Assalamualaikum sidang pembaca, apa kabar? Jumpa lagi kita (lewat tulisan) sesuai judul artikel (religius) ini tersebut diatas,semoga mendapat tempat dihati pembaca (website:www.hajisunaryo.com), menjadi bertambah mantabnya iman,semakin kokoh aqidah dan tetap istiqomah tidak goyah walau maksiat menghempas,walau cobaan menerjang,insya Allah dengan sebab semakin mencintai bacaan bernafaskan Islam,semakin bertambah wawasan,tentu akan ariflah didalam setiap kita mengambil sebuah keputusan yang berbeda pendapat. Terlepas dari kesemuanya itu,harapan penulis nilai-nilai Islam didalam artikel ini akan menjadi kian dapat tersebarluaskan.
Saudaraku,apa pengertian kata cobaan itu? Cobaan (fitnah) berasal dari kata bahasa Arab:Fa-ta-na yang berarti imtihaan,ikthtiyaar,yang artinya ujian. Kalimat Fatanu adz-dzahaab berarti membakar emas untuk memurnikannya,artinya emas perlu dibakar (diuji) dulu sampai ketahuan kwalitasnya. Demikian juga pembakaran batubata dan pencucian pakaian dilakukan untuk menguatkannya dan membersihkannya. Demikian pula ujian bagi manusia diberikan untuk menguatkan jiwanya dan membersihkan dosanya.
* Sayyidina Ali bin Abu Thalib ra berkata:” Iman itu bukanlah cita-cita dan bukan pula khayalan manusia,melainkan ia adalah sesuatu yang menghujam dalam hati dan dibenarkan oleh amal perbuatannya” ( Buku:Sabar Itu Syurga hal:21 Oleh: Agus Suryana)
* Rasulullah SAW adalah orang yang paling tinggi derajatnya disisi Allah SWT,kekasih Allah manusia istimewa dan maksum dari dosa,tapi beliau juga orang yang paling banyak dan paling berat cobaannya. Begitu juga para Nabi dan utusan Allah yang lain,juga adalah manusia-manusia yang mulia (pilihan) dan dikasihi Allah SWT tapi mereka juga tidak luput diuji dan dicoba dengan cobaan yang berat oleh Allah SWT. Kafilah ini lalu diikuti dengan kafilah para ulama salaf yang shaleh,mereka adalah yang paling banyak dan berat pula cobaannya jika dibandingkan manusia lainnya.
* Imam Syafi`i misalnya,mengalami pengusiran dari Kufah keMesir,Imam Ahmad dipenjara dan disiksa bertahun-tahun dan Imam Malik disiksa sampai menjadi patah kedua tulang bahunya. Ujian bagi seorang mukmin akan selalu meningkatkan ketinggian dan kemuliaannya disisi Allah SWT dan adalah sebagai menguji kebenaran keimanannya.
Hikmah yang lain dari cobaan adalah bahwa dengannya sorang mukmin menjadi matang dan kuat,serta bertawakkal dan semakin berserah diri kepada Allah SWT. Tidaklah cobaan yang datang kepada seorang mukmin,kecuali hal itu baik baginya sepanjang ia bersabar dan bersyukur,sebagaimana sabda Nabi SAW: Menakjubkan urusan seorang mukmin,jika ia mendapatkan nikmat maka ia bersyukur dan syukur itu sangat baik baginya. Dan jika ia ditimpa musibah maka ia bersabar dan sabar itu sangat baik baginya. (HR.Muslim dan Turmidzi)
* Dan lihatlah istri Rasulullah SAW yaitu: Aisyah ra yang mendapatkan ujian yang sangat berat dalam sejarah Islam dengan fitnah yang keji, tetapi Allah SWT mengatakan bahwa hal tersebut sangat baik baginya. ( Qur`an surat An-Nur ayat sebelas)
* Kemudian Imam Al-Ghazali ( Pengarang kitab terpopuler Ihya Ulumuddin) menceritakan tentang kisah dirinya sendiri,sangkaannya bahwa ia sudah mencapai kesempurnaan dalam bersabar maka ia berdo`a kepada Allah SWT untuk diberikan ujian sehendakNya,maka Allah pun mengujinya dengan ujian yang remeh yaitu Imam Al-Ghazali tidak bisa buang air kecil. Maka ia (Imam Al-Ghazali) tidak sanggup (tidak mampu) menanggung ujian tersebut maka iapun bertaubat dan Allah SWT menyembuhkannya dan keluarlah imam Al-Gazali kejalan-jalan sambil berkata pada setiap anak kecil yang dijumpainya,katanya:” Pukullah pamanmu yang bodoh ini,nak.”
Sidang pembaca,ujian adalah sebuah kemestian dalam kehidupan. Jangankan sebagai seorang mukmin,orang kafirpun mendapatkan musibah dan kesulitan juga. (lihat kitab suci Al-Qur`an surat Al-Balad ayat empat.) Tetapi hendaklah kita tidak meminta untuk diberi ujian oleh Allah SWT,namun kalaupun Dia menguji kita tentu ujian tersebut pasti sesuai dengan kemampuan kita,karena Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Tetapi kalau kita yang meminta untuk diuji maka ujian yang datang boleh jadi diluar kemampuan kita,karena Dia Maha Kuasa lagi Maha Perkasa.
Saudaraku,Akhir dari tulisan ini perkenankan saya menyampaikan beberapa contoh cobaan yang datangnya dari Allah SWT,sebagai berikut:
* Sebagaimana yang sudah kita tahu bahwa Nabi Ibrahim As sudah lama tidak mempunyai anak dan beliau sangat mendambakan (menginginkan) anak. (Al-Qur`an surat Al-Hijr ayat lima puluh empat). Saat usia tua diberi anak diperintahkan oleh Allah SWT untuk ditinggalkan dipadang pasir yang tandus (Al-Qur`an surat Ibrahim ayat tiga puluh tujuh) dan saat anak sudah berangkat remaja setelah sekian lama tidak bertemu diperintahkan untuk menyembelihnya (Al-Qur`an surat Ash-Shaffat ayat seratus dua) Namun kesemuanya itu tidak sedikitpun menggetarkan cintanya (cinta Nabi Ibrahim) kepada penciptanya).
* Contoh lainnya adalah: Junjungan kita,Nabi Muhammad SAW yang disebut dalam Hadist berkali-kali ditinggal wafat oleh keluarganya (dari sejak kecil sudah tidak punya ayah,lalu ditinggal mati ibunya,kakeknya,pamannya,istrinya,serta anak-anaknya) tetapi Rasulullah SAW tetap bersabar.
* Kemudian contoh cobaan mengenai keburukkan keluarga adalah yang dialami oleh Nabi Luth dan Nabi Nuh As. Seorang hamba yang beriman tetapi istri mereka malah memusuhi dakwahnya sehingga istri mereka berdua diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur`an sebagai tokoh-tokoh ahli Neraka (Al-Qur`an surat At-Tahrim ayat sepuluh). Pada kondisi cobaan dari suami yang jahat adalah seperti yang dialami oleh Asiyyah binti Muzahim, istri Fir`aun yang bersabar atas siksaan suaminya sehingga menjadi salah seorang diantara wanita paling terkemuka diSurga (Al-Qur`an surat At-Tahrim ayat sebelas)
* Contoh selanjutnya,Nabi Sulaiman As dengan berlimpahnya harta sebgai Raja yang paling berkuasa,diberikan kemampuan menundukkan binatang-binatang,bahkan jin,syetan,angin sebagai kendarannya,mampu mengerti bahasa-bahasa binatang,tetapi toh beliau (Nabi Sulaiman As) malah berdo`a:” Wahai Rabb-ku tunjukkanlah padaku bagaimana caranya aku mensyukuri nikmatMu dan bagaimana caranya aku beribadah yang paling Engkau ridhoi (Al-Quran surat An-Naml ayat sembilan belas)
Sidang pembaca,sebenarnya masih sangat banyak contoh-contoh cobaan tetapi penulis hanya akan menyampaikan sebuah contoh saja lagi yaitu seperti berikut: Nabi Muhammad SAW mendapat seperlima harta ghanimah,pernah mendapat bagian ghanimah kambing sebanyak dua bukit, tetapi saat beliau wafat? Beliau (Nabi SAW) hanya memilki kuda,pedang,dan baju besi yang tergadai pada seorang Yahudi. Subhanallah! Saudaraku,Rasul memang terkenal dermawan,paling banyak sodaqohnya. Tersebut dalam sebuah riwayat bahwa pernah Nabi Muhammad SAW selesai shalat buru-buru kekamarnya karena ingat pada sekeping emas yang belum disodaqohkan. Kepada wanita yang memberikan kue saat ia memegang perhiasan bahrain,langsung diberi semua perhiasan yang dipegangnya dan domba-domba 2 (dua) bukit
setelah perang Hunain yang diminta oleh seorang Badui diberikan seluruhnya.Tidak pernah Rasulullah SAW berkata Tidak,pada orang yang meminta (Tersebut dalam Hadist riwayat Muttafaqalaih dari Jabir ra).
Sampai disini saya sudahi tulisan saya,terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan (materi) yang lain. Wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Sabar Itu Syurga (panduan memahami perilaku terpuji dan tercela dalam Islam) Oleh: Agus Suryana
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com