Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada-Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Ketetapan dan ketentuan Allah untuk makhluk-Nya disebut qadha dan qadhar.
Qadha dan qadhar atau takdir ialah suatu ketetapan dari Allah, manusia sama sekali tidak mengetahui dan tidak dapat membantahnya.
Takdirs Allah dapat diketahui setelah kejadian itu berlalu. Janganlah kita berdiam diri menunggu datangnya takdir. Kita harus berusaha sekuat tenaga, setelah berusaha , berhasil atau tidak kita katakan itulah takdir. Kita menjadi pegawai negeri karena takdir , setelah kita berusaha sebelumnya.
Seorang pedagang telah membelanjakan uangnya dengan harga murah, direncanakan keuntungan yang akan diterimanya. Tetapi Allah menetapkan lain. Kerugian yang akan diterima pedagang itu. Ini adalah takdir. Begitu pula sebaliknya. Ini bukan berarti Allah khianat.
Sambil bekerja kita berdoa kepada Allah. Janganlah takabur. Ketentuan sesuatu yang belum terjadi , segalanya berada ditangan Tuhan.
Mempercayai takdir sangat besar manfaatnya bagi manusia. Bathin kita selalu tenang, tidak gelisah sebab segalanya berjalan atas segala takdir Allah. Kita harus rela menerima apa yang berlaku atas diri kita. Kita sadari bahwa ini adalah takdir Allah berlaku atas segalanya.
Manusia lahir kedunia bukan kehendak manusia melainkan kehendak Allah. Setelah dewasa manusia mempunyai kemauan. Mau pandai, mau kaya, mau senang, mau sehat. Tetapi kenyataannya tidak begitu. Ada yang pandai ada yang bodoh. Ada yang kaya ada yang miskin, ada yang senang dan ada yang sedih, ada yang sehat ada yang sakit. Kesemuanya ini ada yang tentu ada yang mengaturnya, ialah Allah SWT
Setiap muslim wajib mempercayai ketentuan Allah. Segala sesuatu yang sudah terjadi dan belum terjadi Allah mengaturnya. Kejadian yang akan terjadi manusia tidak mengetahui. Manusia sekedar mempunyai rencana Allah juga yang menentukannya.
Segalanya terjadi dengan kodrat dan Iradat Allah. Kodrat artinya Kekuasaan dan Iradat artinya Kehendak. Ketetapan Allah pada masa sebelum terjadi disebut Qadha dan kenyataan sesudah terjadi disebut Qadhar atau takdir.
Takdir Allah baru diketahui setelah terjadi , tetapi kita harus berusaha dengan sungguh-sungguh, tidak boleh diam saja menyerah pada takdir. Setelah berjuang mati-matian kita berserah diri pada Allah, bila kenyataannya berbeda dengan kehendak kita ataupun sesuai dengan apa yang diusahakan inilah takdir.
Janganlah kita menganggap bahwa kebodohan dan kemiskinan ini merupakan takdir Allah. Kita harus bekerja keras memerangi kebodohan dan kemiskinan ini dengan menggunakan petunjuk – petunjuk dari Allah serta larangan-Nya
Mempercayai Qadha dan Qadhar harus disertai kewajiban berusaha dan berdoa. Manusia yang telah menjalankan kewajibannya dengan sungguh-sungguh dan disertai tawakal kepada – Nya, pasti Allah akan memberinya pahala.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Oleh : Drs Asdiah Suparya dkk *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung