Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT , tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada-Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku , sidang pembaca yang terhormat. Pada Bagian Kedua ini, saya akan melanjutkan penulisan selanjutnya artikel religius, berjudul sesuai tersebut diatas sebagai berikut : Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : Katakanlah : ” Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang – orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar ( juga ) ketempat mereka terbunuh. ” ( QS : 3 : 154 ) .
Sehubungan dengan Firman Allah SWT tersebut diatas, ada suatu kisah pada zaman Nabi Sulaiman as. Suatu hari malaikat maut mendatangi Nabi Sulaiman as, yang waktu itu sedang berada dalam majelis pengajian bersama umatnya. Malaikat maut memperhatikan seorang pemuda yang duduk tidak jauh dari Nabi Sulaiman. Merasa diperhatikan , pemuda tersebut gemetaran lantaran takut. Setelah malaikat maut raib, sipemuda minta Nabi Sulaiman mengantarkannya pulang ke negeri China.
Maka dengan permadani yang diterbangkan angin Nabi Sulaiman mengantarkannya pulang. Dalam perjalanan, malaikat maut kembali menemui Nabi Sulaiman dan mengatakan, bahwa ia diperintahkan mencabut nyawa pemuda tadi dinegeri asalnya, China. Lalu ,malaikat mautpun mencabut nyawa pemuda tadi saat itu juga , dinegeri China.
Terdapat kisah lain. Ada seorang lelaki yang senantiasa memohon ampun untuk dirinya juga memohonkan ampun malaikat matahari. Dengan izin Allah, malaikat matahari menemui orang tadi, dan menanyakan apa maksudnya selalu mendoakannya. Laki-laki tersebut menjawab, bahwa ia mendoakannya karena ingin dibawa ke matahari dan ia ( malaikat matahari ) mau menanyakan kepada malaikat maut kapan saat kematiannya ( laki-laki tersebut ) .
Setelah itu , malaikat matahari membawanya kematahari. Lantas , malaikat matahari menemui malaikat maut untuk menanyakan kapan saat kematian laki-laki itu. Setelah membuka – buka buku catatannya , malaikat maut mengatakan bahwa ajal laki-laki tersebut tidak lama lagi , dan ia akan mati ditempat itu ( di matahari ). Rupanya Allah telah mentakdirkan ia mati ditempat tersebut.
Itulah kekuasaan Allah dalam menghidupkan dan mematikan hamba – hamba – Nya. Hanya saja , dalam hal mencabut nyawa, Allah menguasakan malaikat yang telah ditunjuk.
Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : ” Allah memegang jiwa ( orang ) ketika matinya dan ( memegang ) jiwa ( orang ) yang belum mati diwaktu tidurnya : Maka Dia tahanlah jiwa ( orang ) yang telah Dia tetapkan kematiannya Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. ” ( QS : 39 : 42 ).
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Kedua. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan judul baru tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : ALAM KUBUR DAN ALAM BARZAKH. Oleh : Drs Mohammad Anwar *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung