INGKAR JANJI ( Bagian Kedua )

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Taufik dan Hidayah-Nyalah saya dapat menulis ( menyusun ) artikel religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Pada Bagian Kedua ini saya akan melanjutkan penulisan artikel religius ini, sebagai berikut : Demikianlah kisah tiga orang yang sama – sama menderita, sama – sama berjanji akan berbuat baik manakala penderitaannya sudah berganti dengan kesenangan. Akan tetapi yang dua orang ternyata ingkar janji dan ingkar terhadap nikmat yang diberikan Allah. Allah SWT membenci kedua orang yang ingkar janji itu dan mengembalikannya seperti keadaan semula. Sebaliknya, orang yang menepati janji dan mensyukuri nikmat Allah mendapat ridha-Nya dan ditambahkan rezekinya.
Sidang pembaca , adakah orang yang pernah ingkar janji kepada antum ? Bagaimana perasaan kita ketika sesuatu yang dijanjikan teman kita ternyata tidak ditepati? Tentu tidak enak bukan?
Nah , jangan sekali – kali kita mengingkari janji. Janji yang telah kita ucapkan hendaknya kita usahakan untuk ditepati. Untuk menjaga agar janji kita mudah kita tepati, hendaknya apa yang kita janjikan itu sesuai dengan kemampuan kita. Janganlah menyanyikan sesuatu hal yang diluar jangkauan kita untuk melaksanakannya. Karena ketentuan ada pada Allah, sebaiknya kalau kita berjanji disertai dengan ucapan “Insya Allah” . Dengan ucapan itu tidak berarti bahwa setelah berjanji lalu kita serahkan sepenuhnya kepada Allah, akan tetapi justru dengan ucapan tersebut kita sadar , bahwa janji itu wajib ditepati. Dengan demikian kita berusaha untuk menepatinya sambil berserah diri kepada Allah. Jika kita ingin agama kita sempurna, jauhkanlah perbuatan ingkar janji itu!
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Tidak sempurna iman bagi mereka yang tidak bersifat amanah dan tidak sempurna agama bagi mereka yang tidak menetapi janji. ” ( Al-Hadist ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Kedua. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan judul baru tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK. Oleh : Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.