“ HENTIKAN MAKSIAT DAN BERTOBATLAH, PINTU TOBAT SELALU TERBUKA”

Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma shalli wassalim wabarik ala Sayyidina Muhammad. Saudaraku, sidang pembaca wabsite: www.Hajisunaryo.com. Apa khabar? Senang sekali, dapat berjumpa lagi (lewat tulisan) dengan antum. Saudaraku, yuk sidang pembaca, kita saling mendo`akan (do`a fido`a) semoga Allah SWT berkenan setiap harinya memberikan tambahan ilmu kepada kita yang cinta kepada tulisan (bacaan) bernafaskan Islam.
      Pertama-tama kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT Dia yang maha Dzat yang selalu (senantiasa) memberikan rezeki kepada kita (manusia) sehingga kita dapat hidup lebih berarti. Begitu banyak karunia, rezeki yang Allah berikan kepada kita, rezeki berupa nikmat iman, nikmat Islam, nikmat panjang umur, sehat wal`afiat dan nikmat lain lagi, nikmat lain-lain lagi. Begitu banyaknya sehingga kita tidak dapat menghitungnya. Dan memang kita tidak akan pernah sanggup untuk menghitungnya saking banyaknya.
     Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung yaitu Baginda Nabi Besar Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarga, beserta para Sahabatnya. Saudaraku, materi kita kali ini sesuai judul artikel (religius) tersebut diatas, semoga mendapat tempat dihati setiap pembaca. Menyejukkan, menjadi semakin bertambah wawasan, dan yang paling diniatkan oleh penulis, sebagai sarana syiar dakwah nilai-nilai Islam kian dapat tersebarluaskan.
     Pembaca tercinta! Dalam sebuah Hadist dari Sahabat Anas ra, Nabi SAW bersabda:
# (Artinya):” Setiap anak Adam pasti selalu berbuat salah, sebaik-baik orang yang berbuat salah (dosa) adalah mereka yang bertobat.” (HR.Ahmad, At-Tarmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Ya! Setiap anak Adam pasti selalu melakukan kesalahan. Termasuk kita (pembaca dan penulis) bukan? Kita selalu berbuat salah, namun diantara kita siapa yang selalu bertobat?
Nasehat saya: Segera bertobat, hayo, mari kita masuk kedalam golongan orang-orang yang selalu bertobat.

# Didalam kitab suci Al-Qur`an, surat Az-Zumar. Allah SWT berfirman:
(Artinya):” Katakanlah, Hai hamba hambaKu yang melampaui batas, terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”  (QS:Az-Zumar:53)
# Dan didalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Allah membuka tanganNya pada malam hari, supaya orang yang bermaksiat pada siang hari mau bertobat dan juga membuka tanganNya pada siang hari, supaya orang yang bermaksiat pada malam hari mau bertobat, hal ini terjadi hingga matahari terbit dari arah barat (Kiamat).” (HR.Muslim)
 
    Sementara dalam Hadist Shafwan bin Assal yang diriwayatkan oleh Imam At-Turmidzi disebutkan adanya pintu tobat selebar jarak perjalanan 70 (tujuh puluh) tahun. Pintu itu tetap dibuka hingga matahari terbit dari arah Barat. Tidak itu saja kita perhatikan sebuah Hadist dari Ibnu Umar:
# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Allah selalu menerima tobat dari hamba selama nyawanya belum sampai ditenggorokan.”   (HR:At-Turmidzi)

   Oleh karena itu, saya (penulis) mengajak hayo segera, segeralah kita bertobat selama pintu masih terbuka. Sebelum matahari terbit dari sebelah barat, sehingga saat itu tobat antum (kita) tidak lagi berguna. Apakah antum (sidang pembaca) bisa jadi kita sekarang ini hidup dekat dengan tanda-tanda Kiamat besar atau jangan-jangan kita malah sudah diambang pintunya. Maka, kiranya tidaklah berlebihan kalau saya sekali lagi memberi nasihat (mengajak) hayo, mari bersegera kita bertobat sebelum nyawa kita sampai ketenggorokan, sehingga kalau sudah demikian, tobat kita akan tertolak. Dan bukankah sesuai sabda Nabi SAW bahwa setiap anak adam selalu berbuat salah (dosa) dan yang paling baik adalah mereka yang bertobat?

    Setelah membaca tulisan ini, yang paling tepat adalah, kita hentikan maksiat dan kita bertobat kepada Allah SWT saya yakin, haqul yakin insya Allah pintu tobat kita pasti akan diterima. Kita sesali masa lalu kita dengan membenci maksiat. Kita kuatkan tekad untuk tidak kembali mengulang dosa. Pintu masih terbuka lebar, kesempatan masih terbuka, kita masih berpeluang untuk beramal sholeh dan insya Allah diterima Allah SWT.
    kita katakan sekarang:” Aku bertobat kepada Allah.” Insya Allah, Allah Yang Maha Pemberi tobat akan menerima tobat kita. Mintalah bantuan Allah, Kita jangan lemah, pertolongan akan datang seiring kesabaran. Pertolongan akan datang setelah kesempitan, setelah kesulitan insya Allah pasti akan datang kemudahan. Jangan sampai kita mengikuti bisikan syetan yang selalu menggembosi tekad kita, katanya:” Kamu tidak akan pernah bisa bertobat.” Tetapi kita katakan:” Insya Allah aku akan bisa bertobat. Dibelakangku ialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuat. Dia akan menolongku, hendaknya kita (saya dan pembaca) memiliki pikiran positif (berbaik sangka) kepada Allah, pasti kita akan ditolongNya.
     Saudaraku, sidang pembaca, perhatikan sebuah Hadist cukup panjang yang ketika dibacakan oleh Abu Idris Al-Khaulani ia langsung bersimpuh. Dan Imam Ahmad berkomentar terhadap Hadist ini, katanya:” Hadist Qudsi ini adalah Hadist yang paling hebat dari perawi asal Negeri Syam.”

# Dari Abu Dzar, dari Nabi SAW yang diriwayatkan dari Allah SWT bahwa Allah SWT berfirman:
(Artinya):” Wahai hambaKu, Aku telah mengharamkan kezaliman atas diriku sendiri, Aku haramkan kezaliman atas kalian, oleh karena itu janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hambaKu, seluruh kalian ialah sesat kecuali yang Aku berikan petunjuk kepadanya. Oleh karena itu, mintalah petunjuk kepadaKu pasti Ku berikan. Wahai hambaKu, seluruh kalian ialah telanjang, kecuali yang Ku berikan pakaian. Oleh karena itu, mintalah pakaikan kepadaKu, pasti Ku berikan. Wahai hambaKu kalian berbuat salah setiap siang dan malam hari dan Aku akan mengampuni dosa kalian seluruhnya. Oleh karena itu mintalah ampunan kepadaKu pasti Ku ampuni. Wahai hambaKu, kalian tidak akan bisa menimpakan bahaya kepadaKu, kalian tidak akan bisa memberiKu manfaat. Wahai hambaKu, Jika seluruh manusia dan jin berada dalam derajat ketaqwaan tertinggi, hal itu tidak akan menambah kekuasaanKu sedikitpun. Wahai hambaKu jika seluruh manusia dan jin berada dalam derajat kedurhakaan tertinggi, itupun juga tidak akan mengurangi kekuasaanKu sedikitpun. Wahai hambaKu, jika seluruh manusia dan jin berada seluruhnya disebuah lapangan dan setiap hari dari mereka memintaKu dan Ku berikan  pada masing-masing permintaannya, maka hal itu juga tidak mengurangi kekuasaanKu, kecuali seperti kurangnya air laut yang dimasuki oleh jarum lalu ditarik lagi. Wahai hambaKu, semuanya ialah amal perbuatan kalian. Ku hitung lalu Ku balas setimpal. Barangsiapa mendapati kebaikan hendaknya memuji Allah, namun siapa yang mendapat sebaliknya maka jangan menyalahkan orang lain.” (HR.Muslim)

   Lihatlah kepada kemuliaan Allah, seluruh pintu-pintu hamba tertutup, dan konci-konci pintu-pintu tersebut berada ditanganNya, sedangkan pintuNya terbuka dan selalu terbuka bagi siapa saja yang berdo`a.
# Sesuai FirmanNya:
(Artinya):” Atau siapakah yang memperkenankan (do`a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo`a kepadaNya…..”  (QS:An-Naml:62)

     Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Dari dalam hati yang paling dalam dan dengan penuh kesadaran, saya menasehati sekaligus mengingatkan:” Wahai pelaku maksiat, dimana air mata penyesalanmu? Wahai tawanan dosa, tangisilah dosamu yang telah lalu ! Wahai hamba yang menantang Allah dengan maksiatnya, apakah kamu bisa sabar atas siksa Neraka? Wahai orang yang lupa akan dosanya, padahal seluruh dosanya tercatat! Sungguh sayang kalau maut datang sebelum engkau bertobat. Alangkah merugi dirimu ketika engkau dipanggil untuk bertobat engkau menolak. Apa yang engkau akan lakukan ketika waktu keberangkatan tiba dan engkau belum siap? Bukankah engkau yang berani melakukan dosa besar tanpa menyadari bahwa Allah sedang mengawasi?
     Ketahuilah saudaraku sesama muslim, muslimat bahwa tobat tidak hanya dimulut. Orang bertobat hatinya terasa hancur, airmatanya deras mengalir, perasaannya jadi selalu hidup, selalu dihinggapi kegelisahan, ungkapannya jujur, gelisah, hatinya tegar namun tak bangga dan tak sombong, jarang mengaku baik. Ia berada antara takut dan harap, antara keselamatan dan binasa. Hatinya menderita, jiwanya terluka, penyesalan tampak diwajahnya, airmatanya penuh rahasia, mulai mengerti makna perpisahan dan pertemuan dengan kekasih, membedakan antara pertemuan dan perpisahan hati, antara menyambut dan membuang muka, memiliki pengalaman. Ia merasakan siksa akibat jauh dari Allah dan merasakan nikmatnya berdekatan dengan Allah.
    Orang bertobat, ia mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Jika melihat orang banyak, ia teringat manusia yang berkumpul dihari Kiamat. Jika melihat orang bermaksiat, menangisi dosanya. Jika melihat kenikmatan, ia merasa takut kehilangan kenikmatan syurga. Jika melihat Neraka, ia yakin dirinya akan masuk didalamnya. Orang bertobat menangis  Bila mendengar burung dara bernyanyi dan burung-burung berkicau, mengingat Allah bila mendengar kicau  Bulbul hatinya merasa takut jika kilat berkilau karena bertasbih memuji Allah, juga para malaikat karena ketakutan mereka kepada Allah. Ia merasakan manisnya ibadah dan amal shaleh, merasakan manisnya iman, merasakan lezatnya mendekat kepada Allah. Ia merangkai cerita dari airmata, merangkai syair dari rintihan, menyusun tangisan menjadi khutbah, seperti seorang ibu yang kehilangan anaknya, lalu berhasil mengambilnya kembali dari tangan penculik. Betapa bahagianya ia, betapa gembiranya ia.
     Orang bertobat seperti yang tenggelam dilaut dan berhasil selamat sampai ketepian. Setelah sebelumnya ia putus asa dan merasa dirinya tak akan pernah sampai daratan. Bagai orang mandul yang diberi anak, seperti orang yang menghadapi tiang gantungan lalu dibebaskan dari hukuman. Ia dibebaskan dari belenggu hawa nafsu, dibebaskan dari penjara maksiat, ia dibebaskan dari kandang maksiat, jiwanya terbebas dari panasnya sengatan dosa.
     Jika antum (sidang pembaca) menemui seorang yang bertobat, antum akan melihat matanya terluka. Ia bersimpuh mengetuk pintu maaf pada sepertiga malam dan ia mendengar firman Allah surat At-Tahrim ayat 8 (delapan): (Artinya):” …Bertobatlah kepada Allah dengan tobatan Nasuha (tobat yang semurni-murninya) (QS:At-Tahrim:8)
    Satu lagi, jika antum melihat seseorang yang bertobat:Makannya sedikit namun kesedihannya berketerusan. Kegelisahannya sangat kentara, bagai tawanan perang terluka. Puasanya membuat badan kurus, tahajud melelahkan kakinya, ia bersumpah untuk meninggalkan tidur,mengorbankan jiwa raganya.
    Karena begitu besar keinginan untuk bertobatnya, sehingga terasa benar kehinaan telah menguasainya dan kesedihan telah membelenggunya. Ia mencela jiwanya karena mengikuti hawa nafsu dan karena itulah, karena tobatnya benar, karena tobatnya yang Nasuha ia menjadi terpuji. Sebuah pertanyaan, siapa yang mau menangisi dosa-dosa yang memenuhi lembaran catatan amal? Siapa yang mau mendatangi pintu yang terbuka? Saudaraku bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang benar, dengan tobat yang Nasuha…
    Sampai disini saya sudahi dulu tulisan ini, semoga bermanfaat. Terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain, tentu saja dengan dengan tulisan (religius) saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Detik-Detik Sakaratul Maut Oleh: Shalahuddin As-Said (Dar Al-Furqan Publisher& Booksellers. Tlp& Fax:00966-24358646)#

# Tulisan (artikel) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.#

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.