Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim
Segala puja dan puji bagi Allah SWT, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Qana’ah artinya rela menerima apa adanya. Rela menerima apa adanya bukan berarti bermalas-malasan, hanya menunggu nasib. Rela menerima apa adanya dalam hal ini adalah menerima atas hasil usaha. Jika telah berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan keinginan, maka orang yang bersifat qana’ah akan menerima apa adanya. Berapa pun hasil itu ia syukuri dan diterimanya dengan lapang dada.
Orang yang bersifat qana’ah merasa cukup dengan rezeki yang diperolehnya, karena memang itulah rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Namun demikian, orang tersebut tetap berusaha agar taraf hidupnya lebih baik. Ia tetap berpendirian agar hari esok lebih baik daripada hari ini.
Orang yang memiliki sifat qana’ah pasti tidak memiliki sifat rakus. Ia tidak dengki terhadap apa yang menjadi milik orang lain. Lawan dari qana’ah adalah rakus. Jika orang yang bersifat qana’ah merasa cukup dan bersyukur dengan pemberian Allah, maka orang yang rakus selalu merasa tidak puas atas pemberian Allah betapa pun banyaknya dan tidak pernah ia bersyukur. Jika qana’ah merupakan jalan menuju ridha Allah, maka rakus adalah jalan menuju murka Allah.
Sifat qana’ah tidak bertentangan dengan pemilikan harta, selama harta itu digunakan untuk hal – hal yang diridhai Allah. Harta diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Harus dibutuhkan juga untuk menolong orang lain , untuk beribadah kepada Allah, dan sebagainya.
Khalifah Ali bin Abi Thalib pernah berkata : ” Walaupun seseorang menyimpan semua harta benda yang ada di bumi ini, tetapi dengan niat hendak menghadap Allah, maka tidaklah Allah akan berpaling daripadanya.” ( Khalifah Ali bin Abi Thalib ).
Bagi orang yang memiliki sifat qana’ah, kaya yang penting bukanlah kaya harta, tetapi kaya hati atau jiwa. Perhatikan Hadist Nabi SAW , Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Kaya itu bukanlah kaya harta, tetapi kaya jiwa. ” ‘( HR : Bukhari dan Muslim ) .
Ada pepatah yang mengatakan : ” Tiada ada kaya yang lebih baik seperti qana’ah. ”
Didalam Qana’ah terdapat sifat – sifat terpuji yang lain, seperti :
1. Giat berusaha atau bekerja
2. Rela menerima apa adanya
3. Sabar
4. Bersyukur kepada Allah
5. Tawakal kepada Allah
6. Tidak terpengaruh oleh tipu daya dunia
7. Berdoa kepada Allah
Sekarang kita sudah tahu bahwa qana’ah termasuk sifat terpuji. Biasakanlah untuk rela menerima bagaimana pun keadaannya pemberian Allah itu! Tapi ingat, terus bersemangat dan giat bekerja serta berdoa. Semoga Allah meridhai kita.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK. Oleh : Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung