Assalamualaikum.w.w. Pertama-tama kita ucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena sesungguhnya lah kita dapat berjumpa kembali (dengan sidang pembaca meskipun lewat tulisan) pada hakekatnya semata-mata adalah karena izin,karena perkenan,karena kehendak Allah SWT. Tanpa izin,tanpa perkenan,tanpa kehendakNya saya yakin, haqul yakin kita tidak akan pernah dapat berjumpa meskipun hanya lewat tulisan. Oleh karena itu tidak berlebihan kiranya kalau sekali lagi saya menghimbau mari kita ucapkan puji dan syukur kehadirat illahi Robbi,Tuhan seru sekalian alam. Dia pencipta langit dan bumi,Dia penguasa tunggal dihari pembalasan nanti,Dia itu maha Dzat yaitu Allah SWT.
Kemudian shalawat dan salam tidak lupa kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita,junjungan umat,Nabi termulia,Rasul paling agung,yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW beserta keluarganya,beserta para sahabatnya.
Saudaraku,sidang pembaca yang terhormat. Salah satu ciri iman yang sempurna adalah kepercayaan yang teguh pada Rahmat,anugerah,keadilan serta kelembutan Allah SWT dalam memperlakukan orang yang beriman. Segumpal kepercayaan yang tidak akan goyah meskipun dalam situasi dan suasana yang tidak memungkinkan.
. Perhatikan FirmanNya:
Artinya:” Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmatNya. Dan Dialah yang maha pelindung lagi maha terpuji.” (QS.Asy-Syura:28)
Ayat tersebut diatas memberikan gambaran yang jelas dan elegan. Allah SWT menyebarluaskan rahmatNya ditengah-tengah jiwa yang putus asa. Dia menurunkan hujan saat orang berpikir tidak mungkin, Ada setetes air jatuh dari langit. Allah SWT mengubah tanah yang kering jadi subur-makmur. Dia ubah tempat yang gersang dan tandus jadi hijau. Ini bukti bahwa dibalik ketetapan Allah tersimpan hikmah sangat dalam. Dia menjalankan kekuasaan atas hamba-hambaNya dengan penuh kasih sayang. Semua perbuatanNya terpuji,sebab Dia adalah Dzat yang maha Terpuji.
* Contoh kepercayaan yang sempurna terhadap kasih sayang Allah dalam situasi sulit adalah seperti yang dipertontonkan Nabi Ya`kub ketika berkata kepada anaknya:” Hai anak-anakku,pergilah kamu maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah,melainkan kaum yang kafir.” (QS.Yusuf:87)
Kepercayaan semacam ini membuat seorang mukmin selalu menyandarkan dirinya kepada Allah dengan cara berdo`a penuh harap. Allah SWT akan mengabulkan semua permohonannya,
setiap kali mereka menundukkan wajahnya dihadapanNya. FirmanNya:” (ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu diperkenankanNya bagimu.” (QS:Al-Anfal:9)
* FirmanNya lagi, Artinya:” Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepadaKu maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu.” (QS.Al-Baqarah:186)
Allah yang maha pengasih mengabulkan semua do`a yang dipanjatkan. Dialah yang menghilangkan kesulitan. Hubungan Allah dengan manusia terjalin dalam limpahan kasih sayang dan belas kasihan. Kasih sayang Allah terhadap hambaNya nyata cermin dalam setiap anugerah materi yang tidak terhitung ini. Sesuai FirmanNya:(Artinya):” Dan jika kamu menghitung nikmat Allah ,tidaklah dapat kamu menghinggakannya.” (QS.Ibrahim.34)
. Lebih luas lagi, kasih sayang Allah tercermin dalam indahnya hidayah. Anugerah yang sangat dicintai Allah dari hambaNya. Ia adalah nikmat yang terpancar dari kasih sayang Allah yang sejati,FirmanNya: (Artinya)” Dan tiadalah Kami mengutus kamu,melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta” (QS:Al-Anbiya:107)
Rasulullah SAW juga bersabda:(Artinya)” Sesungguhnya aku adalah rahmat pemberi hidayah.” (Al-Hadist)
Bagi orang yang sadar,hidayah merupakan anugerah Allah yang lebih daripada anugerah yang mampu mendatangkan ketenangan,ketentraman,kebahagiaan,ridha,dan kedamaian. Semua ini adalah kemenangan yang berusaha dicapai oleh setiap insan yang diberi taufik oleh Allah untuk meniti diatas jalan hidayahNya. Bagi individu,hidayah ini akan mendatangkan kebahagiaan didunia dan akherat,sedangkan bagi masyarakat ia adalah perisai yang melindungi jiwa,raga,serta martabat mereka. Sehingga mereka hidup dalam keagungan Allah dan agamaNya. Hidayah Allah bagi seseorang bukan gagasan yang bisa benar dan bisa salah, juga bukan hukum yang dalam rangkaian percobaan terkadang benar terkadang salah. Ia merupakan perlindungan sempurna. Sebab ia diberikan langsung oleh Tuhan yang maha bijaksana lagi maha mengetahui.
Orang yang memeliharanya mendapat jaminan perlindungan dari Allah SWT, sehingga ia lepas dari belenggu rasa takut dan khawatir,untuk selanjutnya melewati perjalanan hidup dengan dengan aman dibawah cahaya taufik serta naungan perlindunganNya.
Perhatikan FirmanNya: Artinya:” Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa
Bagi mereka berita gembira didalam kehidupan didunia dan (dalam kehidupan) diakherat.
Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS.Yunus:62-64)
Sidang pembaca, Allah SWT menyebut diriNya Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) dan juga Ar-Rahim (Yang Maha Penyayang) Dia menyuruh kita untuk memulai segala sesuatu dengan menyebut: Bismillahirrahmaanirrahim (Atas nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang). Bentuk kasih sayang seseorang pada dirinya adalah bersandar pada kasih sayang Allah yang tak terbatas, Berteduh dibawah pohonNya yang rindang yaitu,Al-Qur`an. Lalu setelah itu menikmati indahnya keridhaan dan perlindungan Allah SWT. Sesuai FirmanNya: Artinya:” Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah,niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS.Ath-Thalaq:2-3)
Saudaraku,sampai disini saya sudahi tulisan ini. Sekali lagi,saya mengingatkan bahwa sebagai insan beriman,seberat dan seberapa banyakpun godaan (ujian) yang kita hadapi jangan berputus asa,putus asa itu dosa. Ingat, Allah menyebarluaskan rahmatNya ditengah-tengah jiwa yang putus asa. Dia dapat mengubah tanah yang kering kerontang menjadi subur makmur dan Dia ubah tempat yang gersang dan tandus menjadi hijau. Ini suatu bukti bahwa dibalik ketetapan Allah tersimpan hikmah sangat dalam. Subhanallah!
Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain, dengan materi tulisan saya yang lain. Terima kasih atas segala perhatian,serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Terapi Dengan Dzikir (Mengusir kegelisahan dan merengkuh ketenangan jiwa) Oleh: Dr. Abdul Halim Mahmud*
* Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com*