INGKAR JANJI ( Bagian Pertama )

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Segala puja dan puji bagi Allah SWT, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Ingkar janji, artinya tidak menepati janji. Ingkar janji termasuk salah satu perbuatan tercela. Allah dan Rasul-NYA melarang kita melakukan ingkar janji. Jika kita ingkar terhadap janji yang telah kita buat, maka kita termasuk orang yang munafik. Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Tanda orang munafik ada tiga, yaitu : Apabila berkata dusta, apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya berlaku curang. ” ( HR : Bukhari dan Muslim ).
Mengenai orang yang ingkar janji, pernah diceritakan dalam sebuah Hadist Nabi SAW, yang maksudnya sebagai berikut :
Ada tiga orang dari Bani Israil diuji oleh Allah. Ketiga orang itu ada yang menderita penyakit Kusta, ada yang yang menderita penyakit gundul ( tidak berambut ), dan ada yang buta. Kemudian Allah mengutus Malaikat untuk menemui mereka. Pertama malaikat bertanya kepada orang yang sakit Kusta : ” Apa yang engkau inginkan ? ” .
” Aku ingin rupa yang bagus dan kulit yang halus, sehingga orang tidak jijik melihatku. ” jawab orang yang berpenyakit kusta. Malaikat mengusap tubuh orang itu . Seketika, lenyaplah penyakit yang menjijikkan dari tubuh orang itu. Malaikat bertanya lagi : ” Harta apa yang engkau inginkan? ”
” Unta ” jawab orang itu. Lalu diberikan Unta yang sedang mengandung kepada orang itu.
Selanjutnya malaikat bertanya kepada orang yang berpenyakit gundul : ” Apa yang engkau inginkan? “.
” Rambut , ” jawab orang itu. Malaikat menyapu kepala orang itu. Seketika, tumbuhlah rambut dikepala orang yang gundul itu. Malaikat bertanya pula : ” Harta apa yang engkau inginkan ? ”
” Aku menginginkan sapi. ” jawab orang itu. Maka diberikan kepada orang itu seekor sapi yang sedang mengandung.
Setelah itu, malaikat datang kepada orang yang buta dan bertanya : ” Apa yang engkau inginkan ? “. Orang buta itu menjawab : ” Saya ingin dapat melihat kembali. ”
Malaikat pun mengusap wajah orang buta itu. Seketika itu pula orang buta itu dapat melihat kembali. Kemudian malaikat bertanya lagi : ” Harta apa yang engkau inginkan ? ”
” Kambing ” jawab orang itu. Maka diberikan kepada orang itu seekor kambing yang sedang mengandung.
Beberapa waktu kemudian , unta, sapi, dan kambing yang pernah diberikan kepada ketiga orang miskin yang sakit kusta , gundul dan buta telah berkembang biak. Dari hari kehari binatang ternak itu terus bertambah. Orang yang tadinya berpenyakit kusta, sekarang telah menjadi orang kaya yang memiliki peternakan unta. Orang yang tadinya berpenyakit gundul telah menjadi seorang peternak sapi yang kaya raya. Sedangkan orang yang tadinya buta, kini menjadi peternak kambing yang sukses.
Pada suatu hari datanglah Malaikat dengan menjelma sebagai seorang yang berpenyakit kusta kepada orang kaya baru yang tadinya berpenyakit kusta. Malaikat itu berkata : ” Tuan, saya ini orang miskin yang kehabisan bekal di jalan. Tolonglah saya, tuan! Berilah saya bekal untuk melanjutkan perjalanan “. Orang kaya yang dulunya berpenyakit kusta itu menjawab : ” Maaf , saya tidak bisa membantu. Saya sedang banyak hutang “. Malaikat itu berkata pula : ” Rasa – rasanya saya per kenal tuan. Bukankah tuan yang dulu orang miskin yang berpenyakit kusta menjijikkan ? “.
Orang itu menyangkal : ” Tidak ! Itu tidak benar. Harta ini semata-mata dari ayah dan kakekku “. Malaikat pun berkata : ” Apabila tuan berdusta, semoga Allah menjadikan tuan seperti semula. “. Setelah itu , malaikat mendatangi orang kaya kedua , yang tadinya menderita penyakit gundul. Kepadanya malaikat berpura-pura memohon bantuan sebagaimana dikatakan kepada orang yang pertama tadi. Jawaban yang diterima malaikat sama seperti jawaban yang diterima dari orang yang pertama, yaitu penolakan dan ingkar. Malaikat pun berkata : ” Apabila tuan berdusta dan ingkar, semoga Allah menjadikan tuan seperti keadaan tuan semula. ”
Terakhir , malaikat datang kepada orang kaya baru yang ketiga, yang tadinya buta. Malaikat pun mengutarakan maksudnya sebagaimana yang diutarakan kepada orang pertama dan orang kedua. Orang yang tadinya buta menjawab : ” Betul. Saya tadinya buta , kemudian Allah mengembalikan penglihatan saya. Untuk itu, saya bersyukur kepada Allah. Ambillah harta saya ini sekehendakmu. Sisakanlah untuk saya sekehendakmu pula. Saya ikhlas memberikannya. ”
Malaikat berkata : ” Peliharalah hartamu, saya tidak akan mengambilnya : Saya hanya menguji. Ternyata kamu lulus dari ujian ini. Dengan demikian kamu diridhai Allah dan kedua temanmu dibenci-Nya. ” ( BERSAMBUNG ).
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK. Oleh : Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.