mereka bisa mati? Oh tidak! sama sekali tidak. Dalam Neraka tak ada kematian yang bisa menuntaskan penyiksaan. Yang ada hanya derita yang berkepanjangan. Dan derita ini tidak bisa diceritakan dengan deskripsi kisah yang mendekati kenyataan.
Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa:” Hai Musa, seandainya air laut menjadi tinta, semua pohon menjadi penanya, sedangkan semua manusia dan jin menjadi penulisnya maka niscaya akan habis pena-pena itu bahkan habis pula manusia dan jin serta air laut akan kering, namun derita-derita dalam Neraka masih belum habis untuk diceritakan.” (Buku: Indahnya Syurga Pedihnya Neraka.halaman 108)
Masya Allah! Kepedihan macam apa itu? Sanggupkah manusia menanggungnya? Kuatkah manusia menerima kepedihan siksaannya? Saudaraku, sidang pembaca. Bener-bener deh, mimpipun jangan kita masuk Neraka. Apalagi beneran menjadi penghuni Neraka. Nauzubillahi min zalik! Jauh-jauhin deh, amit-amit. Ya Allah, Ya Rahman-Ya Rahim aku berlindung kepadaMu dari siksa Neraka Jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah ketika hidup dan mati dan dari fitnah kejahatan dajal. Amin! Amin Ya Rabbal Alamin.
Sampai disini saya sudahi dulu artikel religius ini. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain dengan tulisan saya yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Indahnya Syurga Pedihnya Neraka. Oleh: Asrifin An Nakhrawie, SAg. Penerbit: Ikhtiar Surabaya.#
…
# Artikel (religius) ini dapat antum temukan pada website:www:Hajisunaryo.com
…