“YA ALLAH AKU BERLINDUNG KEPADAMU DARI AKHIR KEHIDUPAN YANG BURUK”

Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Selamat berjumpa kembali sidang pembaca website:www:Hajisunaryo.com, apa khabar? Senang sekali berjumpa (lewat tulisan) dengan antum, semoga judul tulisan (religius) kali ini sesuai tersebut diatas mendapat tempat disetiap hati pembaca, bermanfaat, menyejukkan dan yang paling diniatkan penulis sebagai sarana syiar dakwah nilai-nilai Islam akan kian dapat menjadi tersebarluaskan.

    Pertama, marilah kita mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah begitu banyak memberikan kenikmatan, rezeki kepada kita. Seperti nikmat panjang umur, kesehatan serta rezeki yang membuat kita dapat hidup jauh berarti. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para Sahabatnya.
     Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Apa itu su`ul khotimah? su`ul khotimah adalah akhir kehidupan yang buruk.
# Abu Muhammad Abdul Haq berkata:” Ketahuilah, su`ul khotimah (semoga Allah melindungi kita darinya) tidak pernah menimpa orang yang lahirnya lurus dan bathinnya baik. Hal ini belum pernah terdengar (segala puji hanya milik Allah. Su`ul khatimah hanya terjadi pada orang yang rusak perjanjiannya) yaitu perjanjian untuk berjalan diatas ketaatan kepada Allah atau yang terus menerus berbuat dosa-dosa besar kepada Allah. Mereka yang berani melakukan kemaksiatan-kemaksiatan besar, hingga tak bisa melepaskan diri dari belenggu maksiat diatas. Akhirnya, mautpun menjemput sebelum ia sempat bertobat. Ia pun mati sebelum sempat memperbaiki diri menjadi celaka sebelum sempat kembali kepada jalur Rabbnya, dibelenggu syetan saat mati dan bergabung menjadi teman syetan disaat-saat akhir. Semoga kita dijauhkan oleh Allah dari semua itu.” ( Dikutip dari kitab: Ad Da`u Wad Dawa oleh:Ibnu Qayyim halaman:250)

      Orang akan mati sebagaimana ia hidup serta akan dibangkitkan dihari Kiamat sebagaimana keadaan ia mati. Insya Allah, penulis akan menyampaikan hisah (peristiwa) su`ul khatimah agar diri kita bisa mengambil pelajaran dari kisah orang yang telah mendahului kita. Kisah (peristiwa) ini bisa diambil pelajaran oleh orang yang memiliki hati yang masih hidup,mendengar baik-baik dan benar-benar menjadikan pelajaran.
      Tanda su`ul khatimah sangat banyak. Ada yang tampak saat penyakitnya mulai parah, yang akhirnya ia marah dan menentang takdir Allah, semoga kita dilindungi Allah dari perbuatan itu. Ada pula yang mengucapkan perkataan yang membuat marah Allah ketika menjelang ajal atau ia tak bisa mengucapkan kalimat tauhid sebelum ajal. Ada yang tampak ketika jasadnya dimandikan, seperti warna kulit yang berubah dan sebagainya, ketika jenazahnya diturunkan keliang lahat, serta adapula setelah jenazahnya dikuburkan.
     Sidang pembaca, kita mulai dengan materi kita. Dalam kitab disebutkan bahwa, Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali berkata:” Abdul Aziz bin Abi Rawwad menceritakan:” Saya berada disamping seseorang yang sedang sekarat. Saat itu, ia sedang ditalqin (dibimbing untuk mengucapkan kalimat syahadat). Katakanlah:” Laa ilaha illallah” tetapi akhirnya ia mengatakan:” Aku kafir pada kalimat tauhid.” Dan iapun meninggal tanpa sempat mengucapkan kalimat tauhid. Saya bertanya mengenai dirinya. Ternyata dia adalah seorang pencandu minuman keras.”
Abdul Aziz bin Abi Rawwad mengatakan:” Takutlah anda pada perbuatan dosa! Karena dosa itulah yang menyebabkan dirinya mengalami su`ul khatimah.” (Lihat Tahdzib At-Tahdzib, Ibnu Hajar:?/338 dan Siyaru A`lamin Nubala: Adz-Dzahabi:?/184)
      Sementara tanda su`ul khatimah yang tampak saat jenazah dimandikan sebagai berikut:
# Syaikh Al-Qahtani dalam ceramahnya menceritakan:” Beberapa jenazah kumandikan berubah kulitnya menjadi hitam. Ada yang menggenggam tangan kanannya, memasukkan tangan kekemaluan, kemaluannya mengeluarkan bau gosong dan ada pula terdengar seolah ada api yang menyala dikemaluannya.

     Dan kata syaikh Al-Qahtani lagi:” Pada suatu hari ada jenazah datang. Saat aku mulai memandikan sesosok jenazah, tiba-tiba kulit jenazah itu berubah menjadi hitam seperti arang. Padahal sebelumnya kulitnya putih bersih. Aku pun keluar dari tempat memandikan dengan ketakutan, lalu menemui seseorang yang sedang berdiri dan aku bertanya:” Apakah jenazah ini keluargamu?” Jawabnya:” Iya” Kutanya lagi:” Apakah kamu ayahnya?” Jawabnya:”Ya” Aku bertanya lagi:” Bagaimana ia semasa hidupnya?” Ia menjawab:” Semasa hidupnya ia tak pernah melakukan shalat.” Kukatakan kepadanya:” Ambillah jenazah anakmu ini dan mandikan sendiri.” (Dikutip dari kitab: Tazkiratul Ikhwanbi Khatimatil Insan. Halaman 47)
      Didalam kitab Tadzkirah Al-Qurthubi mengkisahkan, Syaikh Al-Qahtani bercerita:” Saya telah diberitahu oleh salah seorang teman saya, yaitu Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Qashri, bahwa salah satu gubernur Qastantin meninggal dunia. Lalu dimulailah penggalian untuk kuburannya . Setelah selesai digali dan jenazah hendak dimasukkan kedalam kubur, tiba-tiba didalam kubur tampak seekor ular hitam. Para pengiring jenazah ketakutan untuk memasukkan jenazah kekubur itu. Mereka lalu menggali kuburan lagi sebanyak 30 (tigapuluh) kubur, tetapi ular itu tetap saja muncul disetiap lubang kubur yang digali untuk menguburkan sigubernur. Setelah mereka kelelahan, mereka bermusyawarah tentang apa sebaiknya dilakukan. Ada yang mengusulkan:” Kubur saja jenazahnya, kita memohon ampunan dan penjagaan terhadap aib kita didunia dan akhirat.”
    Sementara didalam kitab: Ar-Ruh Ibnul Qayyim menceritakan:” Salah seorang teman yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Al-Wazir Al-Harrani bercerita: Bahwa dirinya keluar dari rumahnya dan pergi kesalah satu taman setelah Ashar. Saat sebelum matahari terbenam, Kata Abu Abdullah Muhammad bin Al-Wazir Al-Harrari:” Aku pergi ketengah perkuburan. Tiba-tiba ada sebuah kubur yang terbuka, berwarna merah menganga seperti merahnya kaca ketika dibakar  dan jenazah masih terletak didalam kubur. Aku mengusap mataku dan bertanya:” Apakah saya bermimpi ataukah sadar?” Lalu aku menengok kearah gerbang kota, dan berkata:” Aku tak sedang tidur” Lantas akupun pulang kerumahku dalam keadaan terkejut dan shock. Aku tidak bisa makan. Kemudian aku masuk kekota dan bertanya tentang penghuni kuburan itu. Ternyata ia seorang penarik pajak yang dzalim, lalu ia mati saat itu juga.” (Kitab Ar-Ruh, halaman 119).
      Saudaraku, sidang pembaca yang budiman. Mari kita berlindung kepada Allah SWT dari Su`ul khatimah. Ya, kita memohon semoga Allah SWT tidak membelokkan hati kita setelah mendapatkan hidayah dariNya. Semoga Allah SWT memberi kita rahmatNya dan Dia adalah Maha Pemberi.
      Seketika hati berdegub, dari lubuk hatiku yang paling dalam aku melantunkan do`a:” Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari akhir kehidupan yang buruk.” Aku menarik nafas dalam-dalam dan berdo`a lagi “ Ya Allah , Ya Rahman, Ya Rahim. Sesungguhnyalah aku berlindung kepadaMu dari siksa api Neraka, dari siksa kubur, dari fitnah ketika hidup dan mati dan dari fitnah kejahatan dajal. Amin! Amin Ya Rabbal Alamin.
      Sampai disini saya sudahi dulu tulisan (religius) ini. Semoga bermanfaat, terima kasih atas segala perhatian, serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Detik-Detik Sakaratul Maut Oleh: Shalahuddin As Said. ( Dar Al-Furqon. Publishers & Books sellers. Riyadh- Saudi Arabia Telp& fax:00966-1-4358646.).

# Tulisan (artikel) religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.